Kajianberita.com
Beranda Headline Jokowi Akhirnya Mendukung Ganjar Pranowo, Bagimana Nasib Prabowo Subianto?

Jokowi Akhirnya Mendukung Ganjar Pranowo, Bagimana Nasib Prabowo Subianto?

Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo

Misi di balik pertemuan intensif antara Presiden Joko Widodo dan Ganjar Pranowo belakangan ini akhirnya terungkap juga. Seperti yang diprediksi  banyak orang, pertemuan itu terkait dengan misi PDIP untuk mengusung Ganjar maju pada Pemilu presiden 2024.

Ganjar pun telah resmi dideklarasikan PDIP sebagai calon presiden dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Batu Tulis, Bogor Jumat (21/2023). Terliihat jelas kalau Jokowi  memberikan dukungan atas penunjukkan Ganjar tersebut oleh PDIP.  Bahkan Jokowi turut menyampaikan pidatonya pada Deklarasi itu.

Sikap ini memunculkan pertanyaan banyak orang terkait posisi Prabowo Subianto yang juga memastikan diri akan maju pada Pilpres mendatang. Sebagaimaan diketahui, Jokowi juga kerap menunjukkan dukungannya bagi peluang Prabowo untuk terpilih sebagai presiden.

Jika pada akhirnya Jokowi memberikan dukungan kepada Ganjar, bagaimana dengan Nasib Prabowo pada Pilpres mendatang?

Politisi Gerindra, Ahmad Muzani  menanggapi datar dukungan Jokowi. Menurutnya, tidak ada masalah kalau Jokowi memberikan dukungannya kepada Ganjar.

“Tapi kami tetap akan mengusung Prabowo sebagai kandidat presiden. Bagi kami, majunya Prabowo adalah harga mati,” tegas Ahmad Muzani. Tidak mungkin bagi Gerindra untuk berkoalisi dengan PDIP kalau Prabowo tidak ditunjuk sebagai calon presiden.

“Prabowo juga tidak akan mungkin menjadi wakil Ganjar, sebab kami yakin, Potensi Prabowo untuk menang sangat tinggi. Lihat saja beberapa survei Lembaga yang ada, Pak Prabowo selalu unggul dibanding dua kandidat lain,” kata Muzani.

Sekjen Gerindra ini juga menampik kalau dukungan Jokowi kepada Prabowo yang terlihat belakangan ini merupakan bantuk prank. Menurutnya, bersama Jokowi atau tidak bersama Jokowi, Gerindra tetap akan mengusung Prabowo.

Soal prank itu, kata Muzani, adalah persepsi orang-orang. “Prabowo tetap maju walau tanpa dukungan Jokowi,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gerindra berhasil meraih 78 kursi (13,57%) dari total 575 kursi DPR RI untuk periode 2019-2024. Raihan kursi tersebut merupakan terbesar ketiga setelah PDI Perjuangan 22,26% dan Golkar 14,78%.

Dengan raihan kursi tersebut, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi persyaratan ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) sekurang-kurangnya 20% dari total kursi DPR RI pada Pemilu 2019. Hanya PDIP yang memenuhi syarat untuk bermain tunggal mengusulkan calon presiden. Partai lain, mau tidak mau harus berkoalisi agar memenuhi syarat amabang batas minimal 20 persen.

Sejauh ini Gerindra mengaku sudah membangun Koalisi Besar Bersama PKB, Golkar, PAN dan PPP. Meski demikian, Potensi koalisi ini bisa berubah setelah PDIP mencalonkan Ganjar sebagai presiden. Besar kemungkinan anggota Koalisi Besar itu akan berkurang, karena berpotensi  berbalik menjadi pendukung PDIP.

Sementara Koalisi Perubahan untuk Pembangunan yang dimotori Nasdem, PKS dan Demokrat terlihat solid untuk tetap mengusung Anies Baswedan. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan