Kajianberita.com
Beranda Headline Anak Perwira Polda Sumut Ditahan, Jabatan Ayahnya Dicopot karena terbukti Melanggar Etik

Anak Perwira Polda Sumut Ditahan, Jabatan Ayahnya Dicopot karena terbukti Melanggar Etik

Seorang remaja yang merupakan  anak perwira Polda Sumut, Aditya Hasibuan mulai hari ini (25/4/2023) harus menjalani penahanan di sel Polda Sumut karena terlibat kasus penganiayaan seorang mahasiswa di Medan beberapa waktu lalu. Bukan hanya si pemuda saja yang ditahan, ayah si pelaku,  AKBP Achiruddin Hasibuan yang menjabat  Kaur Bin Ops Satnarkoba Polda Sumut harus dicopot dari jabatannya.

AKBP Achiruddin Hasibuan dinyatakan terbukti telah melanggar Kode Etik Kepolisian terkait pembiaran penganiayaan yang dilakukan anaknya, Aditya Hasibuan kepada Ken Admiral.

Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Dudung mengatakan,  Kasus yang melibatkan AKBP Achiruddin dan anaknya itu sebenarnya telah mencuat sejak Februari lalu. Namun Polda butuh waktu untuk melakukan pemeriksaan kepada semua pihak terkait hingga akhirnya memutuskan untuk menjadikan Achiruddin dan anaknya terbukti melakukan kesalahan.

“AKBP Achiruddin Hasibuan terbukti melakukan pelanggaran kode etik karena melakukan pembiaran penganiayaan yang dilakukan anaknya kepada seorant mahasiswa. Yang bersangkutan telah kami periksa dan terbukti melakukan pelanggaran kode etik,” kata Kombes Pol Dudung kepada Awak Media, Selasa (25/4/2023).

Dudung juga mengatakan, pada Selasa (25/4/2023) malam ini, AKBP Achiruddin akan kembali dipanggil ke Polda Sumut dan akan ditempatkan di tempat khusus menunggu hasil sidang kode etik Polda Sumut. Sementara anaknya Aditya Hasibuan telah ditahan.

Kasus yang melibatkan ayah dan anak ini terjadi pada sebenarnya terjadi pada 2022 yang lalu. Bermula dari Kasus pengrusakan kaca spion mobil milik Ken Admiral yang diduga dilakukan oleh Aditya. Ken yang keberatan lantas mendatangi Aditya di rumahnya untuk meminta pertanggungjawaban.

Sesampai di rumah, Ken harus berhadapan dengan sikap bengis AKBP Achiruddin yang tidak terima kalau anaknya dituduh melakukan pengrusakan. Meski Ken berusaha menjelaskan dengan setenang mungkin,  namun Achiruddin tetap tidak terima.

AKBP Achiruddin mengambil senjata api laras panjang di dalam rumahnya guna menggertak Ken Admiral. Saat itu pula Aditya keluar dari dalam rumah dan langsung menganiaya Ken. Ironisnya, penganiayaan itu dibiarkan saja oleh Achiruddin. Ken mengaku tidak memberikan perlawanan apapun.

Kasus penganiayaan itu sempat terekan CCTV dan kemudian viral di dunia maya. Rekaman itu pula yang menjadi salah satu bukti  pengaduan yang disampaikan Ken ke Polda Sumut pada Februari lalu.

Di sisi lain, Aditya juga melaporkan Ken dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Namun setelah melakukan gelar Perkara terhadap dua pengaduan ini, Tim Reskrim Polda Sumut menyimpulkan kalau Aditya dan ayahnya Achiruddin pihak yang bersalah.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan kasus itu kini sudah tahap penyidikan. Pelaku yang bernama Aditya Hasibuan kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah ditangkap.

“Kita sudah bisa menetapkan tersangka atas nama Aditya Hasibuan,” sebut Kombes Sumaryono.

Sumaryono menyebut penganiayaan itu karena motif asmara. Aditya cemburu dengan Ken yang dekat dengan seorang wanita yang disukainya sehingga iapun melakukan pengrusakan spion mobil Ken. Sikap itu yang tidak bisa diterima Ken sehingga keributan pun terjadi.

Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Dudung sangat menyayangkan sikap AKBP Achiruddin yang membiarkan anaknya melakukan penganiayaan di depan mata kepala  sendiri tanpa bermaksud menghentikan aksi itu. Tak pelak lagi, ayah dan anak itu harus berhadapan dengan hukum.

Kasus ini baru terungkap sekarang setelah Polda menutaskan semua proses pemeriksaan. AKBP Achiruddin sendiri masih akan menjalani pemeriksaan terkait adanya Potensi pidana dalam Kasus ini. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan