Kajianberita.com
Beranda Headline Menyingkap Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Ayah dan Anak Keluarga Pamen Polda Sumut

Menyingkap Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Ayah dan Anak Keluarga Pamen Polda Sumut

AKBP Achiruddin Hasibuan, ayah dari Aditya Hasibuan. Ayah dan anak ini dinyatakan tersangkut kasus penganiayaan seorang mahasiswa

Publik dikejutkan dengan viralnya sebuah video tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan yang bernama Aditya Hasibuan.

Video tindak kekerasan tersebut viral diberbagai media social, karena kasus itu tidak hanya melibatkan Aditya Hasibuan, tapi juga ayahnya  AKBP Achiruddin Hasibuan, seorang perwira menengah (pamen) di Polda Sumut.

AKBP Achiruddin Hasibuan adalah salah seorang perwira menengah  di Polda Sumut.  Saat ini banyak orang yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sosok yang satu ini, terlebih ada yang menyamakan penganiayaan itu mirip dengan aksi viral Mario, anak pejabat Ditjen Pajak yang menganiaya seorang remaja Bernama David di Jakarta.

Kasus penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan ini sebenarnya bukan Kasus baru. Kasus itu terjadi pada Desember 2022, namun proses pemeriksaan baru selesai pekan ini. Polda pun telah menetapkan Aditya sebagai tersangka dan langsung menahannya.

Pun demikian juga dengan ayahnya Achiruddin Hasibuan, dinyatakan bersalah karena membiarkan anaknya menganiaya orang lain. Kasus penganiayaan itu terjadi di depan mata Achiruddin, sehingga perwira polisi ini dipastikan tersangkut Kasus itu.

Sementara ini Achiruddin dinyatakan telah melanggar kode etik kepolisian. Namun pemeriksaan terhadap dirinya masih berlanjut, sehingga bukan tidak mungkin ia pun akan dijerat dengan pasal pidana.

AKBP Achiruddin Hasibuan masih terus dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Dalam video yang dibagikan akun Twitter @mazzini_gsp, terlihat AKBP Achiruddin Hasibuan memang terkesan memberi kesempatan kepada anaknya Aditya untuk melakukan penganiayaan itu.

Ikhwal penganiayaan itu bermula dari persoalan asrama. Aditya merasa cemburu karena wanita yang disukainya dekat dengan seorang pemuda lain Bernama Ken Admiral. Aditya sempat merusak kaca spion  mobil milik Ken.

Tidak terima dengan pengrusakan itu, Ken mendatangi rumah Aditya untuk meminta pertanggung jawabannya. Di sana ia tidak hanya bertemu Aditya, tapi juga Achiruddin Hasibuan. Ayah dan anak itu sama-sama memarahi Ken. Bahkan Achiruddin sempat menggertak dengan senjata.

Aditya tidak kalah garangnya. Ia langsung menganiaya Ken Admiral sehingga wajah pemuda itu mengalami memar. Kasus itu yang kemudian diadukan Ken ke Polda Sumut.

Setelah melalui proses gelar Perkara yang cukup Panjang, akhirnya Selasa (25/4/2023) Polda Sumut menetapkan Aditya sebagai tersangka. Sedangkan Achiruddin dinyatakan telah melanggar kode etik kepolisian karena membiarkan terjadinya kasus penganiayaan yang dilakukan anaknya.

Potongan video viral penganiayaan yang melibatkan Aditya dan Achiruddin terhadap Ken Admiral (kiri) dan Achiruddin saat menghadiri panggilan Polda Sumut pada Selasa malam (25/4/2023)

Saat peristiwa it terjadi, AKBP Achiruddin Hasibuan adalah Kepala Bidang Operasi (KBO) Sat Narkoba Polda Sumatra Utara. Karuan, atas keterlibatannya itu, Achiruddin langsung dicopot dari jabatannya.  Ia pun harus menjalani penahanan khusus karena kasus pelanggaran etiknya masih dilanjutkan.

Achiruddin Hasibuan sendiri sebenarnya  merupakan perwira Polri yang beberapa kali mendapat masalah. Ia sebelumnya pernah tersandung kasus tindak kekerasan karena melakukan penganiayaan seorang juru parkir di daerah Jambak, Medan, Sumatra Utara, pada 7 Mei 2017.

Jauh sebelum itu, pada 2014 saat menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Deli Serdang, ia pernah mendapat sanksi tegas Ketika terungkap salah seorang anak buahnya terlibat penyalahgunaan sabu. Kala itu jabatan Achiruddin sebagai Kasat Narkoba juga dicopot.

Kemudian ia dimutasi ke lingkungan Poldasu dan menjabat sebagai Panit I Unit IV Sub Dit II Dit Narkoba Poldasu.

Seiring berjalannya waktu, karir Achiruddin Hasibuan membaik. Ia akhirnya menduduki jabatan sebagai KBO Sat Narkoba Poldasu. Namun belakangan ini nama Achiruddin kembali mencuat ke permukaan setelah anaknya Aditya terlibat kasus penganiayaan seorang pemuda. Ironisnya, penganiayaan itu terjadi di depan mata kepala Achiruddin sendiri.

Awalnya Aditya dan ayahnya membantah terjadinya Kasus penganiayaan itu. Malah Aditya kemudian mengadukan pula Ken Admiral ke Polda Sumut.

Dua pengaduan ini yang membuat Tim Reskrim Polda Sumut harus bekerja keras mengusut Kasus ini. Gelar Perkara beberapa kali dilakukan sehingga akhjirnya disimpulkan kalau Aditya dan ayahnya yang justru bersalah.

Tak pelak lagi, sejak Selasa 25 April 2023, Aditya resmi dinyatakan tersangka dan ditahan. Ayahnya Achiruddin juga tidak kalah apesnya, karena ia harus dicopot dari jabatannya, dan mesti menjalani penahanan khusus. ***

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan