Kajianberita.com
Beranda Headline PPP Resmi Berkoalisi dengan PDIP Dukung Ganjar, Posisi Prabowo kian Terpojok, Anies Santai

PPP Resmi Berkoalisi dengan PDIP Dukung Ganjar, Posisi Prabowo kian Terpojok, Anies Santai

Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono saat menyatakan dukungan PPP untuk Ganjar

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya menyampaikan ke public Sosok calon presiden yang mereka dukung pada Pemilu Presiden 2024. Seperti yang diduga sebelumnya, dukungan itu akhirnya diarahkan ke Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang juga merupakan politisi PDIP.

Dengan demikian sampai saat ini sudah dua partai yang berkoalisi untuk mendukung Ganjar Pranowo.  Jika kekuatan itu ditambah dengan PAN, maka koalisi yang dibangun PDIP semakin bertambah.

Sebelumnya PAN juga telah mengumumkan kalau mereka mendukung Ganjar sebagai calon presiden dan Erick Thohir sebagai calon wakil presiden. Hanya saja belum ada pernyataan resmi dari PAN terkait keputusannya soal Koalisi itu.

Ketua Umum PPP Mardiono mengatakan, dukungan dari partainya kepada  sosok Ganjar Pranowo setelah mendengarkan suara para basis PPP. Dalam rapat hari ini mayoritas DPW PPP juga mengusulkan Gubernur Jawa Tengah itu untuk menjadi bakal RI-1 dari PPP.

“Maka, tak heran jika memang suara PPP ke GP (Ganjar Pranowo),” ungkap Mardiono  saat dihubungi di Yogyakarta Rabu (26/4/2023) usai menyampaikan pengumuman itu.

Dengan adanya dukungan itu, Koalisi Besar yang sebelumnya digagas Gerindra, PAN, PPP, PKB dan Golkar dipastikan berubah. Sudah hampir pasti kalau PPP dan PAN keluar dari Koalisi itu, sebab Koalisi Besar cenderung akan mengusung Prabowo Sudianto sebagai calon presiden.

Sementara PKB dan Golkar masih belum menunjukkan sikap apakah tetap berada di Koalisi bersama Gerindra atau berpindah ke PDIP seperti halnya PPP dengan mengusung Ganjar.

Paling tidak perubahan Langkah yang dilakukan PPP dan PAN pasti harus membuat Gerindra dan Prabowo harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan mitra mereka. Jika hanya bermain sendiri, Gerindra tidak memenuhi ambang batas 20 persen, sebab perolehan suara mereka di parlemen hanya sekitar 13 persen. Butuh koalisi minimal salah satu antara PKB dan Golkar.

Katakanlah jika Golkar dan PKB bertahan, maka Prabowo pun akan bekerja keras untuk menentukan calon wakil presidennnya, sebab Muhaimin sebagai ketua PKB dan Erlangga Hartarto  yang merupakan ketua umum Golkar sama-sama berkeinginan mendapatkan posisi itu.

Prabowo sendiri tampaknya punya cara lain untuk menghindarkan adanya persaingan antara Muhaimin dan Erlangga itu dengan mencari sosok lain sebagai calon wakilnya. Sosok itu sudah mengarah kepada Mahfud MD yang kemungkina lebih diterima oleh Golkar dan PKB. Lagi pula Mahfud juga sangat dekat dengan  basis  NU di Pulau Jawa.

Dengan masuknya PPP dan kemungkinan disusul dengan PAN dalam waktu dekat, Koalisi yang dibangun PDIP semakin bertambah. Apalagi hari ini Jokowi telah mengundang ketua Umum Perindo Hari Tanoesoedbjio ke Istana. Besar kemungkinan undangan itu untuk mengajak Perindo bergabung Bersama PDIP mendukung Ganjar.

Perindo sendiri sebelumnya sempat mengatakan bakal mendukung Prabowo. Jika partai itu memindahkan dukungannya kepada Ganjar, maka kian terpojoklah Prabowo.

Sejauh ini yang justru tampak tenang dan sejuk adalah Koalisi Perubahan untuk Pembangunan yang digagas Nasdem, PKS dan Partai Democrat. Koalisi yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden ini jauh dari hiruk pikuk.

Anies Baswedan sendiri tampak santai menyikapi manuver politik yang berubah-ubah di jaringan kompetitornya. Bahkan kalaupun dukungan partai kepada Ganjar terus bertambah, Anies merasa tidak surut dalam menyongsong Pemilu mendatang.

Ia justru mengucapkan selamat kepada Ganjar Pranowo. Betapapun besarnya dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah itu, Anies tetap yakin kalau pendukungnya tidak akan berkurang. Malah ia yakin akan bertambah. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan