Kajianberita.com
Beranda Headline Punya Rumah Mewah dan Moge, Tapi AKBP Achiruddin Mengaku Berharta Hanya Segini

Punya Rumah Mewah dan Moge, Tapi AKBP Achiruddin Mengaku Berharta Hanya Segini

AKBP Achiruddin Hasibuan tampil dengan motor gede Harley Davidson berharga lebih dari Rp 200 juta. Namun dalam LHKPN ia mengaku punya harga sekitar Rp Rp 467.548.644

Kasus penganiayaan terhadap seorang mahasiswa yang melibatkan AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya Aditya Hasibuan mulai melebar ke mana-mana. Banyak pihak meminta agar harta Kekayaan pejabat Polda Sumut itu juga diusut, sebab laporan kekayaannya tidak sesuai dengan harta yang dimilikinya.

Achiruddin misalnya memiliki rumah mewah di Jalan Karya Dalam, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Dari luar  terlihat  jelas betapa megahnya rumah tersebut. Achiruddin juga kerap bepergian dengan menggunakan motor geder (Moge) Harley Davidson yang hartanya diperkirakan lebih dari Rp 200 juta.

Namun dalam  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di website LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Achiruddin hanya mencapai Rp 467.548.644.

Harta kekayaannya dilaporkan pada 2021 dan Achiruddin masih menjabat Kanit 1 Subdit 1 di Ditresnarkoba Polda Sumut. Kekayaan Achiruddin terdiri dari tanah seluas 566 meter persegi di Kota Medan hasil sendiri senilai Rp 46.330.000. Kemudian mobil Fortuner tahun 2006 hasil sendiri senilai Rp 370.000.000.

Adapun kas dan setara kas sebesar Rp 51.218.644. Sementara harta lainnya tertulis nol rupiah. Di LHKPN tersebut, tidak tertulis kepemilikan moge Harley-Davidson yang biasa dipamerkan Achiruddin di media sosial.

Padahal nilai rumahnya saja diperkirakan miliaran rupiah.  Tapi tidak disangka, laporan harya kekayaannya hanya ratusan juta.

Hal ini yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang sumber harta kekayaan pejabat Polda itu. Tak ayal jika muncul suara nitizen yang meminta agar kejaksanaan atau KPK mengusut sumber harta Kekayaan tersebut.

Kasus penganiayaan yang dilakukan anak Achiruddin, Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral mirip seperti Kasus penganiayaan Mario, anak pejabat Ditjen Pajak Rafael Ulun, terhadap David, anak pengurus GP Ansor. Belakangan Kasus pengangiayaan itu berbuntut ditahannya Rafael karena terbukti punya harta jauh melebihi LHKPN-nya.

Seperti halnya Rafael, masyarakat juga meminta agar KPK atau kejaksaan mengusut asal usul harta AKBP Achiruddin ini.  Sebab dengan gajinya sebagai perwira menengah di Polda Sumut,  tidak mungkin ia mampu membeli rumah semwah itu, plus Moge bernilai ratusan juta.

Saat berita ini  diturunkan, rumah mewah Achiruddin sedang doigeledah oleh tim Reskrim Polda Sumut untuk mencari bukti-bukti penganiayaan yang dilakukan ayah dan bapak itu terhadap Ken Admiral, sebab kasus penganiayaan itu terjadi di halaman rumah Achiruddin pada Desember 2022.

Salah satu yang ingin dicari Tim Reskrim Polda Sumut akan senjata laras panjang yangn disebut-sebut sempat diacungkan Achiruddin untuk mengancam Ken Admiral.

Adapun Kasus penganiayaan itu bermula dari persoalan Wanita. Aditya cemburu karena Wanita yang disukainya dekat dengan Ken Admiral. Ia pun merusak kaca spion mobil sahabatnya itu.

Ken yang tidak mau menerima aksi itu lantas mendatangi Aditya di rumahnya, sehingga di situlah terjadi Kasus penganiayaan yang melibatkan anak dan ayah terhadap Ken. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan