Kajianberita.com
Beranda Headline Gagal Penuhi Target, Gubernur Edy Ancam Putus Kontrak PT WK untuk Proyek Rp2,7 Triliun

Gagal Penuhi Target, Gubernur Edy Ancam Putus Kontrak PT WK untuk Proyek Rp2,7 Triliun

Salah satu proyek PT Waskita Karya di Sumut

Pengerjaan proyek  strategis multiyear senilai Rp 2,7 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Sumut seharusnya sudah berjalan mulus di Sumatera Utara. Namun sangat disayangkan, PT Waskita Karya  (WK) bersama PT SMJ dan PT Pijar Utama (KSO)  dianggap tidak mampu melaksakanan proyek itu sesuai perjanjian. Alhasil, Gubernur Edy Rahmady terpaksa bertindak tegas.

Edy Rahmayadi, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),  telah melayangkan surat ke pihak perusahaan itu tertanggal 18 April 2023 perihal ancaman pemutusan kontrak yang sudah disepakati sebelumnya.

Dari surat tersebut, terungkap alasan ancaman pemutusan kontrak itu adalah karena keterlambatan progres pekerjaan oleh Waskita KSO dari tahapan progres realisasi yang sebelumnya telah disepakati. Yang seharusnya telah mencapai target tertentu, ternyatan target itu belum tercapai.

Kepala Dinas PUPR Sumut, Bambang Pardede, melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek, Marlindo Harahap, membenarkan perihal ancaman pemutusan kontrak tersebut. Namun sifatnya masih belum final.

Dinas PUPR Sumut, kata Marlindo, masih sebatas melayangkan surat pemberitahuan pemutusan kontrak. “Belum (final). Surat itu masih sebatas peringatan. Untuk pemutusan kontrak tentu  ada tahapan yang harus dilalui,” tulis Marlindo.

Meski demikian, surat Gubernur itu sudah merupakan peringatan keras kepada PT WA dan jaringan kerjasamanya untuk dapat memenuhi target yang telah disepakati. Jika masih terlambat dalam pengerjaan proyek,  bukan tidak mungkin  pemutusan kontrak akan dilakukan.

Sementara pihak Waskita Karya dan jaringannya beralasan kalau katerlambatan memenuhi target disebabkan keterlambatan pencairan uang muka. Oleh karena itu, mereka pun membalas surat peringatan itu  ke Dinas PUPR Sumut melalui surat Nomor 553 tertanggal 26 April 2023.

Pihak WK berharap agar pencariran dana awal proyek jangan sampai terlambat agar kegiatan di lapangan bisa berjalan sesuai rencana.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan