Kajianberita.com
Beranda Headline Airlangga Kenang Masa Golkar Dukung SBY Dua Periode, Pertanda Mau Gabung Koalisi Perubahan?

Airlangga Kenang Masa Golkar Dukung SBY Dua Periode, Pertanda Mau Gabung Koalisi Perubahan?

Airlangga Hartarto dan AHY bersama istri masing-masing saat bersilaturrahmi Sabtu malam

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saling mengenang kebersamaan partai mereka di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Momen ini saling diungkapkan keduanya usai bertemu dengan SBY di kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan berlangsung di Perpustakaan Cikeas di kediaman SBY selama satu jam. Menurut AHY, pertemuan ini menunjukkan inisiatif yang baik dari dua partai yang memiliki kedaulatan. Bagi AHY, Golkar dan Demokrat dari waktu ke waktu bukan sekedar berdialog, tapi juga pernah bekerja sama.

“Tidak bisa kami lupakan kebersamaan selama 10 tahun di pemerintahan Presiden SBY,” kata AHY dalam konferensi pers bersama Airlangga di lokasi, Sabtu, 29 April 2023. Golkar menjadi partai pendukung SBY dari 2004 sampai 2014.

Konferensi pers disampaikan AHY dan Airlangga, sedangkan SBY tidak ikut keluar rumah menemui media. AHY didampingi petinggi Demokrat seperti Teuku Riefky Harsa, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, dan Andi Mallarangeng.

Sementara itu, Airlangga datang bersama 5 petinggi Golkar. Mulai dari Firman Soebagyo, Lodewijk Freidrich Paulus, Ilham Permana, Dito Ganinduto, hingga Airin Rachmi Diany.

Kedua partai membuka semua peluang

Seperti AHY, Airlangga juga mengenang momen ketika Golkar dan Demokrat bersama-sama di pemerintahan. “Golkar dan Demokrat pernah bersama, kebersamaan itu punya sejarah yang sama-sama kita pahami,” kata Airlangga.

Meski saling melempar momen kebersamaan, tidak ada kepastian apakah Demokrat dan Golkar sepakat berkoalisi setelah pertemuan malam ini. Demokrat kini tergabung dalam Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden.

Sedangkan, Golkar tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang saat ini belum menentukan Calon Presiden yang diusung. Anggota koalisi yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih dulu mengusung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden.

Sementara malam ini, AHY dan Airlangga hanya sebatas menyampaikan bahwa partai mereka terbuka atas semua kemungkinan yang ada. “Kami juga yang saat ini terus membangun kebersamaan di Koalisi Perubahan, juga tentu membuka diri,” kata AHY.

Setali tiga uang, Airlangga juga mengingatkan bahwa Golkar merupakan salah satu partai pemenang Pemilu 2019. “Sama siapa saja kami bisa,” kata dia.

Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga saat ini sedang limbung karena belum bisa memastikan posisi mereka dalam kancah persaingan politik menyongsong Pilpres Februari mendatang. Golkar bersama Gerindra termasuk yang menjadi korban permainan politik zig zag Jokowi.

Bersama Gerindra, PKB, PAN, dan PPP, Golkar sempat ingin membentuk  Koalisi besar. Awalnya Jokowi terlibat dalam pembentukan Koalisi itu. Tapi tak disangka,   Jokowi pula yang akhirnya menyeret partai di Koalisi itu untuk berbalik mendukung PDIP yang menjagokan ganjar.

Gerindra yang menjadi korban janji manis tetap bertekad mengusung Prabowo Bersama PKB. Golkar masih belum memastikan Langkah. Boleh jadi Golkar berpotensi bergabung dalam Koalisi Perubahan yang dibangun Partai  Demokrat, Nasdem dan PKS. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan