Kajianberita.com
Beranda Headline Dua Abang Adik Marga Manullang Duel Saling Bunuh di Samosir,  Abang Tewas Adik Kritis

Dua Abang Adik Marga Manullang Duel Saling Bunuh di Samosir,  Abang Tewas Adik Kritis

Polisi saat berusaha mengangkat tubuh Baringin Manullang yang tewas ditebas adiknya Mardame Manullang dalam sebuah perkelahian di Samosir.

Dua saudara kakak beradik masing-masing Bernama Mardame Manullang (44) dan Baringin Manullang (47), warga Desa Sianting-anting, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Propinsi Sumatera Utara, saling duel dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, sang abang Baringin Manullang tewas setelah ditebas parang yang dipegang adiknya.

Kapolres Samosir melalui Kapolsek Pangururan, AKP Marlen Sitanggang yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) menjelaskan, pada hari Minggu, 30 April 2023 sekira pukul 12.34, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan di Huta Panjaitan Uruk Desa Sianting-anting Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Selanjutnya, Kapolsek Pangururan bersama personil dan personil dari Polres Samosir menuju lokasi lokasi  dan menemukan seorang laki-laki tergeletak di teras depan rumah warga dalam keadaan kondisi sudah tidak bernyawa. Kondisi tangan kiri korban dan rusuk sebelah kiri korban terdapat luka bacokan.

“Kita mendapat informasi bahwa korban Baringin Manulang tewas di tangan ]adiknya Mardame Manulang. Keduanya  saling bacok di Huta Panjaitan Uruk Desa Sianting-anting Kecamatan Pangururan,” ujarnya.

Dari keterangan saksi mata, korban sempat berlari keluar dari kampung  berjarak ±200 meter ke rumah warga hingga meninggal didepan rumah warga. Namun adiknya Mardame terus mengejar dan membacok abang nya.

Nimrod Sitanggang selaku Kepala Desa Sianting-anting membenarkan kalau kedua oraang yang berduel itu adalah kakak adik kandung. Rumah mereka juga saling berdekatan. Muncul pula kabar kalau Baringin Manulang selama ini mengalami gangguan kejiwaan.

Tapi saat perkelahian terjadi, keduanya saling adu parang yang ada di tangan masing-masing. Warga yabg menyaksikan Kasus itu tidak bisa berbuat apa-apa sebab kedua kakak  beradik itu sangat membabi buka untuk menaklukkan lawan masing-masing.

Pada akhirnya Baringan yang tewas di tempat. Sedangkan adiknya Mardame dalam keadaan sekarat. Warga berupaya menyelamatkannya dengan membawa ke RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan. Saat polisi tiba dilokasi, tubuh Baringin Manullang sudah tergeletak bersimbah darah.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 bilah parang pendek berukuran ± 30 cm dan 1 bilah parang panjang berukuran ± 50 cm. Sedangkan Mardame Manullang saat ini masih dalam perawatan di RS di bawah pengawasan kepolisian.

Polisi masih belum  mendapat informasi pasti terkait asal muasal perkelahian dua kakak beradik itu sebab Mardame sampai saat ini belum bisa memberi keterangan karena kondisinya yang masih sekarat. (pol)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan