Kajianberita.com
Beranda Headline KPK Sudah Bentuk Tim untuk Mendalami Asal Usul Kekayaan AKBP Achiruddin

KPK Sudah Bentuk Tim untuk Mendalami Asal Usul Kekayaan AKBP Achiruddin

Juru bicara KPK Ali Fikri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami harta kekayaan AKBP Achiruddin Hasibuan. Lembaga antirasuah sudah membentuk tim khusus untuk mendalami Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik ayah pelaku penganiayaan Aditya Hasibuan itu.

“Sudah dibentuk tim pemeriksa yang akan melakukan pencarian data lanjutan dan pemeriksaan faktual sebagaimana LHLPN yang bersangkutan,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (1/5).

Ali menerangkan pihaknya belum masuk ke wilayah penelisikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Achiruddin itu. Meski ada desakan dari DPR, Ali menerangkan saat ini masih fokus pada aspek pemeriksaan harta kekayaan.

“Sejauh ini KPK akan fokus lebih dah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bakal mendahulukan fokus untuk memeriksa laporan kekayaan milik eks Kepala Bagian Binops Direktorat Narkoba Polda Sumatra Barat, AKBP Achiruddin Hasibuan.

Hal ini disampaikan lembaga antirasuah tersebut menganggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni yang meminta KPK bersiap menindaklanjuti temuan PPATK.

“Sejauh ini KPK akan fokus lebih dahulu soal pemeriksaan LHKPN-nya (Achiruddin) sesuai kewenangan yang KPK miliki,” kata Ali Fikri.

Sebelumnya, anggota DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah memblokir rekening milik Achirudin Hasibuan. Menurut Sahroni, langkah PPATK dalam memblokir rekening milik Achirudin yang membiarkan anaknya melakukan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa bernama itu sudah tepat.

Jumlah uang di rekening tersebut mencapai puluhan miliar rupiah. Angka yang jauh berbanding terbalik dengan LHKPN Achiruddin yang tak sampai Rp 500 juta. (tan)

Ke depannya, Sahroni berharap PPATK bisa segera menyampaikan temuannya terhadap analisis rekening milik Achirudin itu kepada aparat penegak hukum, baik ke Polri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga temuan itu bisa ditindaklanjuti lebih jauh.

“KPK dan Polri juga harus segera bersiap dari sekarang,” tambah dia.

Achiruddin pun telah dicopot dari jabatannya sebagai Kabag Bin Ops Direktorat Narkoba Polda Sumatra Utara setelah diduga melakukan pembiaran terhadap kejadian penganiayaan yang dilakukan anaknya, Aditya Hasibuan terhadap seorang mahasiswa di Kota Medan. Ia dicopot usai menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan