Kajianberita.com
Beranda Headline Hotman Paris Bakal Somasi 6 Perusahaan Terkait Wanita Tewas di Lift Bandara Kualanamu

Hotman Paris Bakal Somasi 6 Perusahaan Terkait Wanita Tewas di Lift Bandara Kualanamu

Hotman Paris Hutapea

Hotman Paris Hutapea resmi menjadi pengacara keluarga wanita yang jatuh dan tewas di lift Bandara Kualanamu, Asiah Shinta Dewi Hasibuan. Hotman pun menyatakan bakal melayangkan somasi ke enam perusahaan terkait tewasnya Asiah.

“Kami baru ditunjuk sebagai kuasa hukum. Sekarang ini hanya sebatas somasi dan kemungkinan membuat laporan polisi,” kata Hotman Paris di W Super Club, Jakarta Utara, seperti dikutip Detik, Selasa (2/5).

Enam perusahaan yang akan disomasi itu, kata Hotman, yakni PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura II Aviasi, PT Angkasa Pura Solusi, GMR Airpors Limited, GMR Airports Consortium, dan Aeroports de Paris.

“Kami segera melayangkan somasi,” tutur Hotman.

Hotman Paris mengatakan pihak keluarga belum menerima penjelasan resmi dari pihak bandara terkait kematian Asiah. Pihak keluarga, kata Hotman, juga belum dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Kita kirim somasi dulu karena sampai hari ini belum ada penjelasan resmi ataupun tidak ada keluarga ini belum didatangi pihak berwenang pengelolaan bandara dan lift tersebut,” kata Hotman Paris.

“Jadi kita sudah bicara dengan Kapolda Sumut Irjen Panca Simanjuntak. Dia berbicara kasus ini sudah ditangani oleh Polresta Deli Serdang, tapi saya juga agak terkejut karena sampai hari ini belum ada keluarga yang dilakukan BAP,” katanya.

Jasad Asiah ditemukan sudah membusuk di kolong dasar lift lantai 1 bandara pada Kamis (27/4) setelah diketahui menghilang pada Senin (24/4) malam.

Sementara itu Polresta Deliserdang mengatakan telah memeriksa 12 saksi dalam kasus kematian seorang perempuan yang terjatuh dari lift di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Kasatreskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek H Cahyadi mengatakan para saksi yang diperiksa merupakan petugas bandara hingga pihak keamanan.

“Hingga saat ini sudah diperiksa 12 saksi baik dari pihak bandara, petugas, security semua sudah dimintai keterangan. Ini akan kita kembangkan lagi untuk diperiksa lagi saksi lain guna mencari titik terang mulai dari proses kejadian sampai dengan nanti pertanggungjawaban,” kata I Kadek H Cahyadi, Senin (1/5).

Cahyadi menyebut penyidik juga akan meminta keterangan pihak keluarga korban besok. Pihaknya ingin mendalami dugaan kelalaian pihak Bandara Kualanamu.

“Keluarga akan diminta keterangan kemungkinan Selasa karena masih berduka cita. Jadi besok akan hadir dari pihak keluarga,” ujarnya.

Dari pemeriksaan sementara, kata Cahyadi, saat kejadian korban jatuh hingga ditemukan sudah tak bernyawa. Sementara lift di bandara itu beroperasi dan tidak ada kerusakan.

“Kalau lift mulai kejadian korban hilang sampai ditemukan Kamis, lift beroperasi seperti biasa tidak ada kerusakan setelah kejadian pun lift bisa beroperasi,” katanya.

Dari rekaman CCTV dalam lift, korban sempat mencoba keluar saat lift berada di lantai 2. Namun akhirnya terjatuh hingga ke lantai dasar dan terbentur besi. Antara lift dan lantai dasar ada jarak sekitar 1,5 meter.

“Dari CCTV kita lihat saat korban keluar ada sisi ruang kosong saat itulah dia terjatuh. Di situlah dia jatuh dari atas. Jatuh dari atas terbentur besi,” kata Cahyadi. Korban bernama Aisiah mengantarkan keponakannya ke Bandara Kualanamu Internasional pada Senin (24/4) malam.

Berdasarkan rekaman CCTV, korban naik lift sendirian ke lantai 2. Ia kemudian mengira lift yang digunakan rusak dan sempat menelpon keponakannya.

Saat itu korban berusaha membuka pintu lift menggunakan tangan kirinya. Akan tetapi saat pintu terbuka, korban tidak melihat arah depan, hingga akhirnya terjatuh ke lantai dasar.

Keluarga korban sempat melaporkan ke pihak Bandara Kualanamu Internasional terkait korban hilang. Namun akhirnya jasad korban baru ditemukan pada Kamis (27/4) malam setelah tercium bau busuk. Setelah kejadian itu keluarga korban melaporkan pihak bandara ke polisi karena sistem pengamanan yang tidak profesional.

Keluarga korban resmi menunjuk Hotman Paris sebagai pengacara mereka dalam kasus ini. Dalam sebuah video yang diunggah Hotman di Instagram, Senin (1/5), suami korban yang bernama Ahmad Faisal meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu untuk diusut. (cnn)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan