Kajianberita.com
Beranda Headline Mencuat Kabar Anak Yasonna Laoly Memonopoli Jaringan Bisnis di Lembaga Pemasyarakatan

Mencuat Kabar Anak Yasonna Laoly Memonopoli Jaringan Bisnis di Lembaga Pemasyarakatan

Mednteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dan anaknya Yamitema Laoly

Anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, yakni Yamitema Laoly menjadi sorotan usai diduga turut memonopoli bisnis di Lapas. Dugaan tersebut awalnya diungkap oleh akun twitter @PartaiSocmed yang menyebut Yamitema Laoly memonopoli bisnis koperasi dan kantin di lapas besar.

Akun@PartaiSocmed memastikan informasi yang disampaikannya berdasarkan fakta.

Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh salah seorang artis yang pernah mendekam di dalam Penjara, yakni Tio Pasukodewo. Ia mengakui kalau selama di penjara terdapat beberapa bisnis yang melibatkan anak menteri Yasona.  Hal itu disampaikan Tio dalam rekaman yang sempat viral.

Yang dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dengan perusahaannya PT Natur Palas Indonesia yang memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar, di mana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder,” tulis @PartaiSocmed dalam akun Twitter resminya, seperti dikutip ANTARA.

Yamitema Laoly saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua PDIP Sumut.  Sebenarnya bukan sekali ini saja  Yamitema Laoly terseret dalam bisnis denga memanfaatkan pengaruh ayahnya. Sebelumnya ia pun  pernah diperiksa KPK  terkait dugaan suap Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin pada 2019 lalu.

Ia sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dicecar mengenai proyek-proyek DInas PUPR Medan yang diduga dikerjakan oleh perusahaan miliknya. Namun ia lepas dari jerat kasus dugaan korupsi tersebut dan tidak menjadi salah satu tersangka.

Sekarang Yamitema mendapat sorotan setelah viral video di media social yang mengatakan  kalau ia menguasai jaringan bisnis di Lembaga Pemasyarakatan. Bisnis yang dikuasai itu, mulai dari catering untuk para tahanan, koperasi dan semua kebutuhan Lapas.

Viralnya kabar tersebut langsung mendapat respon dari Kementerian Hukum dan HAM.  Wamenkumham Eddy  Hiariej membantah kabar tersebut. Menurutnya selama ini anak Yasonna justru membantu para narapidana yang mendekam di jeruji besi.

“Yang ingin saya katakan itu informasi yang menyesatkan,” ujar Eddy di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Antara, Selasa, 2 Mei.

Menurut Eddy, ada banyak yayasan yang mengelola di dalam lapas. Tidak hanya Yayasan Jeera saja, ada pula Yayasan Maharani, Yayasan Al Islah Barokah dan lainnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terbuka untuk semua yayasan yang ingin melakukan kemitraan dalam bentuk kerja sama, pembinaan dengan warga binaan, seperti seni musik, seni lukis hingga kerajinan.

“Ketika akan bekerja sama ada prosedur-prosedur yang harus dilalui,” kata dia.

Meski begitu, Eddy menilai pembinaan yang dilakukan oleh yayasan justru membantu warga binaan agar mereka dapat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. Untuk itu, ia menegaskan tidak ada monopoli yang dilakukan oleh Yayasan Jeera.

“Tidak hanya tiga yayasan itu saja yang saya sebutkan, tapi banyak yayasan yang melakukan kemitraan dan pembinaan di lapas itu,” kata dia.

Di sisi lain, ia melihat informasi yang disebarkan melalui media sosial itu bersifat delik aduan. Sehingga, upaya yang dilakukan selanjutnya akan kembali ke subjek hukum masing-masing.

“Karena itu sifatnya adalah delik aduan tentu akan kembali ke subjek hukum masing-masing,” ucapnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan