Kajianberita.com
Beranda Headline Gerindra Sesalkan Ucapan Romy si Mantan Terpidana Koruptor yang Isukan Prabowo jadi Wakil Ganjar

Gerindra Sesalkan Ucapan Romy si Mantan Terpidana Koruptor yang Isukan Prabowo jadi Wakil Ganjar

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburrokhman

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Habiburrokhman merespons pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romy, yang menyebut pertemuan Presiden Joko Widodo dan enam ketua umum parpol pendukung pemerintah di Istana Negara semalam membahas peluang duet Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto.

Gerindra memastikan, informasi yang dikatakan Romy tidak benar adanya alias hoaks. Ulah Romy ini yang membuat  kecewa, sebab pembahasan soal Prabowo sebagai wakil Ganjar sama sekali tidak pernah dibahas. Lagi pula Prabowo telah beberapa kali menegaskan kalau ia adalah calon presiden.

“Itu hoaks, pernyataan Romy itu hoaks!,” tegas Habiburrokhman, Rabu, 3 Mei.

Romy sendiri adalah mantan terpidana korupsi yang telah divonis oleh Pengadilan Negeri selama dua tahun penjara. Sebelumnya Romy adalah ketua Umum PPP. Setelah ia menjadi narapidana korupsi, jabatan itu kemudian dilepaskan.

Setelah terbebas dari Penjara, anehnya PPP kembali memberikan jabatan mentereng kepada Romy, yakni sebagai Ketua Majelis Pertimbangan partai. Sekarang Romy justru paling aktif bermain di PPP.  Termasuk permainannya menyebarkan hoak kalau Prabowo akan menjadi wakil Ganjar.  Prilaku ini yang disesalkan oleh kubu Gerindra.

Habiburrokhman menegaskan, pembicaraan antar ketum parpol pendukung pemerintah dan presiden di Istana hanya membahas situasi global terkini. Khususnya, terkait dengan ekonomi.

“Yang jelas enggak ada pembahasan (duet) Ganjar-Prabowo, enggak ada,” tegasnya lagi.

Habiburrokhman lantas mempertanyakan informasi yang didapat Romy tersebut.

“Kita enggak tahu si Romy dapat dari mana?,” katanya.

Sebelumnya, Romy menyebut pertemuan antara Jokowi dan para ketum parpol malam nanti untuk membahas formasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berlaga di Pilpres 2024.

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romy

Romy menyebut, bakal capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berpeluang dipasangkan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Selain halal bihalal, pertemuan nanti malam yang rencananya dihadiri seluruh ketum-ketum parpol pendukung pemerintah minus NasDem, berpotensi mewujudkan koalisi besar dengan formasi Ganjar-Prabowo sebagai capres-cawapres,” ujar Romy dalam keterangannya, Selasa, 2 Mei.

Pertimbangannya, menurut Romy, karena dua figur tersebut berada di papan atas hasil survei dan polling elektabilitas.

Namun dalam pandangannya, partai pemenang Pemilu 2019 lebih tepat sebagai pengaju capres. Sementara parpol pemenang selanjutnya sebagai pengaju cawapres.

“Tentu hal ini terpulang ke Prabowo, apakah bersedia menjadi cawapres di tengah amanat partainya untuk menjadi capres,” kata Romy.

Apabila koalisi besar tidak terwujud, Romy menilai, pertemuan nanti malam bisa jadi akan mem-finalisasi distribution of power atau distribusi kekuatan dari enam parpol pendukung pemerintah untuk melanjutkan pembangunannya yang berjalan di pemerintahan saat ini.

“Pendistribusian ini penting untuk memastikan kesinambungan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintahan saat ini, khususnya mega-mega proyek infrastruktur seperti IKN, jalan tol, bendungan, bandara, dan lain-lain,” jelas Romy. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan