Kajianberita.com
Beranda Headline Yasonna Laoly Diminta Mundur jika Anaknya Terbukti Berbisnis di Lapas

Yasonna Laoly Diminta Mundur jika Anaknya Terbukti Berbisnis di Lapas

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly akan mengusut kembali isi twitter Rocky terkait marga Laoly

Heboh soal monopoli bisnis di Lembaga Pemasyarakatan mengundang polemic di berbagai tempat.  Ada yang membenarkan,  ada pula yang meragukan. Namun soal bisnis di Lapas ini bukanlah hal baru. Hanya saja kali ini lebih mengejutkan, sebab yang dituduh memonopoli bisnis itu adalah Yamitema Laoly,  anak dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Kehebohan itupun mengundang respon dari para politisi.  Anggota Komisi III Fraksi Demokrat Santoso bahkan tegas menuntut Menkumham Yasonna Laoly mundur jika beberapa fakta membuktikan kalau anaknya  Yamitema Laoly terlibat bisnis di Lembaga itu.

“Jika terbukti benar apa yang di publik ramaikan ini bahwa anaknya Menkumham berbisnis di lingkungan Kemenkumham, maka tidak ada cara lain selain Menkumham mundur. Karena telah menggunakan jabatannya untuk kepentingan keluarganya,” kata Santoso kepada wartawan, Kamis (4/5).

Namun, Santoso menuturkan sejauh ini belum pernah terjadi pejabat mundur dari jabatannya bila melanggar etika.

“Mundur sebagai pejabat yang dinilai mencederai etika memang tidak pernah terjadi. Jangankan melanggar etika yang jelas melanggar aturan saja pejabat kita tidak mau mundur,” tuturnya.

Ia berpandangan, Presiden Jokowi seharusnya melakukan bersih-bersih pemerintahan di sisa masa jabatannya.

“Presiden Jokowi dalam masa jabatannya yang tinggal menghitung bulan ini seharusnya melakukan bersih-bersih terhadap menterinya yang dinilai publik melakukan hal-hal di luar kepatutan,” ucap dia.

“Apakah Presiden Jokowi berani melawan arus parpol koalisi pendukungnya kita tunggu saja,” lanjutnya.

Santoso menuturkan meski mungkin tak ada larangan anak pejabat berbisnis di tempat orang tuanya bekerja, tetapi ada etika yang harus dijaga.

“Rakyat pasti tidak akan setuju anak/keluarga pejabat berbisnis di tempat org tua/keluarganya menjabat. Karena akan banyak hal yang dilanggar guna mendapatkan proyek tersebut. Dipastikan anak/keluarganya mendapat proyek dengan cara-cara yang tidak fair,” tandasnya.

Isu ini berawal ketika aktor senior Tio Pakusadewo mengungkapkan tidak ada kepala lapas hingga sipir yang bekerja dengan benar. Hal itu disampaikan saat jadi bintang tamu di Youtube Uya Kuya, Tio Pakusadewo mengungkapkan soal bisnis yang terjadi di dalam lapas.

Tio Pakusadewo pun mengungkapkan ada anak menteri yang terlibat. Kemudian, akun Twitter @PartaiSocmed mengomentari pernyataan Tio Pakusadewo dengan menyebut yang dimaksud adalah Yamitema Laoly, Chairman dan Co Founder Jeera Foundation.

“Yang dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dengan perusahaannya PT Natur Palas Indonesia yang memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa lapas besar, di mana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder,” tulis akun @PartaiSocmed. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan