Kajianberita.com
Beranda Headline Masih Sengketa, Pemko Medan Tidak Mudah Merevitalisasi Gedung Warenhuis

Masih Sengketa, Pemko Medan Tidak Mudah Merevitalisasi Gedung Warenhuis

Gedung Warenhuis di Jalan Hindu Medan

Gedung bersejarah Warenhuis yang berlokasi Jalan Ahmad Yani VII – Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, yang rencananya akan direvitalisasi Pemko Medan Ternyata masih sarat masalah. Selain Pemko Medan, ada pemilik lain yang mengaku berhak atas bangunan itu.

Adalah ahli waris G. Dalipsingh Bath, seorang saudagar Etnis India yang dulunya dikenal memilki berbagai usaha di Medan, yang mengklaim sebagai empunya Gedung Warenhuis itu. Mereka menolak jika Pemko Medan mengklaim hal yang sama.

Terkait rencana Pemko Medan akan merehabilitasi gedung itu,  pihak ahli waris langsung bereaksi. Mereka langsung menolak aksi sepihak Pemko Medan yang seenaknya mengklaim gedung itu sebagai milik mereka.  Pihak ahli Waris G. Dalipsigh Bath menegaskan agar  masyarakat cermat melihat, menerima dan menelaah fenomena hukum soal gedung Warenhuis.

“Pemko Medan melalui Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) mengatakan bahwa tanah dan lahan Warenhuis mutlak aset Pemko Medan setelah mengklaim menang gugatan PK Mahkamah Agung pada 16 Desember 2022. Dan juga beredar di platform digital bahwasanya Pemko Medan sedang menganggarkan revitalisasi Warenhuis yang akan diambil dari APBD Kota Medan. Ahli waris Warenhuis harus memberikan sikap terhadap informasi-informasi ini ke publik,” sebut Ismail Nusantara S. Pulungan, mewakili anak almarhum Maya Pulungan ahli waris almarhum G. Dalipsingh Bath, beberapa waktu lali di Medan.

Sikap dan langkah yang akan dilakukan oleh ahli waris Warenhuis adalah dengan melakukan upaya hukum menguji bukti kepemilikan aset, berupa tanah dan gedung Warenhuis di Pengadilan.

“Ahli waris akan melakukan upaya hukum menguji bukti kepemilikan Warenhuis di Pengadilan. Dalam waktu dekat ini, ahli waris akan mengajukan serta mendaftarkan gugatan dan langkah hukum ke meja hijau pengadilan,” ujar Ismail.

Ia sendiri mengaku kalau dokumen kepemilikan Warenhuis yang kini dikuasai ahli waris sedang dipersiapkan, baik surat kepemilikan zaman Belanda dengan akte surat tetanggal 13 Desember 1948 nomor 73. Dan berbahasa Belanda dengan notaris dari Kantor Van C.J.J. Gottgens Notaris, serta juga bukti setoran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang telah dibayarkan oleh ahli waris ke Pemko Medan dan bukti-bukti lainnya.

Ahli waris PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan membeberkan sejarah gugatan hukum Warenhuis yang dilakukan pada tahun 2018 di PTUN Medan.

Awal gugatan hukum yang dilakukan ahli waris setelah pihak Pemko Medan melakukan bersih-bersih di lokasi aset Warenhuis dengan berbekal Sertifikat Hak nomor 01653 yang dikeluarkan oleh BPN di tahun yang sama dan atas persetujuan Pemerintah Kota Medan saat itu dijabat Walikota Dzulmi Eldin.

Dikatakan Ismail, berkas kepemilikan ahli Waris telah ada sejak tahun 1930-an atau setelah terbukti perusahaan swasta yang memiliki usaha supermarket bernama Warenhuis diumumkan resmi pailit/bangkrut melalui pemberitaan Koran de Sumatera Post.

Setelah itu seluruh aset, saham dan kepemilikan lahan dibeli oleh pihak swasta berbendera PT Oranje Bioscope Bedrijven, dikenal oleh masyarakat Kota Medan saat itu PT Oscar Deli Of Medan Bioscope – ODB Medan melalui beberapa akte kerjasama sebagai sebuah perusahaan, akte jual beli aset dan termasuk penyerahan aset hingga aktif menjadi bioskop terkemuka saat itu.

Ahli waris mengungkapkan, ODB Medan kala itu cukup terkenal karena memiliki beberapa aset bioskop, termasuk Deli Bioskop, Bali Bioskop dan kantor pusat ODB Irian Barat I/II, Horas, Medan, Metro, dan Warenhuis yang kemudian digunakan sebagai Empire Bioskop.

“Sejumlah aset ODB juga masih ada di beberapa kota lainnya, seperti Deli Bioskop di Tebing Tinggi, Deli Bisokop Pematang Siantar, Deli Bioskop Tanjung Pura Langkat, Langsa, Pangkalan Brandan, Kisaran, Deli/Orion Bioskop Kota Binjai serta beberapa yang berada di Provinsi Aceh,” ungkap Ismail.

Ahli Waris, kata Ismail akan terus melakukan upaya hukum untuk mempertahankan hak kepemilikan terhadap Warenhuis eks Bioskop lama Medan. (sumutpos/jp)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan