Kajianberita.com
Beranda Headline Jokowi jelas Terlihat Tidak Netral pada Pemilu 2024, Jenderal Sepuh Ingatkan TNI/Polri Jangan dilibatkan

Jokowi jelas Terlihat Tidak Netral pada Pemilu 2024, Jenderal Sepuh Ingatkan TNI/Polri Jangan dilibatkan

Para mantan perwita tinggi TNI/Polri saat acara halal bihalal yang meminta sikap bijak dari Pemerintah agar netral dalam Pemilu 2024.

Presiden Joko Widodo telah nyata dan jelas menunjukkan sikap tidak netralnya dalam  menyikapi Pemilu 2024 mendatang. Ia begitu takut kehilangan kekuasaan sehingga harus mengatur upaya untuk mengalahkan Anies Baswedan sebagai kandidat yang dianggapnya sebagai musuh.

Sikap Jokowi ini mendapat kritikan dari banyak pihak. Jokowi dianggap tidak mampu menunjukkan sikap negarawan sejati yang semestinya berdiri di atas semua Kepentingan masyarakat. Bahkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri senior Luhur Binsar Pandjaitan turut mengkritik sikap Jokowi itu.

Hal ini pula yang membuat kalangan jenderal purnawirawan turut bereaksi. Dalam acara halal bihalal para jenderal sepuh yang berlangsung di Jakarta pekan ini, para purnawirawan perwira Tinggi TNI-Polri mengingatkan agar Pemerintah bersikap netral pada Pemilu itu. Kalaupun Jokowi tidak sadar akan posisinya sebagai presiden, setidaknya lembaga TNI/Polri jangan sampai dibawa-bawa untuk kepentingan politik itu.

Letjen Purn Ediwan Prabowo, mantan Sekjen Kemenhan yang membacakan pernyataan bersama puluhan Purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri tersebut meminta agar Lembaga TNI/Polri tetap menjaga integritasnya yang netral dalam menyikapi Pemilu mendatang. Para purnawirawan itu juga menolak tegas upaya-upaya untuk mengganggu eksistensi maupun kredibilitas kandidat-kandidat bakal Capres dan Cawapres dari pihak oposisi.

“Pemilu adalah ajang kontestasi yang sah berdasarkan konstitusi dan Undang-undang yang berlaku. Siapapun yang memenuhi syarat untuk dicalonkan menjadi Capres dan Cawapres harus dijamin kemerdekaan serta kebebasannya, tanpa ditanggung kampanye-kampanye hitam, termasuk rekayasa hukum, untuk merusak nama dan reputasinya,” tegas Letjen Purn Ediwan Prabowo, mantan Sekjen Kemenhan, yang membacakan pernyataan bersama puluhan Purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri tersebut di Jakarta (3/5).

Para mantan perwira senior itu berkumpul dalam rangka halal bihalal. Momen ini juga digunakan untuk membahas perkembangan situasi terkini.  Mereka semua merasa prihatin melihat adanya upaya-upaya tidak sehat dari penguasa untuk membuat Pemilu 2023 berjalan tidak jujur, tidak adil, tidak bebas dan tidak rahasia serta tidak damai sebagaimana mestinya.

“Negara harus menjamin hak rakyat untuk memilih calon Presiden dan wakil Presiden secara jujur, adil, bebas dan rahasia, tanpa rasa takut dan tanpa iming-iming imbalan tertentu,” kata Letjen Purn Ediwan lagi, “Semua pihak wajib mematuhi peraturan perundang-undangan dan negara wajib memberi sanksi bagi siapapun yang melanggar.”

Lebih jauh, para purnawirawan ini mengingatkan, segala upaya yang bisa menciderai pelaksanaan Pemilu 2024, maupun para pesertanya pada hakikatnya merupakan upaya menciderai Pancasila, UUD 1945, NKRI serta persatuan dan kesatuan bangsa. Semestinya presiden berdiri di atas semua Kepentingan masyatakat, tidak justru memihak kepada Kepentingan tertentu.

“Kalau presiden memihak, itu artinya Beliau telah berperan memecah belah masyarakat,” tegas Edy.

Karena itu, para Jenderal purnawirawan ini sangat mengapresiasi para pejabat negara dan aparat pemerintah, termasuk di jajaran TNI-Polri yang memegang teguh sumpah jabatannya. Mereka berharap agar TNI/Polri jangan sampai terpengaruh dengan kebijakan presiden yang jelas-jelas sangat tidak bijaksana.

“Negara menjadi bermartabat, maju, kuat dan sejahtera karena memiliki pejabat serta aparat yang berintegritas tinggi dan berkomitmen kuat demi kemajuan bangsa,” tandas Letjen Purn Ediwan mewakili rekan-rekannya para Jenderal purnawirawan TNI dan Polri. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan