Kajianberita.com
Beranda Headline Surya Paloh Mengakui Ada Upaya Sistematis untuk Menjegal Anies Maju pada Pilpres

Surya Paloh Mengakui Ada Upaya Sistematis untuk Menjegal Anies Maju pada Pilpres

Anies Baswedan dan ketua umum Nasdem Surya Paloh

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui ada penjegalan yang diterima oleh bakal capres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

“Saya pikir itu konsekuensi yang harus diterima. Bagaimana kita berkilah ‘tak ada penjegalan’, ya fakta lapangannya ada itu. Pasti lah itu [ada penjegalan],” kata Paloh saat diwawancarai di NasDem Tower, Jumat (5/5).

Meski demikian, Paloh mengklaim tak mengetahui siapa pihak yang menjegal Anies supaya tak maju Pilpres belakangan ini. Ia hanya mengibaratkan proses penjegalan Anies ini ibarat angin, terasa namun tak bisa ditangkap bentuknya.

“Saya pun enggak tahu. Terasa. Bagaikan angin yang menyentuh tangan dan bahu kita, ada desiran, tapi kita enggak bisa tangkap angin itu,” kata dia.

“Saya enggak tahu, mungkin dari supranatural kali, bisa aja,” tambah Paloh ketika ditanyakan pihak yang menjegal apakah dari pihak kekuasaan atau lawan politik.

Meski begitu, Paloh tetap meyakini Anies bisa maju sebagai capres di Pilpres 2024. Bila Anies gagal maju, ia mengaku akan terima kegagalan yang dibuat oleh pihak-pihak tersebut.

“Kalau dia gagal, kita terima kegagalannya itu, bagi siapa yang berhasil menggagalkan Anies Baswedan untuk tak maju,” kata dia.

Baginya, Anies dicalonkan sebagai capres bukan tindakan pragmatisme, melainkan panggilan sejarah. Ia menekankan pencalonan Anies untuk menguji pluralisme dan nasionalisme kebangsaan masyarakat Indonesia saat ini.

“Untuk menyatukan agar polarisasi bukan lagi dijadikan komoditas politik, agar pemilu dijalankan lebih tenang dan lebih matang,” kata dia.

Anies telah didukung sebagai capres oleh NasDem, Demokrat dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan. NasDem menjadi partai pertama yang menyatakan dukungan tersebut. Mereka menggelar deklarasi di NasDem Tower, Jakarta pada Senin 3 Oktober 2022. Kemudian disusul Demokrat dan PKS.

Saat ini, KPK disebut-sebut terus mencari kesalahan-kesalahan Anies agar ia bisa disangkutkan dengan kasus korupsi.  Hal ini tidak mengherankan sebab KPK cenderung lebih memihak kepada kepentingan pemerintah.

Ada pula upaya dari Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang terus mengusik ketenangan di Partai Demokrat, meski ia selalun mendapatkan bullying dari masyarakat atas tindakan aneh tersebut. Aksi Moeldoko ini juga disebut-sebut sebagai bagian dari strategi penguasah untuk menjegal Anies.  Dengan mengganggu harmonisasi yang ada di Demokrat, maka diharapkan Koalisi Perubahan yang dibangun partai itu bersama Nasdem dan PKS akan goncang.

Paling tidak itulah fakta yang ada sebagai alasan untuk menjegal Anies melaju pada Pilpres. Jika  Anies tidak maju, maka bisa dipastikan dua kandidat yang bersaing, yakno Ganjar dan Prabowo adalah kandidat yang memang sangat dimimpikan oleh pengusaha. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan