Kajianberita.com
Beranda Tokoh Tidak Banyak yang Tahu, Pj Walikota Tebing Tinggi Ternyata Keturunan Ulama Besar Sumut

Tidak Banyak yang Tahu, Pj Walikota Tebing Tinggi Ternyata Keturunan Ulama Besar Sumut

Tim Penulis Jejak Ulama Sumut saat mewawancarai Pj Walikota Tebing Tinggi Muhammad Dimyati di rumah dinasnya pada Selasa (9/5/2023)

Kehadiran Tim penulis Jejak Ulama Sumatera Utara yang datang bertamu ke rumah dinas Pj Walikota Tebing Tinggi,  Muhammad Dimyati Selasa (9/5/2023)  mengundang keheranan para ASN dan sejumlah warga sekitar. Mereka heran mengapa tim itu justru mewawancarai Dimyati tentang kehidupan ulama di daerah itu.

Belakangan terungkap, ternyata wawancara itu  berkaitan dengan penulisan buku profil ayah dan kakek Dimyati yang ternyata merupakan sosok  ulama berpengaruh di Tebing Tinggi. Ayahnya, Adnan Tanjung Lubis  dan kakeknya Syekh Ismail Lubis merupakan dua ulama besar yang sangat berjasa dalam pengembangan Islam di Tebing Tinggi sejak masa Kolonial Belanda hingga tahun 1991.

“Kami sendiri tidak tahu kalau Pak Pj Walikota anak ulama jika tidak ada kehadiran Tim jejak Ulama itu. Bahkan kami pun baru tahu kalau ia ternyata bermarga Lubis,” ujar Sutan, seorang tokoh pemuda Tebing Tinggi.

Menanggapi keterkejutan warganya itu, Muhammad Dimyati  hanya tersenyum. Ia pun mengakui kalau memang sejak kecil tidak menggunakan nama Lubis di akhir namanya sebagai pertanda keturunan Mandailing. Bahkan ia pun jarang bercerita kepada public tentang sosok ayah dan kakeknya yang ternyata ulama besar di daerah itu.

Namun ketika tim penulis Jejak Ulama Sumut  datang bertamu ke rumahnya, Adnan tidak lagi bisa menyembunyikan semua itu.  Ia pun dengan gamblang menceritakan sejarah ayah dan kakeknya dalam mengembangkan ilmu agama Islam di daerah itu.

“Saya sebenarnya tidak ingin membangga-banggakan keluarga saya. Tapi demi untuk  kepentingan sejarah, ada baiknya saya ungkap ke public sosok ayah dan kakek saya,” ujarnya.

Sosok kakek Dimyati, Syekh Ismail Lubis adalah seorang ulama alumni pendidikan Shoulatiyah, Mekkah pada 1918. Keluarga itu sejatinya berasal dari Gunung Baringin, Tapanuli Selatan, yang kemudian merantu ke Binjai. Kakeknya sendiri lahir   di Binjai pada 1891.

Syekh Ismail Lubis adalah adik kandung dari Syekh Muhammad Yunus, pendiri Maktab Islamiyah Tapanuli di Kota Medan.  Syekh Muhammad Yunus inilah yang dikenal sebagai gurunya para ulama pendiri Al-Jam’iatul Washliyah atau Al-Washliyah yang berdiri pada 1930.

Syekh Muhammad Yunus dan Syekh Ismail Lubis sama-sama merupakan alumni pendidikan Shoulatiyah, Mekkah. Setelah belajar selama lima tahun di Tanah Suci, keduanya kembali ke Sumatera Utara untuk mengembangkam ilmu agama kepada masyarakat.

Syekh Muhammad Yunus memilih tinggal di Medan dengan mendirikan Maktab Islamiyah Tapanuli, sedangkan Syekh Ismail Lubis menetap di Tebing Tinggi mendirikan Maktab Tsamaratul Islamiyah. Lokasinya tepat di belakang Masjid Raya Nur Addin di pusat Kota Tebing Tinggi.

Adnan Tanjung Lubis adalah putra Syekh Ismail yang lahir di Tebing Tinggi pada Oktober 1923. Sejak kecil Adnan Tanjung dididik dengan tradisi Islam yang sangat ketat. Ia merupakan alumni Maktab Tsamaratul Islamiyah yang didirikan ayahnya.

Tidak cukup  belajar agama dari ayahnya, Adnan Tanjung melanjutkan pendidikan agama ke Maktab Islamiyah Tapanuli  di Medan di bawah pimpinan uwaknya Syekh Muhammad Yunus Lubis. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Adnan Lubis memegang kendali untuk mengembangkan pendidikan di Maktab Maktab Tsamaratul Islamiyah Tebing Tinggi. Di masa kepemimpinannya, pusat pendidikan Islam itu sempat berjaya dengan murid mencapai ratusan orang.

Adnan juga sosok yang sangat ulung dalam menyampaikan dakwah sehingga ia kerap diundang memberikan pengajian di berbagai masjid dan majelis takim. Ia pun didapuk menduduki jabatan sebagai Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi  pada 1973-1971.  Berkat ilmunya yang tinggi dan pengabdiannya tanpa batas kepada masyarakat, orang-orang memanggilnya dengan sebutan Buya.

Buya Adnan memiliki tujuh orang anak.  Sayangnya tidak seorang pun dari anaknya yang melanjutkan profesi sebagai ulama. Anak bungsu Adnan Tanjung adalah Muhammad Dimyati, sukses berkarir hingga menjabat sebagai Sekda Pemerintah Kota tebing tinggi. Bakan sekarang ini Dimyati dipercaya menjabat sebagai Pj Walikota di wilayah yang sama.

Dengan latar belakang sejarah ini, tidak heran jika Muhammad Dimyati menjadi salah satu sumber utama yang diwancarai tim pencari jejak ulama Sumut.

Rencananya kisah perjalanan jihad Syekh Ismail Lubis dan Adnan Tanjung Lubis akan dimuat dalam buku Jejak Ulama Sumatera Utara bersama sejumlah ulama terkenal lainnya. Buku ini nantinya akan mengungkap apa, siapa dan bagaimana peran dan jasa para ulama itu dalam pengembangan Islam di Sumatera Utara. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan