Kajianberita.com
Beranda Headline Jenderal Senior ini Bongkar Permainan Masuk TNI, Ternyata Pejabat ‘Atas dan Bawah’ Turut Bermain

Jenderal Senior ini Bongkar Permainan Masuk TNI, Ternyata Pejabat ‘Atas dan Bawah’ Turut Bermain

Letnan Jenderal TNI Mulyo Aji saat aktif bertugas di TNI. Jabatan terakhirnya adalah Sesmenko Polhukam. Sebelum memasuki pensiun, baru-baru ini ia membongkar praktik kecurangan dalam rekrutmen TNI

Letnan Jenderal TNI  Mulyo Aji baru saja memasuki masa pensiun. Jabatan terakhirnya adalah Sesmenko Polhukam. Namun sebelum mengakhiri masa tugasnya di TNI, Mulyo Aji membongkar permainan panas yang selama ini terjadi di Lembaga itu.  Mulyo Aji mengungkapkan, dalam rekrutmen masuk TNI dan Akmil, banyak terjadi permainan yang melibatkan pejabat di atas dan di bawah.

Diketahui, Mulyo lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 28 Juli 1964. Dia merupakan jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987.  Letnan yang merupakan rekan satu angkatan Jenderal Andika Perkasa ini mahir dalam bidang infanteri, sehingga sering terjun dalam berbagai operasi militer. Salah satunya adalah Operasi Timor Timur pada 1989, 1992, hingga 1999.

Sepanjang kariernya, Mulyo juga banyak menduduki jabatan strategis, di antaranya adalah Itben Itjenad (2016-2018), Kadislitbang AD (2018-2020), Aspers KSAD (2020-2021), hingga Pangdam Jaya (2021-2022).

Tak hanya itu, Mulyo juga sempat menyemat jabatan Sekretaris Kemenko Polhukam pada tahun 2022. Kala itu, dia dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

Bongkar ‘Permainan’ Rekrutmen TNI

Belum lama ini Letjen TNI (Purn) Mulyo Aji dengan beraninya membongkar permainan/kecurangan dalam rekrutmen prajurit TNI. Hal tersebut disampaikannya pada sebuah video di kanal Youtube Jenderal Andika Perkasa yang tayang pada 22 April 2023.

Jebolan Akmil 1987 ini mengawali ceritanya dengan menjelaskan situasi dirinya yang masih sering dihubungi orang terkait rekrutmen TNI, baik terkait permasalahan hingga pertanyaan syarat masuk.

Padahal, statusnya saat ini sudah purnawirawan alias pensiun. Lebih lanjut, Mulyo menceritakan saat dirinya masih menjabat Aspers Kasad, lebih dari 200 pesan WhatsApp masuk ke ponselnya setiap hari untuk mengadukan masalah rekrutmen.

Ternyata, hal ini bermula ketika KSAD saat itu Jenderal Andika Perkasa membuka nomor pengaduan terkait kecurangan rekrutmen TNI. Mulyo mengatakan, dari ratusan pesan yang masuk setiap harinya, cukup banyak di antaranya terkait permasalahan soal rekrutmen.

“Jadi, pertama itu saya kaget ketika jadi Aspers. Saat dibuka pengaduan oleh KSAD waktu itu, sedemikian banyak laporan yang masuk. Akhirnya, dari situ kan ketahuan bahwa sistem yang kita percaya selama ini ternyata tidak sempurna. Sehingga harus ada sistem yang baru atau sesuatu yang kita jadikan sebagai pengawasan,” ucap Mulyo Aji seperti dikutip, Rabu (10/5/2023).

Sementara itu, dari sekian banyak yang ditindaklanjuti oleh Mulyo, ternyata pelanggaran atau pengaduan yang dilakukan sudah berjalan cukup lama. Tak hanya para ‘pemain’ tingkat tinggi, ternyata para oknumnya juga didapati di tingkat bawah.

“Tadinya kan kita pikir yang main tingkat tinggi, ternyata dari tingkat atas sampai bawah itu main semua. Maka, dengan adanya mereka lapor kepada saya dan ditindaklanjuti, akhirnya zaman itu ga ada yang berani. Ya karena laporannya langsung ke saya dan langsung saya tindaklanjuti.” lanjut Mulyo.

Karena hal itu, saat menjadi Aspers Mulyo Aji juga membekali para pengawas (rekrutmen) agar bekerja dengan benar. Nantinya, ketika terjadi masalah terkait dugaan pelanggaran, mereka lah yang akan bertanggung jawab.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pihak-pihak yang dirugikan saat berjalannya rekrutmen. Terakhir, Mulyo Aji berharap ke depannya tak ada lagi kecurangan dalam rekrutmen prajurit. Menurutnya, dengan rekrutmen yang hebat maka akan didapatkan prajurit yang hebat juga.(ra)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan