Kajianberita.com
Beranda Headline Kegagalan Proyek Lampu Pocong Bukan Pada Pengerjaannya, Sedari Awal Sudah Tak Masuk Akal

Kegagalan Proyek Lampu Pocong Bukan Pada Pengerjaannya, Sedari Awal Sudah Tak Masuk Akal

Bobby Nasution dan lampu pocong karyanya untuk Kota Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek lampu jalan yang dijuluki ‘lampu pocong’ oleh masyarakat gagal total. Kegagalan itu ia tuding karena kesalahan pengerjaan oleh pihak kontraktor. Namun sejumlah nitizen menilai kegagalan itu sebenarnya sudah sejak awal.

“Dari segi konsep,  proyek itu juga tidak masuk diakal. Tidak ada manfaatnya, hanya pemborosan belaka. bahkan membuat wajah Kota Medan jadi rusak,” kata Rizal, seorang nitizent dalam unggahanya di facebook.

Betapa tidak, lampu itu dibangun di lokasi-lokasi yang sudah terang. Jadi lampu itu sama sekali tidak terasa menfaatnya sebagai alat penerang kota, karena lokasi yang diterangi sebelumnya sudah terang.

Sementara dari sisi estetika, kata Rizal, disain lampu itu  sangat aneh. Jarak antara satu lampu dengan yang lain sangat dekat, bahkan hanya sekitar 5 meter. Sungguh sangat sia-sia.

“Saya tidak habis pikir mengapa muncul ide seperti itu. Mau dijadikan apa wajah kota Medan dengan lampu yang seperti itu,” katanya.  Karena itu Rizal berpendapat bahwa kegagalan Lampu Pocong Bobby Nasution itu tidak hanya karena pengerjaan proyek, tapi sejak awal sudah salah.

“Dilihat dari sisi estetika wajah kota, keberadaan lampu itu  sudah tidak bisa diterima akal,” kata Rizal yang juga seorang seniman design grafis.

Maka itu ia meminta sebaiknya Walikota Medan tidak menyalahkan kontraktor saja, tapi harus mengevaluasi diri  dan timnya agar kasus seperti itu tidak terjadi lagi. Janganlah buang uang rakyat sebesar Rp 25 miliar untuk sesuatu yang salah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Waklikota Medan Bobby Nasution mengakui kalau  pengerjaan proyek lampu pocong tersebut tidak sesuai dengan kontrak. Ia kemudian meminta agar kontraktor untuk mengembalikan dana senilai Rp21 miliar yang telah dipakai dalam proyek lampu pocong tersebut.

Diketahui, proyek lampu jalan yang viral tersebut bernilai Rp25,7 miliar dan anggaran Rp21 miliar sudah dibayarkan kepada kontraktor.

“Proyek lampu jalan yang selama ini disebut lampu pocong oleh masyarakat kami anggap proyek ini total loss atau proyek gagal,” ujar Bobby, dikutip Kilat.com dari akun Twitter @bobby_nasution_, Jumat 12 Mei 2023.

“Untuk itu, saya meminta kontraktor mengembalikan uang Rp 21 miliar yang sudah dipakai untuk mengerjakan proyek lampu ini,” sambungnya.

Anehnya, sampai sekarang Bobby tidak mau meminta maaf atas kegagalan proyek itu. Ia merasa kalau kebijakanya sudah benar, hanya pihak proyek yang salah.  Karena itu Bobby belakangan ini kerap dirujak nitizent.

Seorang netizen bernama Dayat Piliang @dayatpiliang mengatakan bahwa sejak awal proyek lampu jalan tersebut tidaklah masuk akal.

“Sedari awal project ‘lampu pocong’ ini udah nggak masuk akal. Tidak ada urgensi untuk memasang lampu jalan sebab yang sudah ada masih layak pakai,” ungkapnya.

Selain itu, Dayat Piliang juga menyoroti trotoar yang tidak layak karena rusak namun malah dipasangi lampu jalan. Alih-alih menambah penerangan, Dayat Piliang justru menyarankan agar trotoarnya yang diperbaiki. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan