Kajianberita.com
Beranda Headline Tidak Semestinya Bobby Lepas Tangan Dalam Kasus Gagalnya Proyek Lampu Pocong Medan

Tidak Semestinya Bobby Lepas Tangan Dalam Kasus Gagalnya Proyek Lampu Pocong Medan

Bobby Nasution merasa penyebab kegagalan proyek lampu pocong adalah kontraktor, bukan Pemko Medan

Kegagalan proyek pembangunan lampu pocong di Kota Medan menjadi pembicaraan hangat belakangan  setelah Walikota Medan Bobby Nasution menuding bahwa penyebab kegagalan ini adalah ulah kontraktor. Ia malah meminta kontraktor mengembalikan  dana Rp21 miliar dari total Rp 25 anggaran proyek yang sudah digelontorkan.

Dalam berbagai pernyataanya, Bobby selalu menuding kalau kontraktorlah  yang bersalah. Ia sama sekali tidak pernah merasa bertanggungjawab dalam proyek tersebut.

Sikap Bobby ini yang membuat nitizent terheran-heran, sebab Bobby seakan lapas tangan. Padahal, kalaupun proyek lampu pocong itu tetap dijalankan, wajah Kota Medan tetap akan rusak dibuatnya, karena perencanaan dan design proyek itu asal-asalan.

“Anak-anak pun tahu kalau proyek lampu pocong itu tidak beres. Untuk apa lampu sebanyak itu dipasang di tengah kota, padahal kota Medan telah terang benderang di waktu malam. Bukankah itu sebuah pemborosan,” ujar Anwar, warga Medan Johor.

Sikap Bobby menyalahkan kontraktor juga mendapat respon bertubi-tubi dari nitizent. Mereka heran,  mengapa pihak kontraktor dalam proyek ini yang disalahkan, bukannya pemerintah daerah yang telah melakukan perencanaan proyek ini.

 “Kenapa yang disalahkan kontraktor? Bukankah perencanaannya dari Pemda? Kontraktor hanya bisa disalahkan kalau tidak sesuai spek?” tanya akun @bungdree.

“Kontraktor bekerja sesuai spesifikasi teknis dan gambar shop drawing hasil dari pengembangan IFC yang diberikan pemberi tugas/konsultan perencana. Memang waktu memerintahkan kontraktor bekerja gak lihat spesifikasi teknis dan gambar dulu,” ujar akun @_Heyo_.

“Duit sudah dibayar artinya pek sudah selesai. Sudah melalui beberapa tanda tangan pihak-pihak terkait yang menganggap pek sudah sesuai term and condition. Pimpro, pengawa, kadis, dll. Kenapa cuma kontraktor yang disalahkan?” balas akun @isoskdkfofkalak.

“Emang selama pengerjaan gak ada pengawasan sama sekali? Gak ada satu pun yang liat materialnya, speknya, sampai jarak antar lampunya? Bentuknya yang neragin ke parit?” sambung akun @TheScr4pp.

Nitizent menuding, langkah Bobby menuding para kontraktor itu hanyalah trik agar ia tidak disalahkan dalam kasus itu. Bobby ingin menunjukkan bahwa ia adalah korban, padahal ialah yang seharusnya diminta pertanggugjawaban soal kasus tersebut.

Jangan lepas tanggungjawab, Bro.Kalau tidak mau bertanggungjawab, ya mundur saja. Bukanlah Bro dulu pernah mengatakan bisa telepon Menteri malam-malam,”  ujar Rizal dalam akun facebooknya.

Malah akademisi dan pengamat tata kota USU Jaya Arjuna menilai Bobby benar-benar tidak berpengalaman dalam administrasi pemeritahan.  Ia menyebut bahwa Bobby harusnya mengevaluasi soal sistem pengadaan barang dan pembangunan di Kota Medan.

Jaya juga merasa aneh dengan sikap Pemko Medan yang telah melakukan pembayaran sebesar 90 persen untuk proyek lampu pocong. Padahal pekerjaan baru mencapai 50 persen. Kebijakan itu menunjukkan adanya kesalahan dalam pengawasan.

“Jadi kan lucu katanya pekerjaan masih 50 persen tapi sudah dibayar 90 persen ini menunjukkan ada kesalahan di pengawasan. Karena yang menandatangani uang itu boleh keluar adalah konsultan pengawas, atau jangan-jangan tak ada konsultan pengawas,” ujarnya.

Proyek gagal itu, lanjut Jaya, selain tanggungjawab Bobbu, juga menjadi tanggung jawab DPRD Medan. Sebab anggaran proyek itu mendapat pengesahan dari DPRD Kota Medan.

Bobby sendiri tampaknya tidak peduli dengan ‘rujakan’ nitizent terhadapnya. Ia tetap menganggap kontraktor adalah pihak paling bersalah dalam kasus kegagalan proyek itu. Bodohnya lagi, banyak wartawan yang larut dengan permainan Bobby, sehingga ikut-ikutan menyuarakan apa saja yang dikatakan Bobby atas kesalahan orang lain.  (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan