Kajianberita.com
Beranda Headline Targetkan Penurunan Stunting  hingga 14%, Pemkab Toba Jalankan Intervensi Secara Intensif

Targetkan Penurunan Stunting  hingga 14%, Pemkab Toba Jalankan Intervensi Secara Intensif

Kabupaten Toba termasuk wilayah di Sumut yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Saat ini angka stunting di daerah itu mencapai 24,8 persen. Dalam dua tahun mendatang, Pemkab Toba menargetkan angka stunting itu turun menjadi  14 persen.

Terkait dengan pencapaian target itu, Pemkab Toba melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melaksanakan Rembuk Stunting 2023 di Balai Data Kantor Bupati Toba, Jumat, 12 Mei 2023. Acara itu juga sebagai momen berlakunya  Peraturan Bupati Nomor 146 Tahun 2023 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Toba.

Bupati Toba dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi Pembangunan Jhony DP Lubis menyatakan penurunan 14 persen ini harus dicapai dengan kerja keras.

“Saya mengharap semua pihak bersungguh-sungguh menjalankan program yang menjadi tanggung jawabnya dan berkolaborasi, mengedepankan terobosan dengan mengacu pada Rencana Aksi Nasional Penuruan Angka Stunting Indonesia, khususnya di Kabupaten Toba,” katanya.

Salah satu aksi konkret yang dilakukan dalam mengimplementasikan rencana aksi Percepatan Penurunan Stunting, adalah perlunya dilakukan intervensi secara intensif. Untuk itu, ia meminta Kepala Dinas PPKKB dan Pimpinan PD terkait hingga kepada Kepala Desa segera menyusun langkah spesifik tersebut.

Di antaranya, memastikan perencanaan dan anggaran prioritas di lokus dengan prevelensi stunting, lakukan perbaikan pengelolaan layanan sebagai prevelensi spesifik dan sensitif sesuai sasaran prioritas, melakukan kebijakan daerah dengan memuat kampanye dan komunikasi publik terkait perubahan perilaku masyarakat, harap Bupati.

Sebelumnya Ketua Pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2023 Kepala Dinas PPKKB dr. Juliwan Hutapea, menyampaikan bahwa menurut Studi status gizi Indonesia Kemenkes 2022, Prevelensi Kab Toba di angka 24,8%, sementara pada aplikasi Elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM)  Toba hingga bulan Agustus 2022 prevelensi stunting sebesar 8,11%.

Rembuk Stunting Tahun 2023 dilakukan dengan metode diskusi dengan lebih dahulu dilakukan penjelasan dari paparan narasumber dari BKKBN Prov Sumut yaitu Yusrizal Batubara dan dr. Juliwan Hutapea sekaligus sebagai Kepala Dinas.

Stunting merupakan gangguan pada pertumbuhan tubuh akibat kurangnya asupan gizi dan pola asuh yang kurang sehat. Stunting tidak hnaya menyebabkan tubuh anak lebih pendek, tapi tingkat kecerdasannya juga sangat rendah. Tingginya kasus stunting akan membuat sumber daya manusia Indonesia menjadi lemah. Oleh karena itu sudah menjadi program prioritas di seluruh Indonesia, upaya pemberantasan stunting harus ditingkatkan,

Turut hadir pada kegiatan Rembuk Stunting diantaranya Danramil 17 Balige Kapt Inf J Sinaga, perwakilan Polres, Kadis Pertanian TH. Sitorus, Kadis Kominfo Sesmon TB Butarbutar, Kadis Sosial Lalo Simanjuntak, Camat Uluan Antony Dolok Saribu, Camat Pintu Pohan Meranti Josten Sihotang, Camat Silaen Moses Simanjuntak, mewakili Kemenag, perwakilan TP PKK Kab. Toba, dan tamu undangan lainnya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan