Kajianberita.com
Beranda Headline Proyek Lampu Pocong Bobby akan Berlanjut, Ada Tuduhan Tender Diatur Orang Dekat Penguasa

Proyek Lampu Pocong Bobby akan Berlanjut, Ada Tuduhan Tender Diatur Orang Dekat Penguasa

Pemandangan Lampu Pocong di tengah kota Medan. Meski gagal, Walikota Bobby Nasution tetap ngotot melanjutkan proyek itu

Sudah diakui sebagai proyek gagal, namun walikota Medan Bobby nasution tetap mengatakam bahwa proyek Lampu Pocong yang menghiasai wajah Kota Medan akan terus dilanjutkan. Ia pun berharap warga Medan tidak nama menamakan proyek itu dengan sebutan Lampu Pocong, tapi menjadi lampu Trotoar.

Kata Kepala Bidang Bina Kontruksi Dinas Sumber Daya Alam Bina Marga Bina Konstruksi (Kabid SDABMBK) Kota Medan, , Fakhrul, menegaskan soal rencana melanjutkan proyek itu. Hanya saja konsepnya akan berubah.

“Saat ini kami masih dalam tahap evaluasi. Sebab, dari data sebelumnya, ada 10 ruas jalan yang dipasang lampu pocong itu. Setelah evaluasi, nanti rencananya proyek itu akan dilanjutkan dengan konsep yang berbeda,” kata Fakhrul, Sabtu (13/5/2023).

Menurut Fakhrul, pihaknya fokus melakukan evaluasi proyek lampu pocong yang sudah menelan anggaran Rp 21 miliar tersebut.  Pastinya, kelanjutan proyek itu, katanya  harus dengan persiapan dan perencanaan yang matang.

Fakhrul mengatakan, untuk konsep pembangunan lansekap yang akan dibuat nanti, konsepnya akan berbeda jauh dari yang sekarang ini.

“Proyek kita ini bukan lampu jalan, ya tapi lampu trotoar. Fungsinya menerangi jalan sebanyak 360 derajat. Sifat proyek ini street furniture, dan ini sudah lama didiskusikan,” jelasnya.

Disinggung apakah proyek lampu hias yang dipegangnya nanti juga berada di 10 ruas jalan, Fakhrul menjawab dengan tegas tidak sama.

“Tidak sama, karena kita mau evaluasi ruas jalan ini. Sebab kemarin 10 ruas jalan itu ada yang milik Provinsi dan lain-lain. makanya, terkait jalan kita evaluasi ulang juga,” paparnya.

Sebelumnya,  Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah mengakui kalau proyek lampu hias kota,  yang oleh masyarakat Medan disebut lampu pocong adalah produk gagal. Ia memaksa para kontraktor mengembalikan dana Rp 21 miliar yang sudah digelontorkan.

Namun upaya itu tidaklah mudah, seban pihak kontraktor mengaku sudah mengerjakan proyek itu sesuai rencana. Yang justru salah adalah rencana yang disiapkan Pemko Medan.

Mencuat pula kabar kalau yang memenangkan proyek itu adalah orang dekat walikota Medan, sehingga masalah penarikan dana itu dipastikan tidak akan mulus. Dikuatirkan para kontraktor itu akan buka suara.  Bahkan muncul pula tuduhan kalau sejak awal, orang dekat walikota terlibat mengatur proyek tersebut.

Menganai tuduhan ini.  Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan Topan Ginting enggan merespon. Para pejabat di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan yang menangani proyek ini sejak awal juga tidak ada yang mau bersuara. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan