Kajianberita.com
Beranda Headline Jaksa Pemeras Guru Sekolah di Batubara Dicopot dari Jabatannya, Bagaimana dengan Oknum Polisi?

Jaksa Pemeras Guru Sekolah di Batubara Dicopot dari Jabatannya, Bagaimana dengan Oknum Polisi?

Wajah oknum jaksa Kejari Batubara berinisial EK yang diduga peras tersangka narkoba Rp 80 juta dari ibu korban kasus narkoba

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejati Sumut) tak cuma memberikan sanksi disiplin terhadap Jaksa EKT yang diduga telah melakukan pemerasan terhadap keluarga tersangka dalam kasus narkotika di Kabupaten Batubara, Sumut. Jasa Agung juga meminta agar kasus pemerasan itu diproses.

“Oknum jaksa (EKT) tersebut harus diproses hukum dan diberikan hukuman yang setimpal,” kata Jaksa Agung Burhanuddin dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (15/5/2023).

“Saya akan tindak tegas sejauh mana kesalahan yang anda perbuat. Tidak ada tempat bagi jaksa-jaksa untuk menyelewengkan jabatan jaksanya,” tegas Burhanuddin menambahkan.

Dalam penjelasannya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan adanya kasus penanganan tersangka narkotika yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berinisial EKT dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara. Dalam penanganan kasus narkoba tersebut sebelum ke pendakwaan, Jaksa EKT meminta uang puluhan juta rupiah kepada keluarga tersangka.

Diduga tujuan permintaan uang tersebut agar Jaksa EKT dapat memanipulasi dakwaan terhadap tersangka supaya hanya mendapatkan hukuman rehabilitasi di panti narkotika. Dalam rilis Kejagung disebutkan, kasus pemerasan oleh Jaksa EKT tersebut saat ini dalam pengawasan oleh Kejati Sumut.

Kejati Sumut mengeklaim sudah memeriksa Jaksa EKT. Hasilnya Jaksa EKT diberikan sanksi disiplin berupa pencopotan jabatan sebagai jaksa penuntut di Kejari Batubara.

Selain itu, Jaksa EKT sementara ini dalam pengawasan di Kejati Sumut untuk pendalaman atas kasusnya tersebut. Akan tetapi, Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan, agar penjeraan terhadap Jaksa EKT tak cuma dengan memberikan sanksi disiplin.

Jaksa Agung juga mengingatkan Kepala Kejati Sumut agar tak main-main dalam melaksanakan fungsi pengawasan untuk pendalaman kasus terkait sepak terjang jaksa pemeras tersebut. Burhanuddin menegaskan agar Kepala Kejati Sumut terbuka, dan segera melaporkan hasil pendalamannya untuk dapat menyeret Jaksa EKT ke pemidanaan.

“Saya tegaskan jangan ada yang ditutup-tutupi, dan apabila ada temuan pidana segera sampaikan kepada media dan publik, dan agar dilakukan penindakan. Tidak ada toleransi bagi aparat penegak hukum dalam hal ini, jaksa, yang melakukan penyimpangan, apalagi pemerasan,” kata Burhanuddin.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin

Dari pemberitaan media-media lokal di Sumut, Jaksa EKT disebut seorang perempuan. Jaksa EKT yang menangani perkara narkotika atas tersangka anak dari seorang guru SD inisial Sarlina. Jaksa EKT meminta uang kepada Sarlina senilai Rp 100 juta agar anaknya tak dikenakan pasal-pasal peredaran narkotika.

Namun Sarlina, selaku orang tua tersangka hanya menyanggupi Rp 80 juta. Pun itu dikatakan pemberiannya dilakukan dengan cara dicicil. SR memberikan uang muka Rp 20 juta. Selanjutnya Jaksa EKT terus menagih sisa pelunasan uang ‘pembelian’ pasal-pasal keringanan tersebut.

Karena tidak tahan terus menerus diperas, akhirnya Sarlina melalui pengacaranya Thomy Faisal, mengadukan jaksa EKT ke kejaksanaan Agung dalam kasus pidana pemerasan.

Bukan hanya jaksa saja yang terlibat dalam kasus pemerasan itu. Tiga personil Polres  Batubara yakni  Aipda MF, Bripka DS dan Aipda DI juga diaduakan ke Propam Polda Sumut dalam kasus pemerasan terhadap Sarlina. Ketiga oknum ini terlibat Kerjasama dengan oknum jaksa tadi.

Pengacara Sarlita, Thomy Faisal, juga menunjukkan bukti rekaman video maupun suara berisikan pembicaraan antara kliennya dengan salah seorang oknum polisi di Polres Batubara pelaku pemerasan.

“Semua jelas buktinya ada kami pegang semua. Tiga oknum polisi ini Aipda MF, Bripka DS dan Aipda DI sudah kami laporkan ke Propam Polda Sumut,” kata Thomy Faisal, Sabtu (13/5/2023). Thomy pun menunjukkan bukti tanda terima pelaporan tiga oknum Polisi Polres Batu Bara yang disebutkannya tadi melalui STPL nomor 74/V/2023/Propam.

Namun sejauh ini belum ada Tindakan cepat dari Polda Sumut dalam menanggapi pengaduan itu. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan