Kajianberita.com
Beranda Headline Polda Sumut Tangani Satu Lagi Kasus Penganiayaan oleh Anak Perwira Polri, Diambil Alih dari Polrestabes Medan

Polda Sumut Tangani Satu Lagi Kasus Penganiayaan oleh Anak Perwira Polri, Diambil Alih dari Polrestabes Medan

Teuku Shehan, mahasiswa Kedokteran UISU saat menunjukkan foto luka yang dialaminya

Satu lagi kasus penganiayaan yang melibatkan anak perwira polisi mencuat akan ditangani Polda Sumut setelah hebohnya kasus penganiayaan yang melibatkan putra AKBP Chairuddin Hasibuan beberapa waktu lalu. Kasus yang baru ini berkaitan dengan seorang taruna akademi militer yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Magelang.

Dia adalah Zuan Endru, putra dari Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Zulkarnaen. Zuan telah diadukan ke Poltabes Medan  karena menganiaya Teuku Shehan Arifa Pasha, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU.

Kasus penganiayaan ini terjadi pada 18 Maret lalu di Kawasan komplek Setia Budi Medan. Kala itu Zuan sedang berlibur di Medan. Bersama adik dan teman-temannya,  Zuan terlibat persaingan dengan  Teuku Shehan memperebutkan seorang wanita.

Zuan yang cemburu kemudian mencari Shenan hingga akhirnya mereka bertemu tidak jauh dari gerbang Komplek Setia Budi. Di situlah  ia dan temannya menganiaya mahasiswa UISU tersebut.

Kasus penganiayaan ini berbuntut diadukannya Zuan ke Polrestabes Medan dan Pomdam I Bukit Barisan.

Dalam penanganannya, penyidikan kasus ini terkesan diperlambat. Hal ini tidak mengherankan, sebab ayah dari Zuan adalah perwira menengah di Polres Deli Serdang.  Segala upaya terus dilakukan pihak keluarga pelaku agar kasus ini tidak sampai diungkap ke permukaaan. Apalagi saat ini Zuan sudah kembali ke Magelang untuk menjalani pendidikan.

Namun pihak korban dan keluarga ngotot agar pemeriksaan terhadap Zuan terus dilanjutkan di Medan, karena ia adalah pelaku utamanya.

“Zuan adalah actor utama yang menganiaya saya,” kata Shehan.

Karena penanganannya sangat lambat,  Polda Sumut kemudian menarik kasus mahasiswa UISU itu dari Polrestabes Medan. Kasus itu sudah masuk ke tahap penyidikan.

“Untuk kasus Taruna Akmil proses penyidikannya saat ini ditarik Polda Sumut,” kata PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa kepada wartawan, Selasa (16/5/2023).

Fathir menjelaskan, pihaknya dan Polda Sumut akan bersama-sama menyelidiki kasus tersebut. Sebelum ditarik ke Polda Sumut, pihaknya sempat berupaya melakukan konfrontir terhadap tiga saksi yang memberikan keterangan berbeda.

“Ke depan kita bersama Polda akan melakukan penyidikan bersama-sama,” sebutnya.

Sejauh ini, ia menuturkan belum ada penetapan tersangka terkait perkara itu. Diketahui, Shehan membuat laporan atas penganiayaan yang dialaminya pada 19 Maret 2023.

Ayah Zuan Endru,  yakni Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Zulkarnain sudah berkali-kali membantah kasus penganiayaan itu. Ia mengatakan yang melakukan penganiayaan bukan Zuan Endru tapi adik Zuan, yakni Zofan.

“Bahwa pelaku penganiayaan itu bukan Zuan,  tapi  Zofan, ” kata Zulkarnain kepada wartawan.

Zulkarnain mengatakan bahwa  Zuan memang berada di lokasi saat kejadian pemukulan terhadap Shehan. Namun, Zuan  tidak ikut memukul. Melainkan melerai dan menarik Zofan yang sedang berantam dengan Shefan.

Tampak jelas Zulkarnain ingin melindungi anaknya Zuan agar tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia pun sengaja mengorbankan anaknya yang lain, yakni  Zofan.

Hal ini bisa dipahami, sebab jika Zuan dinyatakan sebagai tersangka, taruna Akmil itu berpotensi dipecat dari pendidikannya.

Namun Shehan dan keluarganya ngotot ingin mengungkap keterlibatan Zuan sebagaimana fakta yang terjadi. Apalagi korban pengalami pendarahhan di kepala akibat penganiayaan itu. Shehan bahkan sempat menjalani perawatan khusus di rumah sakit.

Tuntutan keluarga Shehan mendapat respon dari Polda Sumut. kasus ini kemudian diambil alih dari Polrestabes Medan untuk ditangani Polri di tingkat provinsi.

Shehan berharap tim penyidik Polda Sumut bisa bertindak  objektif dalam mengungkap kasus ini, sebab ia merasa tidak mendapat keadilan saat mengadu ke Polrestabes Medan dan Denpom I/BB. Terkesan kalau kedua  lembaga itu berpihak kepada keluarga pelaku.

Shehan semakin kecewa, sebab kasus penganiayaan itu sempat pula diwarnai tuduhan dari Kompol Zulkarnain bahwa keluarga mereka dituduh ingin memeras keluarga Zulkarnain dengan uang damai sebesar Rp300 juta.  Hal ini yang membuat keluarga Shehan sakit hati.

Bahkan mereka bertekad, kalaupun diberi uang damai Rp 1 miliar dari pihak zulkarnain, mereka akan menolak. Korban tetap akan membawa kasus ini ke ranah hukum. (faz)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan