Kajianberita.com
Beranda Headline Ancam Bunuh Wartawan yang Bongkar Bisnis Pengoplosan Gas Miliknya, Ketua OKP ini Ditangkap

Ancam Bunuh Wartawan yang Bongkar Bisnis Pengoplosan Gas Miliknya, Ketua OKP ini Ditangkap

Imran Surbakti ( kiri) dan pesan ancaman pembunuhan yang disampaikannya kepada wartawan Tribun-Medan

Namanya  Imran Surbakti, jabatannya salah sartu Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) di Medan. Sejak Jumat (8/9/2023) Imran harus mendekam di sel Polrestabes Medan setelah ia menyampaikan akan membunuh seorang wartawan yang telah membongkar usaha pengoplosan gas yang dilakukannya.

Imran Surbakti diamankan dari kediamannya di kawasan Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai tanpa ada perlawanan. Ia pun tidak mengelak soal ancaman yang telah ia layangkan kepada wartawan itu.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa saat ini proses hukum akan tetap berlanjut terhadap tersangka.

“Proses hukum lanjut, yang bersangkutan sudah kita tahan setelah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Fathir kepada wartawan, Minggu (10/9/2023). Pelaku dijeratkan dengan Pasal 29 Joncto 45B, tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Sebelumnya, Imran Surbakti di laporkan ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor Nomor STTLP/3012/IX/2023/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 7 September 2023.

Laporan dilayangkan langsung oleh Fredy Santoso, wartawan Tribun-Medan yang mengaku telah diancam dan dimaki-maki akan dibunuh oleh Imran Surbakti, seusai memberitakan kasus dugaan pengoplosan gas yang diduga dilakukan terlapor. Ancaman itu dikirimkan Imran Surbakti lewat aplikasi perpesanan instan, WhatsApp.

Awalnya, dia menanyakan keberadaan jurnalis Tribun-medan.com yang menuliskan kasus dugaan gudang gas oplosan itu. Dia juga sempat mengaku-ngaku sebagai wartawan. Tak berapa lama, dia mencoba menghubungi melalui WhatsApp.

Karena tak digubris, dia mengirim pesan bernada ancaman. Dalam pesannya, dia mengancam akan membunuh jurnalis Tribun-medan.com.

“K*n*ol dimana kita bisa jumpa ? aku juga watrawan k*nt*l. Kalau kita jumpa, nngak aku mati, kau (yang) mati,” tulis Imran Surbakti melalui nomor telepon 0812-6081-0416, Kamis (7/9/2023).

Tak lama kemudian, dia mengirimkan pesan lagi. Kali ini dia mengaku-ngaku sebagai wartawan. Tetapi pesan kali ini tidak jelas maksud dan tujuannya seperti apa.

“Aku wartawan juga. Tapi enngak pernah merasakan, aku uda capek untuk menghormati orang kalau orang yang dihargai tidak tau dihargai,” sambungnya

Ancaman itu yang mendorong Fredy mengaku ke Polrestabes Medan sehingga akhirnya Imran pun diciduk. Polisi juga sedang mengusut dugaan bisnis pengopolosan gas yang dilakukannya. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan