Kajianberita.com
Beranda Headline Goenawan Mohamad Akhirnya Sadar, Sekarang Akui Banyak Kebohongan Presiden Jokowi

Goenawan Mohamad Akhirnya Sadar, Sekarang Akui Banyak Kebohongan Presiden Jokowi

Konferensi pers sejumlah tokoh bangsa seusai mendatangi kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Minggu (13/11)

Sastrawan Goenawan Mohamad mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi negara saat ini. Terlebih pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 mengenai syarat usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Menurut dia, kepercayaan di zaman sekarang kepada sesama itu sangat tipis. Dia bahkan menyinggung nama Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dianggap tidak jujur dalam memimpin.

“Pertama, banyak sekali kebohongan yang juga diucapkan oleh presiden dan orang-orang lainnya. Kedua, karena semua sekarang ini bisa dibeli kesetiaan, suara bisa, kedudukan bisa dibeli,” ucap Goenawan dalam konferensi pers Majelis Permusyawaratan Rembang, Minggu (12/11).

Pendiri Majalah Tempo itu bilang bahwa warga negara kini kehilangan rasa percaya terhadap pemimpin dan pejabat negara akibat berbagai keputusan kontroversial. Dia pun mengkhawatirkan Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2024 yang dirasa cukup mencemaskan.

“Menurut saya semakin mencemaskan karena aturan bersama mulai dibongkar-bongkar, bahkan di pusat terjadinya konstitusi,” tuturnya.

Sejumlah tokoh bangsa mendatangi kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus untuk menceritakan tentang situasi negara saat ini. Koordinator Pertemuan Majelis Permusyawaratan Rembang Alif Iman Nurlambang mengatakan, mereka menyampaikan beberapa hal terhadap situasi yang sedang berkembang saat ini.

Menurut dia, situasi bangsa saat ini sangat memprihatinkan sehingga para tokoh perlu bertemu dengan Gus Mus. Dia menyebutkan, demokrasi Indonesia bak diontang-anting atau diayun-ayun.

“Kekuasaan terpusat di eksekutif, kemudian MK sebagaimana bukti buktinya ditemukan oleh MKMK ada intervensi ke yudikatif, kemudian juga ada situasi lain bahwa ancaman terhadap azas jujur dan adil pemilu,” ucap Alif.

Perubahan sikap Goenawan Mohammad itu membuat banyak orang tersentak, sebab selama ini ia dikenal sebagai salah satu pendukung utama  kekuatan Jokowi. Goenawan malah sangat aktif menggerakkan pengikutnya untuk membela Jokowi dari berbagai serangan.

Padahal Jokowi sendiri sudah lama dikenal banyak mengeluarkan pernyataan yang bohong. Tapi selama itupula Goenawam tetap diam. Ia selalu saja membela Jokowi, meski kebohongan yangh disampaikan presiden telah menjadi pembicaraan public.

Bahkan ketika istilah politik dinasti mulai muncul sejak Pilkada 2020 lalu, Goenawan Mohammad juga  diam. Padahal Jokowi jelas-jelas berada di balik naiknya anak dan menantunya menjadi walikota di Solo dan Medan.

Dan sekarang sekarang barulah Goenawan sadar bahwa kebohongan Jokowi sebenarnya sudah ada sejak lama. Tak heran jika muncul pertanyaan banyak orang,  mengapa baru sekarang  Goenawan sadar diri. Bisa saja dicurigai ada kepentingan politik untuk mendukung kandidat lain di balik semua itu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan