Kajianberita.com
Beranda Headline Israel Serang RS Indonesia di Gaza, 12 Orang Tewas, Pemerintah Jokowi Hanya Bisa Mengutuk!

Israel Serang RS Indonesia di Gaza, 12 Orang Tewas, Pemerintah Jokowi Hanya Bisa Mengutuk!

Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang diserang pasukan Israel. Pemerintah Indonesia tak mampu berbuat apapun selain mengutuk.

Di saat Pemerintah Indonesia berlagak mengecam invasi Israel di Palestina, Israel justru berbuat langsung di lapangan.  Tanpa mau mengomentari kecaman itu, mereka justru membalas dengan menyerang langsung Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza. Alhasil, suasana di rumah sakit itu porak poranda sehingga pasien terbengkalai  karena tak terurus.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, serangan tersebut menewaskan 12 orang. Bahkan menurut laporan tersebut ribuan pasien dan petugas medis di RS Indonesia serta pengungsi di sana “berada di ujung tanduk akibat bombardemen langsung dan terus menerus di RS Indonesia.”

Berdasarkan laporan WAFA sebelumnya bahwa ada delapan korban tewas akibat serangan tentara Israel ke Rumah Sakit Indonesia.

Kantor berita Palestina melaporkan bahwa di Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara itu ada 150 pasien, 100 petugas medis, dan ratusan pengungsi. Sejumlah saksi mengatakan serangan Israel menyebabkan rumah sakit itu tidak mendapat daya listrik karena generator mati.

Sejak Israel membombardir Gaza pada 7 Okober setelah serangan kelompok perlawanan Hamas, sedikitnya 13.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa, termasuk 9.000 wanita dan anak-anak, dan lebih dari 30.000 lainnya terluka, menurut data terbaru.

Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja rusak atau luluh lantak akibat serangan-serangan udara dan darat Israel. Selain memblokade Gaza, Israel juga memutus pasokan bahan bakar, listrik dan air ke wilayah kantung Palestina itu, serta mengurangi pengiriman bantuan hingga jumlahnya sangat sedikit.

Bagaimana balasan Indonesia?

Sejauh ini Pemerintah Indonesia hanya bisa mengutuk aksi israel itu dari balik tembok istana. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan, Indonesia mengutuk keras Israel yang menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan menewaskan warga sipil.

“Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” kata Retno berdasarkan transkrip pernyataannya yang dikirimkan Kemlu RI pada Senin (20/11).

Retno mendesak semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel harus menggunakan pengaruh dan kekuatannya mendesak agar menghentikan kekejamannya di Gaza. Dia menyebut hingga saat ini Kementerian Luar Negeri RI masih hilang kontak dengan sejumlah pihak dan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia.

“Saya sendiri telah menghubungi UNRWA (Badan PBB untuk pengungsi Palestina) di Gaza untuk menanyakan situasi RS Indonesia dan memperoleh jawaban bahwa UNRWA juga tidak dapat melakukan kontak dengan siapa pun di RS Indonesia saat ini,” kata Retno Marsudi.

Retno juga mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya menghubungi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Palang Merah Internasional, tetapi belum mendapatkan jawaban. “Saya akan terus berusaha untuk menghubungi berbagai pihak, guna memperoleh informasi terkait RS Indonesia dan keselamatan tiga WNI tersebut,” ujar Menlu RI Retno.

Retno saat ini sedang berada di Beijing, China bersama dengan Menlu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Palestina dan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK PBB) agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat juga dilakukan tanpa hambatan.

China merupakan salah satu anggota tetap DK PBB bersama dengan empat negara lainnya, yakni Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Prancis. Setelah dari China, para Menlu OKI selanjutnya akan terbang ke Moskow untuk menggalang dukungan serupa.

Al Jazeera melaporkan bahwa tank-tank Israel mengepung RS Indonesia di Gaza di mana sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan Israel sejak Senin pagi waktu setempat. Sebelumnya pada pekan lalu, Israel juga menyerang RS Al Shifa dan menuding Hamas memiliki pusat komando bawah tanah yang tersembunyi di bawah rumah sakit tersebut.

Adapun Prsiden Joko Widodo, sampai sekarang belum memberikan reaksi apapun. Presiden ini lagaknya ingin melakukan aksi diplomasi dunia untuk menghentikan serangan Israel. Nyatanya Israel bukannyan takut,  malah menyerang langsung symbol kekuatan Indonesia di Palestina, yakni RS Indonesia yang ada di Gaza.

Rakyat Indonesia hanya bisa berkoar-koar mengutuk aksi Israel itu. Tapi kalau Pemerintahnya tidak mampu berbuat apa-apa di tingkat dunia, ya, kita hanya bisa sebatas berkoar saja.  Itulah risiko punya presiden yang hanya terlihat hebat dalam pencitraan. (faz/ant)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-4618385670255637, DIRECT, f08c47fec0942fa0