Kajianberita.com
Beranda Headline MUI Ingatkan Semua Pihak Jangan Bercanda soal Agama, Apalagi Mengaitkannya dengan Pilpres

MUI Ingatkan Semua Pihak Jangan Bercanda soal Agama, Apalagi Mengaitkannya dengan Pilpres

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjadi sasaran kemarahan umat karena mengumbar candaan soal pengubahan ucapan Amin pada sholat dan doa bagi umat Islam

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kiai Haji Anwar Iskandar meminta candaan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) soal ucapan amin dalam shalat tidak kembali diulang. Ucapan Zulhas itu bisa menjadi boomerang karena berpotensi mengundang kemarahan ummat.

Ketua PAN ini menjadi sasaran protes masyarakat setelah ia mengatakan ada jamaah sholat  yang tidak mau lagi mengucapkan Amin setelah bacaan Alfatihan. Zulhas mengatakan kalau penolakan membaca Amin merupakan kecintaan umat kepada Prabowo.

Zulhas diketahui adalah pendukung calon presiden Prabowo Subianto. Sosok politisi ini memang penuh kontroversi sejak dulu. Bahkan ia pernah dipermalukan media barat karena dianggap menteri yang tidka pahan mengenai pelestarian lingkungan.

Pada musim Pemilu ini Zulhas aktif berkampanye untuk Prabowo sehingga ia pun kerap memunculkan cerita-cerita yang menggambarkan kehebatan Prabowo di masyarakat.  terkesan cerita itu mengandung kebohongan.

Termasuk cerita ketika ia mengatakan bahwa jamaah muslim yang menggantikan ucapan Amin menjadi qabul. Atau bahkan menolak sama sekali mengucapkan kata Amin dalam doa maupun sholat. Hal ini yang mengundang kemarahan dari Majelis Ulama Indonesia.

“Suatu kalimat yang disunnahkan oleh syariat untuk dibunyikan setelah orang membaca waladdhollin atau ketika orang berdoa. Itu hukumnya sunnah, aslinya seperti itu,” kata Anwar dalam keteranganya, Kamis 21 Desember.

Dia menjelaskan kata amin di penghujung Surat Al Fatihah ketika shalat, artinya mudah-mudahan Allah mengijabah permintaan saya, orang tua saya, dan guru-guru saya. Pengasuh Ponpes Al-Amien Kediri ini menyatakan bacaan amin di penghujung surat Al Fatihah sudah ada sejak zaman dahulu.

“Itu sudah ada sejak partai-partai ini belum ada, sudah ada sejak Indonesia belum ada, sudah ada sejak dahulu kala, dan akan selalu ada sampai kiamat,” ungkapnya.

Anwar mengatakan hal biasa ketika para jamaah mengikuti shalat tidak menyebut kata amin di penghujung bacaan Al Fatihah. Ia meminta bacaan amin tidak dipolitisasi oleh semua pihak dan tidak dicampuradukan dalam politik.

“Jadi, itu biasa saja, tidak ada urusannya sama Anies-Muhaimin. Tidak mengucapkan, tidak berarti shalatnya tidak sah, nggak ada urusannya sama politik,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan dalam rangka pemilihan presiden, ada calon presiden dan wakil presiden bernama Anies dan Muhaimin, untuk memudahkan kemudian disingkat jadi AMIN, artinya Anies dan Muhaimin. Tetapi, dua kalimat ini tidak sama, yang satu itu nuansa agama murni, yang satu nuansa politik Pilpres 2024.

Anwar meminta publik tidak melebih-lebihkan dan membuat polemik lebih panjang terkait apa yang disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan soal bacaan Amin dan jari saat tahiyat. Sebab, itu hanya bercandaan.

“Nah, kemudian akhir-akhir ini pak Kiai Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, juga Pak Anies Baswedan, dan terakhir Pak Zulhas membuat candaan dengan mengait-ngaitkan orang yang sedang shalat karena cintanya pada paslon tertentu, kemudian tidak mau mengucapkan Amin.

Bahkan saya lihat di video Pak Kiai Somad, menampilkan berbagai mazhab tentang jari yang diucapkan ketika tahiyat. Bagaimana mazhab Maliki, mazhab Syafi’i, dan lain-lain,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, terakhir candaaan Kiai Somad tentang orang yang mendukung calon tertentu ketika tahiyat tidak pakai satu jari tapi dua jari, itu bercandaan.

Anwar menegaskan saat ini suasana politik memanas. Banyak hal dikait-kaitkan dengan politik. Ia juga meminta semua pihak, termasuk para capres-cawapres berhati-hati untuk bercanda soal agama.

“Nah, karena ini nuansanya politik sehingga akhirnya jadi ramai. Akhirnya ramai. Tetapi, saya berharap bahwa kita ini berhati-hati. Saya minta ketika para ustaz ngaji berhati-hati dalam bercanda. Ketika capres berpidato atau bercanda, hati-hati bercanda. Ketika pimpinan partai bercanda dengan diksi-diksi agama, saya berharap supaya hati-hati,” pesannya.

Anwar berharap kepada seluruh bangsa, rakyat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan Indonesia. Tetap menjaga Indonesia yang damai, pemilu yang damai, Indonesia yang aman. Jangan sampai karena kasus itu dapat terprovokasi.

“Kita tidak ingin bahwa pemilu ini akan berakibat pecahnya persatuan Indonesia. Persatuan ini mahal sekali,” katanya menegaskan. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan