Kajianberita.com
Beranda Politik Lagi-Lagi Izin Kampanye Anies Dicabut, Kampanye Akbar Pasuruan Terpaksa Dipindahkan ke Lokasi Lain

Lagi-Lagi Izin Kampanye Anies Dicabut, Kampanye Akbar Pasuruan Terpaksa Dipindahkan ke Lokasi Lain

Kampanye Anies Baswedan yang selalu mendapat dukungan penuh dari para pendukungnya

Ketakutan penguasa kepada Anies Baswedan sudah teramat sangat. Segala daya upaya terus dilakukan untuk mengganggu kampanye Anies yang selalu mendapat sambutan riuh dari masyarakat.

Seperti yang terjadi hari ini di Pasuruan, tiba-tiba saja Pemerintah Daerah setempat mencabut izin penggunaan  Lapangan Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi kampanye akbar Anies di Jawa Timur.

Apa boleh buat, panitia terpaksa harus memindahkan lokasi kampanye  ke tempat lain, yakni di Kabupaten Lumajang.

Juru Bicara Tim Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Provinsi Jatim Fauzan Fuadi membenarkan hal itu. Ia menyebut alasan pencabutan izin lokasi pun tak jelas.

Izin penggunaan lapangan itu sebenarnya sudah diberikan oleh Pemerintah Desa Martopuro kepada tim panitia kampanye akbar AMIN, pada Senin 29 Januari 2024, melalui surat bernomor: 028/041/424.316.2.05/2024, yang ditandatangani Kades Martopuro, Rianto. Namun izin penggunaan lapangan itu mendadak dicabut hanya selisih sehari setelahnya, Selasa 30 Januari 2024, melalui surat bernomor; 470/42/424.316.2.05/2024.

“Iya rencana awal di Pasuruan. Tapi izin dicabut dengan alasan yang misterius,” kata Fauzan saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (2/2).

Kampanye akbar yang mestinya dihadiri Anies-Cak Imin dan pengisi acara itu akhirnya terpaksa harus dipindah ke lokasi lain. Kabupaten Lumajang pun dipilih menjadi pengganti.

Fauzan mengatakan, pembatalan dan pencabutan izin semacam ini sudah biasa dialami oleh AMIN di berbagai tempat. Meski merasa dirugikan, pihaknya memilih fokus untuk melakukan kerja pemenangan.

“Kami sudah biasa mengalami hal semacam ini. Ya kami tetap fokus saja melakukan kerja pemenangan yang hanya tinggal menghitung hari ini  jelang 14 Februari 2024,” katanya.

Sementara itu, Kades Martopuro Rianto membenarkan telah mencabut izin penggunaan lapangan di desanya untuk kegiatan kampanye akbar AMIN. Alasan yang pertama ialah karena tim dan pihak panitia kampanye AMIN tidak melakukan komunikasi secara langsung kepada pihaknya. Ia hanya menerima surat permohonan berformat PDF.

“Kan belum komunikasi secara langsung panitia timnya itu. Jadi gini suratnya itu PDF, jadi [pemerintah] desa belum menerima [surat permohonan] fisik sampai dengan hari ini,” kata Rianto saat dikonfirmasi. Alasan Rianto terkesan sangat mengada-ngada.

Namun melihat jumlah massa yang hadir sangat banyak, maka berbagai alasan terus dicari untuk membatalkan izin penggunaan lokasi kampanye itu. Bisa dipastikan Rianto sebagai kepala desa sudah mendapat tekanan dari kelompok tertentu untuk membatalkan izin yang telah ia berikan. (cnn)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan