Kajianberita.com
Beranda Politik Timnas AMIN Ajak Masyarakat Pro Perubahan, Sebut Luhut Tak akan Bisa Lagi Mengatur Negeri ini

Timnas AMIN Ajak Masyarakat Pro Perubahan, Sebut Luhut Tak akan Bisa Lagi Mengatur Negeri ini

Co-Captain Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Thomas Lembong bersama Co-Captain Timnas AMIN Azrul Tanjung dalam acara Konsolidasi Warga Muhammadiyah DKI Jakarta untuk pemenangan AMIN.

Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) mengajak masyarakat untuk tidak takut dengan perubahan, karena hal itu menunjukkan kemajuan.

“Namanya hidup itu harus berubah, perubahan menunjukkan kedinamisan, menunjukkan kemajuan,” kata Co-Captain Timnas AMIN, Azrul Tanjung dikutip di Jakarta, Minggu (4/2/2024)

Bahkan, kata dia, perubahan merupakan sesuatu hal yang pasti dalam hidup. Filsuf Yunani, Heraclitus menyebut satu-satunya yang konstan dalam hidup adalah perubahan itu sendiri.

“Jika kita tidak ingin berubah, itu namanya statis atau jalan di tempat, kita akan tertinggal. Tentunya kebijakan baik bagi masyarakat akan ditingkatkan dan yang buruk atau tidak bermanfaat bagi masyarakat, akan kita perbaiki. Itulah makna perubahan,” tuturnya, menegaskan.

Dia menjelaskan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang dimaksud tidak mulai dari nol, tapi meningkatkan manfaat program yang bermanfaat bagi masyarakat dan memperbaiki program atau kebijakan yang kurang bermanfaat.

“Allah SWT saja berfirman tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum tersebut yang mengubahnya. Ini perintah Al Quran. Jadi kenapa harus takut dengan perubahan,” ujarnya.

Pernyataan Azrul itu menanggapi unggahan Menko Marves Luhut B Panjaitan dalam akun sosial medianya. Luhut menganggap kebijakan yang telah dijalankan Jokowi selama ini sudah sangat baik. Tidak perlu diubah. Yang perlu adalah dilanjutkan.

“Kontinuitas menjadi kunci, keberlanjutan menjadi kunci. Tidak perubahan, perubahan itu kita mulai dari nol lagi, mulai dari nol lagi itu saya mengalami 10 tahun sebagai pembantu presiden, sebagai Kepala Staf Presiden dan sebagai menteri beberapa jabatan tidak gampang,” kata Luhut.

Menurut Azrul, mungkin yang ditakutkan Luhut, adalah perubahan rezim, sehingga tidak bisa lagi mengatur negeri ini.

Sebagaimana diketahui, Luhut adalah Menteri yang paling berkuasa selama masa pemerintahan Jokowi. Selain sebagai Menteri Kemaritiman dan Investasi, ia juga memegang sejumlah jabatan tinggi lainnya.  Setidaknya ada 15 jabatan penting yang diberikan Jokowi kepada Luhut, yaitu, Kepala Staf Kepresidenan,  Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri Koordinator PPKM Jawa-Bali, Ketua Dewan Pengarah Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional,  Ketua Tim Gerakan Nasional bangga Buatan Indonesia (BBI),  Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung,  Ketua Dewan SDA Nasional Ketua Pengarah Satgas Sawit,  dan Ketua Satgasus Percepatan Realisasi Investasi di IKN.

Dengan sejumlah jabatan mentereng itu, maka tak heran kalau Luhut merupakan pendukung berat Jokowi. Di matanya, Jokowi adalah presiden terbaik, maka itu Luhut sangat tidak suka kepada para pihak yang tidak setuju dengan kebijakan Jokowi.

Luhut pun sangat anti kepada Anies Baswedan, sebab kalau Anies yang berkuasa, semua penyelewengan yang terjadi di masa Pemerintahan Jokowi pasti akan dibongkar.  Bisa-bisa Luhut pun akan terjaring.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan