Kajianberita.com
Beranda Headline Erick Thohir Cs Sengaja Fitnah Anies Baswedan yang Katanya Ingin Ubah BUMN jadi Koperasi

Erick Thohir Cs Sengaja Fitnah Anies Baswedan yang Katanya Ingin Ubah BUMN jadi Koperasi

Calon presiden Anies Baswedan berkali-kali mendapat serangan fitnah dari kubu penguasa. Fitnah terbaru menyebutkan Anies akan mengubah BUMN menjadi koperasi. Adalah Menteri BUMN Erick Thohir yang menyebarkan fitnah itu.

Tidak jelas asal muasalnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebarkan kabar ke seluruh media bahwa calon presiden Anies Baswedan akan mengubah semua BUMN menjadi koperasi manakala terpilih sebagai presiden pada Pemilu mendatang.  Erick lantas menyebutkan bahwa Tindakan Anie situ akan membuat jutaan orang menganggur.

Erick tidak menjelaskan dari mana ia mendapatkan kabar itu. Namun ia terus mengembangkan isu kalau Anies Baswedan adalah musuh para pegawai BUMN. Di sisi lain, Erick mengaku  para pegawai BUMN telah membuktikan diri sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang saat ini pertumbuhannya mencapai 5 persen.

Menurutnya, seluruh korporasi milik negara pada tahun 2023 telah menghasilkan deviden terbesar dalam sejarah di Indonesia, yakni sebesar Rp 82,1 triliun, sehingga keuntungan yang didapat dari BUMN telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

“Jika dinilai ada kekurangan, memang tidak ada yang sempurna. Tapi kita lihat hasilnya hari ini sudah terbukti bagaimana BUMN itu bisa untung Rp250 triliun, sudah memberikan kontribusi besar, kepada negara yang dipakai untuk program-program yang sedang dilakukan pemerintah, seperti program kesehatan, pangan,” ujarnya.

Kubu Anies Baswedan tentu saja sangat terheran-heran dengan munculnya isu itu.  Dengan lantas Anies mengatakan kalau isu itu tidak benar.

“Sungguh fitnah yang di luar dugaan. Mana mungkin BUMN dihapus. Jika Pak Menteri yang ngomong, memang Pak Menteri enggak berpikir kritis? Di mana critical thinking-nya?” kata Anies dalam acara Desak Anies di Semarang seperti dikutip Selasa (6/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian menjelaskan bahwa negara punya dua tugas yang harus diemban. Pertama, adalah birokrasi seperti tugas kementerian, badan, dan dinas, kemudian kedua adalah korporasi seperti BUMN dan BUMD. Tugas kedua adalah mengarah pada pembangunan. Oleh sebab itu ia menyebut BUMN tidak bisa dipandang sebagai badan pencari untung negara.

Menurut Anies, ada jenis kegiatan pembangunan yang lebih sulit bila dilaksanakan secara birokrasi namun lebih mudah secara korporasi.  Ia mencontohkan pengalamannya membangun transportasi umum di DKI Jakarta.

Kala itu, ia mengaku kesulitan mengurusnya dari Dinas Perhubungan, namun tidak ketika dialihkan ke BUMD. Badan ini bisa menganggarkan belanja dengan mudah, merekrut pekerja, hingga memiliki kelenturan korporasi lainnya.

“BUMN bukan diarahkan mencari keuntungan, tapi menjalankan fungsi pembangunan. Baik kalau punya untung tapi bukan prioritas perdana,” ujar Anies.  Makanya Anies sangat terheran-heran dari mana Erick bisa memunculkan isu itu.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebarkan isu kalau Anies akan mengubah BUMN menjadi koperasi. Tidak jelas dari asal muasal isu itu berkembang. Erick lantas memerintahkan anak buahnya untuk terus menyebarkan kabar itu kepada publik. Erick termasuk tim kampanye dari Prabowo-Gibran

Anies yakin itu adalah fitnah yang sangat bodoh. Malah bukan hanya Erick, pada stafnya di BUMN seakan dikerahkan untuk menyebarkan isu itu. Salah satunya yang dilakukan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir  dan Arya adalah pendukung pasangan Prabowo-Gibran. Keduanya juga dikenal sebagai ‘penjilat’ penguasa. Keduanya langsung saja kompak menyebarkan kabar kalau Anies ingin mengubah BUMN menjadi koperasi.

“Memang idenya aneh mau jadikan BUMN jadi koperasi, dan buat 1,6 juta karyawan BUMN nganggur semua dan belum lagi pihak-pihak ketiga yang mendukung BUMN banyak banget, berapa juta keluarga yang akan terganggu dengan ide tersebut,” kata Arya  kepada wartawan.

Namun Arya sendiri tidak tahu dari mana isu itu beredar. Ia hanya mengatakan  isu itu beredar dari salah satu tim sukses (timses) pasangan calon presiden (capres).

Anies Baswedan hanya bisa tertawa-tawa mendengar peredaran itu itu.  ia melihat betapa bodohnya pejabat di BUMN karena menyebarkan isu yang tidak masuk akal.

“Sungguh isu itu sangat bodoh dan tidak bisa diterima akal. Sampai kapanpun BUMN harus tetap ada karena itu sangat dibutuhkan negara. Koperasi juga akan jalan sendiri karena sangat  membantu perekonomian masyarakat. Mungkin yang mengembangkan isu itu kurang wawasan,” kata Anies seraya menyayangkan pengetahuan Erick Thohir dan para stafnya tersenyum. (*)

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan