Kajianberita.com
Beranda Headline Agar Aman dari Tuduhan Korupsi Dana Desa, Sejumlah Kades Ramai-ramai Dukung Prabowo-Gibran

Agar Aman dari Tuduhan Korupsi Dana Desa, Sejumlah Kades Ramai-ramai Dukung Prabowo-Gibran

Sejumlah kepala desa di Kabupaten Serang kompak berkampamye untuk pasangan Capres nomor 2 Prabowo-Gibran dengan jaminan bebas dari pemeriksaan dana desa. Kasus ini telah diadukan warga ke Bawaslu, tapi sejauh ini Bawaslu hanya bisa berjanji akan mengusut.

Gerakan mengerahkan kekuatan para kepala desa untuk mendukung kampanye pasangan Prabowo-Gibran semakin marak mencuat dim mana-mana. Aksi dukungan kepala desa itu muncul setelah mencuat ancaman kalau kepala desa yang tidak mendukung pasangan Prabowio-Gibran, maka  keuangan desanya akan diperiksa secara ketat.

Beberapa kepala desa di Jawa Tengah sudah menjalani pemeriksaan karena tuduhan penyelewengan dana desa.  Aksi aparat keamanan ini mendapat sorotan dari Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud dan juga dari pihak Tim Nasional Kampanye Anies -Muhaimin (AMIN).

Deputi Politik Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta tim pemenangan daerah (TPD) untuk melakukan advokasi hukum kepada kepala desa yang diperiksa. Upaya advokasi dilakukan untuk meminimalkan gangguan dalam proses maupun pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kami ingin Pemilu yang jurdil. Kalau itu tidak dilakukan, maka gerakan politik untuk mengawal demokrasi mungkin tone-nya akan lebih keras lagi,” ujar Andi kepada kajianberita.com pada Rabu (7/2/2024).

Selain itu, Andi mengingatkan  bahwa interaksi antara Polisi dengan kepala desa yang kini ramai dibicarakan itu semestinya tidak mengandung unsur intimidasi dan arahan-arahan politik ke salah satu pihak. Ia meminta  supaya aparat netral dalam proses maupun pelaksanaan kontestasi politik Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Pernyataan Andi ini muncul seiring dengan maraknya pemeriksaan sejumlah kepala desa di berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera. Mereka yang diperiksa kabarnya enggan menyatakan dukungan kepada paslon nomor 2. Adapun pemeriksaan itu terkait dengan penggunaan dana desa dan  bantuan dari pemerintah provinsi. Kepala desa yang diperiksa kebanyakan berasal dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng. Selain itu pemeriksaan terhadap kepala desa tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

tak bisa dibantah, pemeriksaan para kepala desa itu memberikan efek politis yang bisa ditebak. Mencuatnya kabar semakin banyak kepala desa di berbagai wilayah di Indonesia yang terang-terangan   melakukan kampanye untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Mereka tidak lagi takut melanggar aturan karena langkah itu dianggap lemah aman dari tuduhan korupsi.

Langkah seperitu itu semakin banyak dilakukan para Kepala Desa di wilayah Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.  Para kepala desa itu bakan tidak segan-segan mengajak masyarakatnya memilih pasangan Prabowo-Gibran. Mereka pun tidak takut untuk berpose di depan kamera dengan gambar Prabowo-Gibran di tangan.

Bawaslu sama sekali tidak bisa memberikan tindakan apapun kepada para kepala desa itu  karena ada kekuatan penguasa yang mengawal aksi para kepala desa itu.  Sejuah ini Bawaslu hanya berjanji akan mengusut.  Ya, hanya sebatas janji.

Sudah banyak laporan  masyarakat ke Bawaslu terkait manuver para kepala desa ini. Bahkan ada yang laporannya sangat lengkap, termasuk data, tempat, lokasi, pelaku dan juga foto-foto kampanye yang dilakukan para kepala desa itu. Pihak Bawaslu hanya bisa menerima laporan itu tanpa berani bertindak. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan