Kajianberita.com
Beranda Headline Andi Widjajanto Bongkar Misi Jokowi Mendukung Prabowo dan Menurunkan Suara PDIP di Parlemen

Andi Widjajanto Bongkar Misi Jokowi Mendukung Prabowo dan Menurunkan Suara PDIP di Parlemen

Mantan Gubernur Lemhanas yang juga Deputi Politik 5.0 Tim Pendukung Nasional Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto membongkar misi Jokowi untuk mendukung Prabowo sebagai presiden dan mendorong suksesnya PSI masuk DPR RI

Perseteruan antara Jokowi dan PDIP tidak terbantahkan lagi.  Mantan Gubernur Lemhanas yang juga Deputi Politik 5.0 Tim Pendukung Nasional  Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto membeberkan tiga hal yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya terkait Pemilu 2024. Ketiga hal itu adalah,  Prabowo harus menang di Pilpres, PSI lolos ke DPR, dan suara PDIP turun.

Secara terus terang Andi mengatakan ketiga hal itu pernah disampaikan Jokowi kepadanya, tepatnya dua hari sebelum anak sulungnya Gibran Rakabuming Raka dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo.

“Kira-kira, Prabowo pasti menang, lalu PSI akan masuk parlemen, lalu yang nomor 3 suara PDI Perjuangan akan turun,” kata Andi sebagaimana dikutip Kajianberita.com dari Podcast Political Show CNN Indonesia. Dari pernyataan Andi ini semakin terungkap betapa Jokowi dan PDIP sudah saling mendendam.

Andi sendiri adalah mantan Gubernur Lemhannas yang sebelumnya dikenal sebagai “orang Jokowi”. Andi pernah menjadi Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) setelah Pilpres 2014. Andi juga pernah menjabat Sekretaris Kabinet.

Ia mengklaim tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Jokowi soal Prabowo akan menang dan PSI masuk parlemen. Namun, ia kaget dengan pernyataan Jokowi yang menyebut suara PDIP akan turun.

“Ketika Pak Jokowi mengatakan suara PDI Perjuangan turun, di situ saya masalah,” ujarnya.

Andi menilai pernyataan itu bermasalah karena Jokowi masih berstatus kader PDIP. Namun, saat itu Andi mengaku hanya diam saat mendengar pernyataan tersebut.

“Saya mengatakan, ‘Loh Bapak masih kader, dalam hati ya, bapak masih kader kenapa kemudian membuat rencana untuk menurunkan suara partai sendiri’,” katanya.

“Saya diam saja, mendengar, selesai, saya pulang cenderung tidak mengatakan apa-apa,” ujar Andi menambahkan.

Pernyataan terbuka Andi ini belum direspon oleh pihak istana. Namun dalam beberapa kegiatanya di masyarakat, terlihat sekali kalau Presiden Joko Widodo  sangat dekat dengan para politisi PSI dan merupakan pendukung utama Prabowo Subianto saat mencalonkan diri sebagai presiden.

Dalam kampanye akbar di GBK Sabtu ini, Prabowo kembali menyebut nama Jokowi sebagai pihak yang mendukung pencalonannya di Pilpres 2024.  Ia pun mengatakan akan melanjutkan kebijakan pembangunan yang dijalankan Jokowi selama ini.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan