Kajianberita.com
Beranda Headline Jika Prabowo Subianto Jadi Presiden RI, Siapa yang Bakal Menjabat Ibu Negara?

Jika Prabowo Subianto Jadi Presiden RI, Siapa yang Bakal Menjabat Ibu Negara?

Prabowo dan Titiek Suharto sudah bercerai tapi tetap saling mendukung

Media asal Singapura, Channel News Asia menyoroti status lajang calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Ketidakhadiran ibu negara Indonesia atau first lady, dibahas oleh CNA sebelum pencoblosan pemilu  2024 digelar.

“Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bisa menjadi presiden pertama tanpa istri dalam sejarah negara ini. Ketika persaingan semakin memanas, para ahli dan istri kandidat memperdebatkan pentingnya ibu negara, dan siapa yang mungkin mengisi peran tersebut,” seperti dikutip dari Channel News Asia pada Kamis, 19 Februari 2024.

Tidak seperti calon presiden lainnya yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, Prabowo masih lajang. “Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia tidak akan mempunyai ibu negara, jika Pak Prabowo menjadi presiden kedelapan negara tersebut,” kata Channel News Asia.

Media ini menulis bahwa peran ibu negara, atau dalam bahasa Indonesia adalah ibu atau perempuan negara, tidak ditentukan oleh konstitusi Indonesia. Namun, mengutip Feri Amsari, pakar hukum tata negara di Universitas Andalas Padang, seorang ibu negara dapat memainkan peran penting dalam bidang-bidang kenegaraan tertentu yang tidak selalu dapat ditangani oleh seorang presiden.

“Misalnya Ibu Tien Suharto dan Ibu Ani Yudhoyono, istri presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, ibarat permaisuri atau ratu di sebuah kerajaan,” kata Feri.

Tien Soeharto memprakarsai pendirian rumah sakit pertama di Indonesia untuk pasien kanker. Sementara Ani Yudhoyono pernah menjadi wakil ketua partai politik suaminya, Partai Demokrat.

Seorang ibu negara bisa mempunyai beberapa peran, menurut Athiqah Nur Alami, peneliti Pusat Penelitian Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).  Ibu negara biasanya mendampingi presiden selama perjalanan dalam negeri atau luar negeri. “Memiliki ibu negara yang mendampingi presiden dapat meningkatkan atau mendongkrak citra dan kredibilitas presiden,” kata Athiqah.

Ketika pergi ke luar negeri, ibu negara akan terlibat dalam diplomasi budaya, dan  mengikuti kegiatan sosial. “Kami juga melihat contoh dimana ibu negara menggantikan presiden dalam kegiatan non-politik seperti acara seremonial seperti peresmian sekolah dan kegiatan amal,” kata Athiqah.

Sejak kemerdekaan Indonesia pada 1945, negara ini telah memiliki beberapa ibu negara. Fatmawati Sukarno, istri presiden perdana Indonesia Sukarno, menjahit bendera pertama negara tersebut. Ainun Habibie, istri presiden ketiga BJ Habibie yang berkuasa selama lebih dari setahun, menjabat sebagai ketua organisasi nirlaba Bank Mata Indonesia.

Istri presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, adalah aktivis aktif pluralisme agama dan ras. Ketika negara ini dipimpin oleh presiden kelima Megawati Soekarnoputri antara tahun 2001 hingga 2004, Indonesia tidak memiliki ibu negara melainkan bapak negara dalam bahasa Indonesia, yang berarti bapak atau laki-laki negara.

Suaminya, politisi, Taufiq Kiemas, berada di sisi Megawati ketika ia mendirikan partai yang berkuasa saat ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di akhir tahun 90an. Seperti ibu negara sebelumnya, ia menemaninya selama pertemuan bilateral, dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Menurut Athiqah mengatakan dalam masyarakat Indonesia yang patriarki, masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kekeluargaan tradisional. “Oleh karena itu, memiliki ibu negara merupakan hal yang penting karena dipandang sebagai memiliki seorang ibu dalam sebuah keluarga,” kata Athiqah dilansir dari Channel News Asia.

Prabowo, menikahi putri Suharto, Titiek Suharto, pada 1983. Namun mereka berpisah beberapa saat setelah presiden kedua tersebut jatuh dari kekuasaan pada tahun 1998.

Muncul spekulasi kalau kedua pasangan ini akan rujuk.  Indikasi itu terlihat dari dukungan yang diberikan Titiek Suharto kepada Prabowo dalam beberapa pertemuan. Namun belum ada pernyataan resmi dari keduanya mengenai rencana rujuk itu. Hingga saat ini Prabowo masih berstatus lajang duda. (tem)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan