Kajianberita.com
Beranda Headline Lima Tokoh Sumut Bersaing Ketat Merebut 3 Kursi DPD RI yang Tersisa

Lima Tokoh Sumut Bersaing Ketat Merebut 3 Kursi DPD RI yang Tersisa

Pendeta Penrad Siagian dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) terpilih sebagai salah satu anggota DPD RI asal Sumut

Dari empat jatah kursi Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI untuk  Provinsi Sumut, satu kursi sepertinya sudah menjadi milik Dedi Iskandar Batubara, Ketua Al-Washliyah Sumut yang sampai hari ini memimpin jauh dalam perolehan suara pada proses penghitungan realcount yang dilakukan KPU. Tiga kursi lainnya tengah diperebutkan oleh para kandidat lainnya.

Mencuat nama lima tokoh yang bersaing ketat dalam merebut tiga kursi itu. Mereka adalah tiga anggota DPD petahana, yakni Ustad Muhammad Nuh, Ustad H Faisal Amri,  dan Badikenita Br Sitepu, dan tokoh lainnya, yakni Pdt Penrad Siagian,  dan Parlindungan Purba.

Dari kelima calon anggota DPD itu, saat ini nama Pdt Penrad Siagian berada di posisi kedua setelah Dedi Iskandar Batubara. Sampai pukul 13.00 wib, Jumat 16 Februari 2024, Penrad Siagian sudah mengumpulkan 109.141 suara atau sekitar 7,29 persen.

Menyusul Faisal Amir dan  Muhammad Nuh yang masing-masing sudah memperoleh lebih dari 102 ribu suara, kemudian Bedikanita Br Sitepu dengan perolehan sekitar 100 ribu suara.

Parlindungan Purba yang dua periode lalu pernah  menduduki kursi DPD dari sumut sejauh ini baru mengumpulkan sekitar 99 ribu suara.

Di antara lima tokoh yang bersaing ini, nama Penrad Siagian merupakan sosok yang baru.  Penrad saat ini menjabat sebagai  Direktur Paritas Institute Jakarta. Ia pernah pula duduk sebagai Sekretaris eksekutif Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Sedangkan empat nama lainnya relatif sudah dikenal masyarakat Sumut dalam kiprah mereka sebagai anggota DPD RI.

Meski saat ini bertugas sebagai tokoh agama di Jakarta, namun Penrad merasa dukungan masyarakat Sumut lebih besar kepadanya sehingga ia memutuskan maju sebagai calojn anggota DPD dari provinsi ini.

Pdt Penrad Siagian,  lahir di Rantau Prapat pada 1976, menikah dengan Pdt. Elvita Sembiring Meliala (Pendeta GBKP). Pada saat kuliah, ia akfit di Biro Pemuda PGI Wilayah Sumut. Setelah lulus dari STT Abdi Sabda Medan pada tahun  2000, ia melanjutkan study di Universitas Duta Wacana dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga selesai  pada 2013.

Dalam perjalanan organisasi, ia pernah bertugas pada Biro Dialog antar Iman Sinode GBKP tahun 2005-2010, sebagai Steering Committe Hubungan Islam Kristen Konsorsium Indonesia-Belanda pada tahun 2008- 2011. Selain itu, dia juga aktif di Pusat Study Agama- agamaUKDW Yogyakarta. Pernah menjabat sebagai Sekretaris eksekutif PGI tahun 2015-2019. Serta pendiri dan Direktur Paritas Institut hingga saat ini. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan