Kajianberita.com
Beranda Headline Moeldoko Tak Mau Hadiri Pelantikan AHY Jadi Menteri, Tetap ngotot Mau Rebut Partai Demokrat?

Moeldoko Tak Mau Hadiri Pelantikan AHY Jadi Menteri, Tetap ngotot Mau Rebut Partai Demokrat?

Moeldoko dengan pakaian Partai Demokrat

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menolak hadir pada pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara hari ini, Rabu (21/2). Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, Moeldoko sama sekali tak terlihat di barisan pejabat negara. Padahal sebagai kepala Staf Presiden, ia seharusnya hadir di acara itu, sama seperti  banyak menteri Kabinet Indonesia Maju yang lainnya.

Beberapa menteri yang terlihat hadir adalah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Kemudian, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkominfo Budi Arie Setiadi, dan Menpan RB Abdullah Azwar Anas. Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad, Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Wajah Moeldoko sama sekali tidak terlihat.  Penolakan Moeldoko hadir di acara pelantikan itu diduga terkait dengan perselisihan yang mencuat selama ini antara dirinya dengan AHY dalam perebutan Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko dan AHY adalah dua sosok yang berseberangan pada kisruh internal Partai Demokrat. Moeldoko pernah mengklaim dirinya terpilih menjadi ketua umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, 5 Maret 2021. Meski dijuluki sebagai pencuri partai, Moeldoko sama sekali tidak peduli. Ia tetap ngotot ingin mengambil alih kepemimpinan partai itu.

Padahal Moeldoko sama sekali tidak pernah tercatat sebagai anggota partai Demokrat. Saat berupaya merebut partai itu, Moeldoko sebenarnya tercatat sebagai kader partai Hanura. Hanya saja peluang Hanura untuk berkembang sangat minim, sehingga ia bertekad merebut partai Demokrat dengan cara yang tidak masuk diakal.

Moeldoko mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Demokrat sempalan untuk merebut partai itu, seperti Marzuki Alie dan Jhoni Allen.

Tentu saja KLB itu digagas oleh sejumlah politisi Demokrat sempalan itu ditolak oleh AHY.  Akibatnya, kisruh itu berlanjut ke jalur hukum.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung menolak kasasi Moeldoko terkait kepengurusan Demokrat pada 3 Oktober 2022. Moeldoko sempat mengajukan peninjauan kembali (PK), tetapi MA kembali menolaknya pada 10 Agustus 2023.

Kepemimpinan AHY di Demokrat berlanjut. Ia membawa Demokrat masuk ke Koalisi Indonesia Maju pendukung Prabowo-Gibran di Pemilu Serentak 2024. Anehnya di koalisi itu sudah hadir pula kubu Moeldoko, sehingga dua kubu berseberangan itu kini berada di bawah naungan Jokowi.

Meski demikian, perseteruan di antara mereka sepertinya belum juga berakhir. Moeldoko kabarnya keberatan dengan Keputusan Jokowi untuk mengangkat AHY sebagai Menteri ATR. Oleh sebab itu ia menolak hadir pada pelantikan tersebut. Moeldoko sendiri masih berharap ia suatu saat nanti ia akan bisa mengambil alih Partai Demokrat dari AHY.

Tidak jelas sampai kapan  perseteruan antara keduanya akan berakhir. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan