Kajianberita.com
Beranda Headline Faisal, Pengusaha Kondang dan Caleg PDIP asal Batubara Ditangkap Polda Sumut Karena Kasus Suap Seleksi PPPK

Faisal, Pengusaha Kondang dan Caleg PDIP asal Batubara Ditangkap Polda Sumut Karena Kasus Suap Seleksi PPPK

Faisal ( berbaju merah) Ketua Kadin dan juga politisi PDIP Kabupaten Batubara duduk bersama rekan-rekannya. Sejak Rabu (22/2/2024) Faisal mendekam di tahanan Polda Sumut karena terlihat kasus suap seleksi PPPK

Masyarakat Batubara pasti mengenal sosok H OK Faisal MAP yang disebut-sebut sebagai ‘pangeran’ Batubara. Faisal adalah pengusaha kondang yang merupakan adik kandung OK Zahir, Bupati Batubara periode 2018-2023. Sosok Faisal kini santer menjadi pembicaraan sebab ia baru saja ditangkap Polda Sumut.

Faisal sendiri bukan orang sembarangan dalam dunia usaha dan politik.  Ia merupakan Ketua Kadin Batubara dan juga merupakan calon anggota legislative dari PDIP untuk DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumatera Utara 5.

Perolehan suaranya pun cukup signifikan. Sampai Jumat (23/2/2024) Faisal mampu merebut dukungan 5.079 suara sehingga peluangnya untuk merebut 1 dari 10 kursi yang tersedia di Dapil 5 Sumut sangat terbuka lebar, sebab di antara semua caleg dari 18 partai yang bersaing, Faisal menduduki posisi nomor 5 sebagai Caleg peraih dukungan terbanyak.

Perolehan suaranya bahkan melebihi DR Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut yang mencalonkan diri dari capil yang sama.

Sayangnya, kesempatanya untuk duduk sebagai anggota DPRD Sumut menghadapi kendala sehubungan dengan mencuatnya tuduhan keterlibatan Faisal dalam kasus suap seleksi masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batubara.

Faisal tidak sendirian terlibat dalam kasus itu.  ia disebut-sebut bekerjasama dengan Kadisdik Batubara,  Adenan Haris dan Kepala BKPSDM Kab Batubara M Daud yang diduga mengutkip uang suap dari peserta PPPK. Total kasus penyuapan itu dinilai mencapai Rp 2 miliar.

Faisal ditangkap pada Rabu (21/2/2024) di Batubara setelah  polisi menerima sejumlah pengaduan dari peserta seleksi terkait kasus penyuapan itu. Esok hari setelah ditangkap, Faisal langsung menjalani pemeriksaan marathon di Polda Sumut.

“Benar. Usai penangkapan pada 21, pada 22 dilanjutkan dilakukan penahanan terhadap adik kandung Bupati Batu Bara 2018-2023. Saat ini pemeriksaan masih terus berlanjut untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus penyuapan itu,”kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Kamis (22/2/2024).

Kombes Hadi menjelaskan, Faisal menerima uang sebesar Rp 2 Miliar dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Batu Bara.

“Uang Rp 2 Miliar diterima dari dua orang yakni Adenan Haris, kepala Dinas Pendidikan Batu Bara dan Muhammad Daud, Kepala BKPSDM Kabupaten Batu Bara,” jelasnya.

Haris dan Muhammad Daud memberikan uang kepada Faisal, yang juga merupakan Ketua Kadin Batubara, pada akhir tahun 2023, usai pengumuman hasil seleksi rekrutmen PPPK. Mantan Kapolres Biak Numfor ini menyebutkan  semua  uang hasil penyuapan itu sudah disita sebagai barang bukti.

“Uang diterimanya pada akhir tahun 2023 setelah selesai pengumuman seleksi penerimaan PPPK. Saat ini uang tersebut telah disita dan dijadikan barang bukti dalam perkara ini.”

Sementara terhadap Kadisdik Adenan Haris dan Kepala BKPSDM Pemkab Batubara Muhammad Daud, kata Kabid Humas belum dilakukan penahanan masih pengembangan untuk mencari keterlibatan pihak lain.

Sebelumnya, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan dugaan korupsi terhadap tiga pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara, kini menjadi empat termasuk adik kandung mantan Bupati Batu Bara.

Keempatnya yakni, Kepala Dinas Pendidikan Adenan Haris, Sekretaris Dinas Pendidikan berinisial DT dan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan berinisial RZ dan Faisal, adik kandung mantan Bupati Batu Bara.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes pol Hadi Wahyudi mengatakan penetapan tersangka terhadap para tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup dan setelah adanya gelar perkara.

Diperoleh keterangan, permainan seleksi PPPK Kab Batubara itu terjadi ketika Ir.Zahir M.Ap menjabat Bupati Batubara.

Ir Zahir MAP sendiri disebut-sebut akan kembali mencalonkan diri maju pada Pilkada Batubara pada November mendatang. Namun dengan mencuatnya kasus ini,  sepertinya ia harus berpikir ulang, sebab Zahir berpotensi terlibat. Semua memang tergantung hasil pemeriksaan nanti.

Kabupaten Batubara  merupakan salah satu basis PDIP di wilayah timur Sumatera Utara. Selama lima tahun belakangan ini, wilayah itu dikuasai keluarga Zahir dan adiknya Faisal. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan