Kajianberita.com
Beranda Headline Demo di Depan Markas Polda Sumut Menuntut Pembebasan Sorbatua Siallagan Berlanjut, Massa Caci Maki Kapolda

Demo di Depan Markas Polda Sumut Menuntut Pembebasan Sorbatua Siallagan Berlanjut, Massa Caci Maki Kapolda

Aksi massa warga Simalungun menuntut pembebasan Sorbatua Siallagan, Ketua Adat Simalungun yang ditangkap karena dituding menguasai lahan PT Toba Pulp Lestari

Aksi unjukrasa masyarakat adat Simalungun menuntut pembebasan  Sorbatua Siallagan (65 tahun) di halaman markas Polda Sumut, Tanjung Morawa, masih terus berlanjut hari ini Rabu (27/3/2024). Meski dihadang ratusan aparat keamanan, pengunjukrasa tidak mau mundur. Mereka bertekad akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Pada aksi kemarin, situasi sempat ricuh karena pengunjukrasa memaksa masuk ke Markas Polda. Hari ini, meski kondisi relatif terkendali, tapi caci maki warga kepada Polda tidak pernah berhenti. Mereka meminta agar Ketua Komunitas Masyarakat Adat (MA) Umbak Siallagan, Sorbatua Siallagan dibebaskan tanpa syarat.

Dalam aksi hari ini, massaa datang membawa kentungan bambu yang mengisyaratkan adanya bahaya setelah penangkapan Sorbatua. Mereka menilai penangkapan paksa Sorbatua sebagai bentuk penculikan.

Di sela-sela aksi, salah satu pria mengenakan kemeja cokelat dan bertopi membakar foto Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Sambil dibakar ke api, pria ini nampak meludahi foto Irjen Agung yang tengah dibakar.

Di tengah pembakaran foto, massa bernyanyi sambil membunyikan kentongan bambu.

“Bakar, bakar, bakar Kapolda. Bakar Kapolda sekarang juga,”teriak massa sambil bernyanyi, Rabu (27/3/2024).

Menurut pendemo, mereka kesal lantaran Agung tak menemui mereka meski tiga kali mereka berunjukrasa. Kemudian, mereka juga geram lantaran Polda Sumut tak melepaskan Sorbatua.

Diketahui, Sorbatua Siallagan, Ketua Komunitas adat Ompu Umbak Siallagan Dolok Parmonangan, Kabupaten Simalungun ditangkap Polisi berpakaian preman, Jumat 22 Maret kemarin.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, penangkapan berdasarkan Laporan Polisi (LP)/B/717/VI/2023/SPKT/Polda Sumatera Utara, 16 Juni 2023 dari laporan PT. Toba Pulp Lestari.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi

“Sorbatua dilaporkan oleh Reza Adrian sebagai Litigation Officer PT Toba Pulp Lestari, TBK,”kata Hadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/3/2024). Tuduhannya,  Sorbatua telah melakukan pengerusakan serta penebangan pohon eucalyptus milik perusahaan.

Ia pun dituding telah membakar lahan yang ditanami oleh PT Toba Pulp Lestari Tbk oleh dan juga menduduki kawasan hutan secara tidak sah. Sorbatua Siallagan lantas mengklaim  lahan PT Toba Pulp Lestari itu sebagai milik warga dengan cara membangun pondok-pondok sebanyak 5 pondok dan melakukan penanaman pohon palawija berupa ubi, jahe, cabai, jagung serta tanaman lainnya.

Luas lahan milik PT Toba Pulp Lestari Tbk yang dikerjakan Sorbatua dan rekan-rekannya seluas ± 162 Ha (seratus enam puluh dua hektar), sesuai dengan Peta Klaim Areal perusahaan.

Sorbatua Siallagan mengaku memiliki dasar atau alas hak apapun dalam hal mengerjakan, atau menduduki Kawasan Hutan yang merupakan areal konsesi PT Toba Pulp Lestari Tbk tersebut. Namun Polda tidak peduli dengan klaim itu sehingga mereka pun menangkap Sorbatua dengan tuduhan pidana. (*)

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan