Kajianberita.com
Beranda Headline Komunikasi Edy Rahmayadi Dengan Partai Calon Pendukung Kian Intensif, Akan Deklarasi Usai Lebaran

Komunikasi Edy Rahmayadi Dengan Partai Calon Pendukung Kian Intensif, Akan Deklarasi Usai Lebaran

Edy Rahmayadi bersama ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan tokoh PKB Sumut

Rencana Edy Rahmayadi untuk maju pada persaingan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) pada November mendatang kian matang. Pembicaraanya dengan calon partai pendukung semakin intensif sehingga direncanakan usai lebaran nanti, Edy siap melakukan deklarasi resmi untuk menyatakan siap maju pada Pilgubsu itu.

Setidaknya ada tiga partai yang sudah memberi signal untuk mendukung Edy Rahmayadi, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rapat internal PKB sudah menyebut kemungkinan kalau mereka akan mengusung Edy maju pada Pilkada nanti.

Bendahara DPW PKB Sumut, Zeira Salim Ritonga, mengatakan partainya membuka peluang kepada sejumlah calon yang muncul saat ini untuk diusung pada Pilgubsu 2024. Namun di antara calon- yang ada, peluang lebih besar ada pada Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut 2018-2023.

“Pembicaraan tipis-tipis sudah ada dengan Pak Edy, apalagi kita kemarin bergandengan tangan dengan Beliau saat mendukung AMIN di Pilpres. Jadi barang tentu seringlah kita bertemu dengan pak Edy dan juga beberapa pengurus PKB, untuk membahas kerjasama di Pilgubsu mendatang” kata Zeira menjawab wartawan, Rabu (27/3/2024).

Sejauh ini, kata Zeira, belum ada Keputusan resmi dari DPP PKB kalau mereka akan mengusung Edy. Tapi peluang itu sangat terbuka.

“Lagi pula kan tidak perlu tergesa-gesa. Masih ada waktu cukup panjang sebelum membuat keputusan,” katanya.

PKB masih terus memantau dinamika politik Pilgubsu 2024 di Sumut sebab PKB tidak bisa sendirian mengusung calon pada pesta demokrasi itu. Mereka meski berkoalisi dengan partai lain agar kuota 20 persen kursi di DPRD Sumut terpenuhi.

PKB hanya meraih 4 kursi di DPRD Sumut. Raihan itu tidak cukup untuk mengusung sendiri. Syarat minimal untuk dapat mengusung paslon adalah 20 kursi.

“Jadi kita mempersilahkan bacalon melakukan lobi politik ke partai lain sehingga terbentuk koalisi yang kuat dan konsisten dalam berjuang pada Pilgubsu nanti,” kata  Zeira.

Hubungan Edy Rahmayadi dengan PKB sudah terjalin sejak lama. Pada Pilgubsu 2018, PKB juga memberikan dukungan kepada Edy Rahmayadi yang kala itu berpasangan dengan Musa Rajekshah. Pasangan ini berhasil mengalahkan pesaingnya Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus yang didukung PDIP.

Untuk koalisi pada Pilgubsu mendatang, besar kemungkinan PKB akan bersatu dengan dua partai mitranya, yakni PKS dan Nasdem yang sejak awal juga sudah aktif membangun komunikasi denggan Edy Rahmayadi. Apalagi ketiga partai itu sama-sama anggota Koalisi Perubahan yang mendukung calon presiden Anies Baswedan – Muhaimin di mana Edy merupakan ketua tim kampanye di wilayah Sumut.

Selain ketiga partai itu, Edy juga punya komunikasi yang sangat baik dengan PDIP sehingga tidak tertutup kemungkinan partai itu juga memberi dukungan kepadanya. Peluang Edy bergandengan tangan dengan Partai Demokrat juga tetap ada mengingat hubungan emosial yang baik antar Edy Rahmayadi dan Susilo Bambamg Yudhoyono serta Agus Harimurti Yudhoyono.

Jadi, jika kemudian Gerindra, Golkar maupun PAN mendukung kandidat lain, bagi Edy Rahmayadi, hal itu bukan merupakan masalah besar, sebab kekuatan partai yang berpeluang mendukungnya sudah lebih dari 20 persen. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan