Kajianberita.com
Beranda Nasional Bareskrim Polri Segera Periksa Prof Dr Sihol Situngkir Dalam Kasus Perdagangan Orang

Bareskrim Polri Segera Periksa Prof Dr Sihol Situngkir Dalam Kasus Perdagangan Orang

Prof Dr Sihol Situngkir telah dinyatakan sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok ferienjob mahasiswa ke Jerman. Ia akan diperiksa Rabu besok di Bareskrim Polri (3/4/2024)

Mantan Rektor Universitas St Thomas Medan, Prof Dr Sihol Situngkir yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ferienjob mahasiswa ke Jerman diwajibkan menghadiri panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia akan diperiksa pada Rabu, 3 April 2024.

“Semua hampir sama (fakta) yang akan disampaikan (saat diperiksa di Mabes Polri),” kata Sihol saat ditanya perihal pembelaan atau fakta yang akan disampaikan saat diperiksa oleh polisi. Hal ini disampaikan Sihol Situngkir di pelataran di Gedung Melawai, Jalan Salemba Raya Nomor 57-58, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2024.

Sihol enggan menjelaskan fakta dan bukti yang akan disampaikan ke polisi pada saat diperiksa nanti. Namun, dia menyampaikan yang akan diutarakan kepada polisi nanti bertujuan membantah keterlibatannya dalam kasus ferienjob.

Dia menuturkan menghormati keputusan Bareskrim dalam menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus yang menyeret ribuan mahasiswa dan diduga menjadi korban perdagangan manusia melalui ferienjob tersebut. “Saya akan meng-counter narasi yang miring tentang saya. Hak jawab saya,” kata Sihol yang juga guru besar Universitas Jambi.

Universitas Jambi merupakan satu dari 41 kampus yang mengirim mahasiswa ke mengikuti ferienjob ke Jerman. Sekitar 87 mahasiswa diikutkan sepanjang Oktober-Desember 2023. Program ini disebut-disebut sebagai “program magang” magang. Kampus menjanjikan hasil fereinjob itu akan dikonversi dalam 20 SKS.

Setelah ada laporan mahasiswa ferienjob ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin, kasus ini mencuat. Nama Sihol masuk dalam lima tersangka ferienjob. Kasus ini bermula dari didatangkan 1.047 mahasiswa dari 41 kampus di Indonesia ke Jerman.

Selama di Jerman, para pelajar ini menerima berbagai macam problem. Di antaranya pemutusan kerja sepihak, pemotongan gaji, dan pemberian tempat kerja yang tak jelas.

Selain Sihol Situngkir, 65 tahun, mantan staf Khusus Kementerian Sekretariat Negara ini, keempat tersangka lainnya adalah AJ (perempuan) 52 tahun, MZ (laki-laki) 60 tahun. Sedangkan kedua tersangka masih berada di Jerman, yaitu ER alias EW (perempuan) 39 tahun, A alias AE (perempuan) 37 tahun. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan