Kajianberita.com
Beranda Headline Hasto Ungkap Pernah Ada Niat Jokowi Menguasai PDIP Dengan Melengserkan Megawati

Hasto Ungkap Pernah Ada Niat Jokowi Menguasai PDIP Dengan Melengserkan Megawati

ketua umum PDIP Megawati dan Presiden Joko Widodo

Pasca bercerainya PDIP dan Jokowi, berbagai manuver yang terjadi di tingkat elit partai itu mulai terkuak satu persatu. Tidak disangka, ternyata Jokowi pernah berambisi untuk menduduki jabatan ketua umum PDIP dengan mengdongkel posisi Megawati dari jabatan itu.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) mengungkap cerita itu kepada publik  dalam acara  bedah buku ‘NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971’ karya Ken Ward. Katanya, upaya Jokowi untuk merebut posisi ketua umum PDIP semata-mata ingin mempertahankan posisinya dengan menguasai dua partai politik yaitu Golkar dan PDIP.

“Saya memang belum pernah ungkap cerita ini sebelumnya. Sekarang saya bongkar semuanya, betapa Jokowi punya rencana busuk untuk menjatuhkan Megawati,” kata Hasto.

Selain ingin menguasai PDIP, Jokowi juga berencana untuk menempatkan orangnya di Golkar sehingga kedua partai itu berada di bawah kendalinya.

Untuk merealisasikan rencananya itu, Jokowi telah mengutus seorang Menteri yang sangat powerful untuk membantunya. Namun Hasto tidak menyebut  sosok menteri itu.

Ia hanya mengatakan  kalau Jokowi sempat menugaskan Menteri itu bertemu dengan Ryaas Rasyid yang merupakan pakar politik dan pemerintahan untuk membujuk Megawati. Kebetulan Ryaas Rasyid memang cukup dekat dengan Megawati dan juga pimpinan di Golkar.

“Supaya enggak salah, Menteri itu ditugaskan untuk bertemu Ryaas Rasyid oleh Presiden Jokowi. Jadi scenarionya,  Pak Ryaas diminta untuk membujuk Ibu Mega agar kepemimpinan PDI Perjuangan diserahkan kepada Pak Jokowi. Nantinya rencana itu akan dimanfaatkan dalam rangka kendaraan politik untuk 21 tahun ke depan,” jelasnya.

Cara ini disebut Hasto pernah dipakai Presiden Soeharto yang ingin mempertahankan kekuasaannya lewat Pemilu 1971. Presiden ke-2 RI itu disebutnya juga pernah ingin mengambilalih partai yang dibesut oleh Megawati, yaitu PDI.

Bukan hanya itu saja, Hasto juga menyebut ada cara lain yang dilakukan Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia disebut membentuk koalisi partai politik yang besar.

“Sekarang ada gagasan tentang soal koalisi besar permanen seperti ada barisan nasional,” pungkasnya.

Sampai saat ini belum ada respon istana terkait pernyataan Hasto ini. Biasanya jika ada hal-hal yang terkait hubungannya dengan PDIP, Jokowi selalu bungkam. Ia mau merespon.  Semua kabar menuver politinya terkait PDIP biasanya selalu diabaikan hingga akhirnya hilang ditelan angin. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan