Kajianberita.com
Beranda Headline Mantan Rektor Universitas St Thomas Medan Prof. Sihol Situngkir Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Perdagangan Orang

Mantan Rektor Universitas St Thomas Medan Prof. Sihol Situngkir Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus Perdagangan Orang

prof Sihol Situngkir (tengah berdasi merah) memberikan keterangan kepada wartawan soal tuduhan kepadanya terkait kasus perdagangan orang berkedok Ferienjob di Jerman

Profesor Sihol Situngkir, mantan Rektor Universitas St Thomas Medan yang merupakan tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program ferienjob, telah memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri. Sihol datang ditemani kuasa hukumnya, Sandi Situngkir pada Rabu (3/4/2024).

Sandi menjelaskan, kliennya hanya melakukan sosialisasi terhadap program ferienjob. Dia mengatakan Sihol hanya mendatangi 4 dari 33 universitas yang memberangkatkan mahasiswa ke Jerman.

“Jadi misalnya terkait dengan 33 universitas, prof ini hanya mengunjungi 4 universitas. Kalau 33 sisanya siapa gitu. Secara hukum, prof ini hanya menjelaskan sosialisasi terkait dengan ferienjob itu apa,” kata Sandi di gedung Bareskrim Polri, Rabu (3/4/2024).

Sandi juga menyebutkan Sihol tidak mengurusi proses rekrutmen. Dia menekankan proses rekrutmen sepenuhnya dilakukan oleh pihak universitas.

“Berikutnya yang paling penting adalah prof ini tidak mengurusi rekrutmen, tapi itu dilaksanakan oleh perguruan tinggi setempat berdasarkan nota kesepahaman, apakah itu dengan ferienjob-nya langsung? Prof ini tidak mencampuri gitu,” ungkap Sandi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri memanggil tersangka Sihol Situngkir yang juga tercatat sebagai guru besar di Universitas Jambi, dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program ferienjob. Sihol dipanggil hari ini.

“Betul (dipanggil), semoga yang bersangkutan memenuhi panggilan kita,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro kepada wartawan, tadi.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini polisi telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Selain Sihol, ada pula tersangka berinisial  Er, AE, AJ, dan MJ. Mereka adalah orang-orang yang mengimingi hingga memberangkatkan para korban ke Jerman.

Total ada 1.047 mahasiswa yang berasal dari 33 universitas di Indonesia yang diberangkatkan ke Jerman untuk mengikuti program magang. Namun mereka justru dipekerjakan sebagai buruh kasar seperti kuli atau tukang angkat barang.

Ribuan mahasiswa tersebut dipekerjakan non prosedural sehingga tereksploitasi. Para mahasiswa ini telah dipulangkan ke Indonesia pada Desember 2023.

Akibat perbuatan para tersangka dijerat Pasal 4, Pasal 11, Pasal 15 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), dan Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 600 juta. (detik)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan