Kajianberita.com
Beranda Headline Sidang Perselisihan Pilpres di MK Kian Seru, Bambang Widjojanto Ejek Hotman Paris

Sidang Perselisihan Pilpres di MK Kian Seru, Bambang Widjojanto Ejek Hotman Paris

Bambang Widjojanto salah seorang tim hukum AMIN yang tampil di sidang perselisihan Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau PHPU di Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (3/4) siang sempat memanas, tetapi diakhiri dengan tawa. Ini dipicu oleh pertanyaan dari salah satu anggota kuasa hukum pihak terkait (Prabowo-Gibran), yakni Hotman Paris Hutapea.

Hotman menilai Sirekap tidak perlu lagi dibahas lebih lanjut dalam sidang yang mengagendakan pembuktian dari termohon (KPU) dan Bawaslu pada hari ini. Pria berusia 64 tahun penyandang julukan Pengacara 30 Miliar itu menganggap membahas Sirekap bak membuang waktu lantaran sejatinya pengumuman KPU soal hasil Pilpres 2024 itu berdasarkan perhitungan manual berjenjang, bukan Sirekap.

Itu terjadi saat Hotman mendapat kesempatan bertanya atau memperdalam keterangan ahli yang dihadirkan oleh KPU, yakni pengembang Sirekap, dari ITB, Yudistira Dwi Wardhana Asnar.

“Pertanyaan saya, kalau yang dipakai dalam pengumuman adalah manual dan penghitungan berjenjang bukan hasil dari Sirekap, masih perlu enggak Bapak (memberi) kuliah di sini, masih perlu enggak dibahas tentang Sirekap?” kata Hotman.

“Masih perlu gak ahli menjawab pertanyaan Refly dan Bambang (para kuasa hukum pemohon Anies-Muhaimin) yang selalu ngeyel (mengeyel) soal Sirekap ini,” imbuh Hotman.

Hakim MK Saldi Isra yang memimpin sidang pun menegur Hotman.

Saldi mengatakan bahwa persoalan mengenai Sirekap merupakan salah satu yang didalilkan oleh pemohon, yakni kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Jadi, Sirekap perlu dibahas untuk menjawab dalil tersebut.

“Pak Hotman, tadi saya sudah tegaskan ini didalilkan, kami Mahkamah berkepentingan mendapatkan penjelasan soal ini,” kata Saldi.

Hotman mencoba memotong “Yang Mulia, saya bertanya…” Saldi belum selesai.”Jangan dianggap kehadiran orang itu tidak penting. Kami (Majelis Hakim) menganggap penting,” kata Saldi.

Kuasa hukum pemohon, yakni Bambang Widjojanto (BW), ikut menyela. “Majelis, majelis,” ujar BW. Saldi yang sepertinya sudah tahu apa yang akan dikatakan BW langsung memotong. “Cukup, cukup, Pak Bambang,” kata Saldi.

BW gak mundur. “Maksud saya, pernyataan ngeyel itu juga tidak pantas diucapkan di sini,” kata BW.

Bambang Widjojanto (BW) merupakan pengacara yang terkenal sangat kritis dan cerdas. Mantan komisaris KPK ini pernah mendapat penghargaan dari lembaga Internasional karena keperpihakannya kepada keadilan.

BW merintis karir pengacara bermula dari  kepeduliannya terhadap isu pelanggaan Hak Asasi Manusia (HAM). Ia lama bertugas di Papua dan di daerah lainnya untuk membela rakyat yang tertindas.

Ia pun cukup lama menjabat sebagai Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), lembaga hukum yang banyak melahirkan pengacara hebat, seperti Adnan Buyung Nasution, R. Mulya Lubis, Abdul Hakim Nusantara, Frans Hendra Winarta dan sebagainya.

Dari segi keilmuan, BW diakui sebagai pengacara yang vocal dan berani. Hanya saja ia dikenal sebagai sosok yang low profil yang tidak mau menunjukkan hal-hal yang bersifat pribadi. Berbeda dengan Hotman Paris yang lebih terkenal justru di luar pengadilan.

Sudah tentu akan sulit bagi Hotman untuk berdebat dengan sosok BW dalam substandi hukum. Makanya untuk menghindari perdebatan itu,  Saldi langsung menengahi.

“Sudah. Tadi sudah saya sampaikan,” ujar Saldi.

Tapi BW tidak mau kalah. Ia pun mencuri kesempatan menyelipkan sindirian buat Hotman Paris. “Hei…Hotmen…!” ujar BW.

Saldi tampak tertawa, dan sejumlah hadirin juga tak bisa menahan tawa. Sementara Hotman Paris hanya terdiam tak berani membalas. (jpnn)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan