Kajianberita.com
Beranda Headline Bobby, Ijeck dan Agus Andrianto, Tiga Bakal Calon Gubsu Yang Ada di Pusaran Kekuasaan

Bobby, Ijeck dan Agus Andrianto, Tiga Bakal Calon Gubsu Yang Ada di Pusaran Kekuasaan

Wakapolri Komjen (pol) Agus Andrianto, disebut-sebut akan meramaikan Pilgubsu 2024. Namun akankah ia mau bersaing dengan Bobby Nasution?

Jauh sebelum Bobby Nasution menyatakan siap mencalonkan diri maju pada Pilgubsu 2024, Musa Rajekshah alias Ijeck sudah terlebih dahulu mendeklarasikan diri terjun di persaiangan itu. Ijeck sejak awal bertekad ingin bersaing dengan koleganya Edy Rahmayadi setelah mereka tidak lagi kompak selama memimpin Sumut pada periode 2018-2023. Lalu ada pula sosok lain, yakni Wakapolri Komjen (Pol) Agus Andrianto yang disebut-sebut juga mempersiapkan diri maju pada Pilgubsu nanti.

Agus memang bukan warga Sumatera Utara, namun ia lama menghabiskan karir polisinya di wilayah ini. Ia pernah lama bertugas di Dairi, di Poltabes Medan dan di Polda Sumut. Ia pun menikah dengan wanita asal Sumut, Evi Celiyanti yang masih memiliki darah batak.

Kebetulan Agus akan pensiun pada awal 2025, sehingga Pilkada 2024 merupakan peluang sangat strategis baginya untuk melanjutkan karir di bidang politik. Agus kabarnya mendapat dukungan dari komunitas masyarakat Jawa di Sumatera Utara yang jumlahnya cukup banyak.

Masalahnya, baik Bobby Nasution, Ijeck maupun Agus merupakan figur yang sama-sama berada dalam lingkaran kekuasaan. Ketiganya dikenal berada dalam barisan pendukung Jokowi.

Kala Bobby mencalonkan diri pada Pilkada Kota Medan tahun 2020 lalu, Agus Andrianto santer disebut sebagai sosok yang berada di belakangnya. Upaya menjatuhkan moral pesaing Bobby di Pilkada itu disebut-sebut tidak lepas dari peran Agus. Termasuk saat Polda Sumut menggiring opini dengan cara memeriksa Akhyar Nasution agar seolah-olah ia dinyatakan sebagai pelaku kasus korupsi.

Padahal Akhyar sama sekali tidak terlibat kasus yang dituduhkan itu. Terlihat jelas Polda Sumut bermain politik mendukung pencalonan Bobby dengan merusak citra Akhyar Nasution yang merupakan pesaing menantu presiden itu pada Pilkada Medan yang lalu. Konon Agus turut bermain ditingkat pusat dalam menjalankan skenario itu.

Sementara Ijeck menggunakan partai Golkar untuk mendukung Bobby memenangkan Pilkada Kota Medan kala itu. Saat Bobby maju sebagai walikota, Golkar, Jokowi dan PDIP masih berhubungan mesra. Barisan kekuasaan ini yang saling bahu membahu mendorong suksesnya Bobby menguasai pucuk pimpinan di Pemerintah Kota Medan.

Tidak lama setelah Bobby memimpin Pemko Medan, sempat disusun skenario untuk menyongsong Pilkada 2024 di mana Agus Andianto digadang-gadang maju sebagai calon gubernur Sumut. Sementara Bobby tetap maju pada Pilkada Kota Medan untuk menduduki posisi walikota periode kedua.

Agus pun beberapa kali sempat berkunjung ke Medan membagikan bansos kepada warga. Bobby terlihat  selalu menemani saat Agus melakukan pertemuan dengan masyarakat di berbagai sudut kota Medan. Kubu penguasa sepertinya sudah menyiapkan Agus Andrianto untuk  diposisikan sebagai Gubernur, Bobby tetap sebagai walikota Medan, sedangkan Ijeck sebagai anggota DPR RI.

Adalah PDIP yang disebut-sebut akan memberi kendaraan politik kepada Agus Andrianto. Apalagi Agus memiliki hubungan sangat dekat dengan elit partai itu di tingkat nasional. Pertemuan tertutup dengan elit PDIP sudah beberapa kali berlangsung di Jakarta.

Namun skenario itu berubah  setelah PDIP pecah kongsi dengan para pendukung Jokowi yang memaksa anak dan menantu Jokowi keluar dari partai itu. Belakangan Bobby terlihat merapat sebagai kader Golkar meninggalkan PDIP yang pernah berjasa mendukungnya meraih posisi walikota. Bahkan Golkar disebut-sebut lebih tertarik mendukung Bobby maju pada Pilgubsu 2024 ketimbang Ijeck.

Posisi Agus Andrianto menjadi dilema. Selama ini ia bisa dekat dengan PDIP karena mendapat dukungan dari jaringan kekuasaan pendukung Jokowi. Namun karena belakangan ini terjadi perpecahan PDIP dengan jaringan pendukung Jokowi, peta kekuatan politik Agus turut berubah. Kalaupun ia ngotot maju pada Pilgubsu mendatang, mau tidak mau Agus akan bersaing dengan Bobby Nasution.

Posisi  Agus menjadi sulit, sebab ia tidak akan terlalu tangguh jika hanya mengandalkan barisan PDIP tanpa dukungan kekuasaan. Bagaimanapun juga, baik Bobby maupun Agus adalah kandidat yang kental dengan dukungan kekuasaan, bukan dari arus bawah.

Dilema yang sama dialami Ijeck. Tidak mungkin bagi Ijeck maju pada Pilgubsu mendatang manakala Bobby atau Agus ada di dalam barisan calon. Peluang Ijeck maju Pilgubsu hanya ada jika Bobby dan Agus tidak mencalonkan diri.

Dengan begitu, dari tiga nama di atas, yang maju sebagai calon gubernur Sumut kemungkinan hanya salah satu di antara mereka. Jika Bobby yang maju, maka Ijeck dan Agus tidak akan maju. Agus bisa saja akan diberi posisi lain sebelum ia memasuki masa pensiun.  Sedangkan PDIP akan mengusung calon tersendiri.

Jika skenario ini yang berjalan, maka paling banyak akan ada tiga bakal calon Gubernur yang maju pada Pilgubsu mendatang. Status Edy Rahmayadi lebih jelas karena arah dukungan kepadanya sudah ditunjukkan oleh PKS, Nasdem dan PKB.

Lalu ada PDIP yang sedang melakukan seleksi calon saat ini. Sedangkan barisan pendukung penguasa, yakni Golkar, Gerindra dan PAN kemungkian  akan mencalonkan salah satu antara Bobby Nasution, Ijeck atau Agus. (*) Fazri

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan