Kajianberita.com
Beranda Headline Jukir Ilegal Masih Beroperasi di Medan, Kerap Berkelahi dengan Warga, Dishub Lakukan Razia

Jukir Ilegal Masih Beroperasi di Medan, Kerap Berkelahi dengan Warga, Dishub Lakukan Razia

Sistem pembayaran digital e-parking sudah berlaku di semua wilayah di Kota Medan. Jika masih ada yang meminta uang tunai, itun pasti Jukir ilegal. Jangan mau bayar.

Keputusan Pemko Medan menghentikan semua kegiatan penitipan biaya parkir secara manual (uang tunai) tidak menggoyahkan para juru parkir (jukir) illegal menghentikan aksinya. Di sejumlah tempat, aksi para jukir ilegal ini masih berjalan terang-terangan. Bahkan beberapa kali mereka sampai berdebat dan berkelahi dengan warga karena memaksa  membayar biaya parkir secara tunai.

Salah satu perkelahian itu terjadi antara jukir bernama Indra dengan warga di Jalan Brigjend Katamso Medan, tepatnya di depan toko cat Jotun, Sabtu (6/4/2024). Perkelahian diawali pertengkaran saat pengendara sepeda motor menolak membayar parkir secara tunai. Ia meminta agar jukir menerima pembayaran melalui non tunai alias menggunakan e-Parking.

Namun saat itu Indra mengaku kalau alat e-Parking miliknya rusak. Makanya ia memaksa orang itu membayar secara tunai. Sikap main paksa ini yang membuat keduanya terlibat pertengkaran hingga berbuntut duel seru.

Saat duel terjadi, petugas jukir dan warga tadi sampai jatuh ke aspal. Beruntung sejumlah warga lain melerai perkelahian itu hingga akhirnya masalah menjadi reda.

Kepada wartawan Indra mengaku bahwa alat pembayaran e-parkir miliknya rusak sehingga ia tidak bisa melayani pembayaran secara digital, hanya dengan tunai.

“Maka itu saya paksa dia bayar tunai, tapi ia menolak..!” kata Indra.

Namun pernyataan Indra ini langsung dibantah oleh pejabat terkait di Pemko Medan. Menurut Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Medan, Nikmal Fauzi Lubis, alasan Indra itu tidak bisa diterima. Apapun ceritanya, warga Medan diminta untuk tidak melayani jukir yang memaksa membayar dengan uang tunai.

Salah satu aksi perkelahian Jukir ilegal dengan warga di Jalan Brigjen Katamso Medan

Pembayaran biaya parkir di semua jalan yang ada di Kota Medan, kata Nikmal Fauzi, hanya sah jika dilakukan dengan sistem e-parking. Setidaknya sudah ada 150 ruas jalan di Medan yang telah menerapkan sistem e-parking ini.

“Jadi kalau ada yang memaksa membayar dengan uang tunai, jangan mau. Mereka pasti jukir illegal. Walaupun alasannya mesin e-parking rusak. Jangan bayar,” katanya.

Nikmal memastikan para jukir itu pasti petugas ilegal. Aksi jukir ilegal itu sama sekali tidak memberi keuntungan bagi Pemko Medan karena pemasukan yang mereka terima hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Tidak disetorkan sebagai pemasukan daerah bagi Pemko Medan.

Untuk mencegah terjadinya aksi para jukir ilegal ini, Dinas Perhubungan Kota Medan mulai aktif melakukan Razia terhadap aksi para jukir  di berbagai tempat. Mereka menegur siapapun jukir ilegal yang tertangkap tangan melakukan aksi di lapangan. Dishub mengaku tidak pernah mengeluarkan identitas apapun kepada jukir yang mengutip pembayaran dengan uang tunai.

Beberapa jukir yang sempat menunjukkan kartu identitas mereka langsung diamankan petugas Dishub Medan. Kartu identitas itu disita. Bahkan baju kuning yang kerap menjadi andalan tukang parkir juga turut diambil petugas Dishub.

Untuk kesekian kalinya petugas Dishub Medan menegaskan bahwa hanya sistem e- parking yang berlaku di Kota Medan. Jika ada yang masih mengutip biaya parkir dengan uang tunai, pasti mereka adalah jukir ilegal.

“Jangan mau membayar uang parkir secara tunai. Itu pasti kelakuan jukir ilegal. Itu pungli. Adukan saja mereka ke polisi kalau mereka masih mengutip biaya pakir,” kata Nikmal Fauzi Lubis. (*)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan