Kajianberita.com
Beranda Headline Jokowi Lebaran Hari Kedua di Medan, Diduga Untuk Memperkuat Posisi Bobby Sebagai Cagub Golkar

Jokowi Lebaran Hari Kedua di Medan, Diduga Untuk Memperkuat Posisi Bobby Sebagai Cagub Golkar

Presiden Joko Widodo bersama menantunya Bobby Nasution

Memasuki lebaran hari kedua Kamis (11/4/2024) Presiden Joko Widodo dan istrinya Iriana memutuskan berkunjung ke Medan dalam rangka berkumpul dengan anak menantu dan cucunya. Jokowi dan keluarga akan berada di Medan hingga akhir pekan.

Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian membenarkan kabar tentang kunjungan Jokowi ke Medan hari ini. Jokowi dijadwalkan mendarat di Bandara Kualanamu sore nanti.

“Setahu kami agenda utama presiden adalah untuk kepentingan keluarga. Sifatnya pribadi karena ingin mengunjungi anak menantu di momen lebaran ini,” ujarnya.

Selama di Medan, Jokowi akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia akan berkunjung ke sejumlah tempat bersama anak menantu dan cucunya.

Karena kunjungannya ini bersifat pribadi, tidak seorang pun pejabat negara yang ikut bersama Jokowi, kecuali tim pengawal presiden yang sifatnya melekat.

Keputusan Jokowi datang ke Medan di hari kedua lebaran tahun ini cukup mendadak sehingga hal memunculkan berbagai analisi dari masyarakat. Sampai-sampai ada yang mengatakan kalau kunjungan itu mengandung makna politis, yakni sebagai dukungan bagi menantunya, Bobby Nasution maju pada Pilgubsu November mendatang.

Posisi Bobby sebagai bakal calon Gubsu belakangan ini memang sempat memunculkan perdebatan setelah ia secara sepihak mengklaim telah mendapat dukungan DPP Golkar maju pada Pilgubsu 2024.

Pengurus Golkar Sumut menuding klaim itu tidak benar. Bahkan mereka tegas menolak jika Golkar Sumut memberi dukungan kepada Bobby sebagai calon yang diusung pada Pilgubsu nanti. Internal Golkar Sumut lebih menginginkan ketua mereka Musa Rajekshah alias Ijeck yang maju, bukan Bobby.

“Kinerja Ijeck telah terbukti berhasil meningkatkan dukungan bagi Golkar di Sumut. Sedangkan Bobby tidak pernah berkeringat untuk partai ini. Bagaimana pun juga kami pasti lebih mendukung Ijeck sebagai calon gubernur ketimbang Bobby. Bobby itu orang luar. Dia bukan kader,” kata Sekretaris Golkar Sumut Dato’ Ilhamsyah.

Cibiran pengurus Golkar itu sempat membuat Bobby Nasution tersudutkan. Sampai-sampai ia harus meminta maaf kepada Ijeck atas pernyataannya yang mengatakan siap maju dari Partai Golkar pada Pilgubsu mendatang.

Boleh jadi Jokowi tidak tega kalau menantunya berada pada posisi yang tertekan. Oleh karena itu Jokowi memutuskan berkunjung ke Medan untuk menyambangi keluarganya sebagai bentuk dukungan politis.

Kunjungan ini tentu sangat janggal, sebab seharusnya anak dan menantu yang mendatangi orangtua mereka untuk berlebaran, bukan justru sebaliknya.

Makanya kunjungan Jokowi ini dikait-kaitkan dengan aroma politis, apalagi jika melihat semangat Jokowi yang dikenal selalu all out mendukung posisi anak menantunya di panggung politik nasional.

Jokowi terakhir kali berkunjung ke Sumut pada Februari lalu dalam rangka memberi bantuan sosial dan meresmikan sejumlah proyek di berbagai daerah. Kala itu ia ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Rudy Saladin, serta Komandan Paspampres Mayjen Achiruddin. Dengan demikian dalam dua bulan terakhir ini Jokowi sudah dua kali berkunjung ke Medan.

Semakin mendekati Pilkada nanti, banyak kalangan menilai Jokowi pasti akan lebih sering berkunjung ke Medan dan Sumatera Utara. Bisa dipahami, karena bagaimana pun juga ia sangat berkepentingan memperkuat posisi politis menantunya di daerah ini. Apalagi jabatan Jokowi sebagai presiden hanya sampai 20 Oktober 2024.

Tadinya Jokowi sempat mengusulkan agar Pilkada dilaksanakan pada September 2024. Namun usulan itu ditolak MK.

Bobby sendiri sudah memastikan akan ikut meramaikan persaingan pada kontestasi Pilkada di Sumut November mendatang. Bobby mengaku siap menjadi calon gubernur.

Partai yang sangat diharapkan untuk memberi dukungan baginya adalah Golkar. Pasalnya, Golkar bisa mengusung calon tanpa berkoalisi dengan partai lain setelah pada Pemilu lalu partai itu sukses mengunci 22 kursi di DPRD Sumut atau lebih dari 20 persen dari ambang batas yang ditentukan. Partai lain yang memiliki kekuatan sama adalah PDIP, tapi PDIP jauh hari sudah menegaskan ‘haram’ hukumnya  mendukung Bobby yang telah mengkhianati mereka.

Sementara kalau Bobby hanya mengandalkan Gerindra, kekuatannya tidak cukup memenuhi persyaratan karena Gerindra hanya memiliki 13 kursi di DPRD Sumut. Kalau pun Gerindra berkoalisi dengan PAN, tetap saja belum cukup memenuhi 20 persen ambang batas karena raihan PAN cuma 6 kursi. Kecuali jika Bobby bisa menggandeng Hanura dalam koalisinya.

Maka itu, harapan terbesar Bobby adalah dukungan dari Partai Golkar. Hanya saja ia harus bersaing dengan Ijeck yang dianggap cukup berpretasi di partai itu. Lagi pula aroma penolakan Bobby sebagai Cagub Golkar mulai menguat di internal Golkar.

Dengan posisi dilematis itu, tak heran jika banyak yang mengartikan kunjungan pribadi Jokowi berlebaran di Medan kali ini bermakna  memperkuat posisi Bobby dalam rangka mendapat dukungan Golkar Sumut agar menantunya yang terpilih maju pada Pilgubsu nanti. (amd)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan