Kajianberita.com
Beranda Headline Jokowi Kembali ke Jakarta, Tapi Akan Datang Lagi ke Medan Dukung Menantu Raih Kekuasaan

Jokowi Kembali ke Jakarta, Tapi Akan Datang Lagi ke Medan Dukung Menantu Raih Kekuasaan

Presiden Joko Widodo kembali ke jakarta setelah berlibur lebaran selama 5 hari di Medan bersama anak, menantu dan cucunya

Di antara padatnya arus balik yang mewarnai Bandara Kualanamu, Deli Serdang hari ini, terdapat sosok Presiden Joko Widodo dan ibu Iriana di dalamnya. Setelah berlibur selama 5 hari di Kota Medan bersama anak menantu dan cucunya, Jokowi dan Iriana kembali ke Jakarta pada Senin (15/4/2024) pukul 10.00 wib

Selama berlibur di Medan, Jokowi dan keluarga sempat mengunjungi berbagai tempat wisata. Selain ke Sibolangit, Deli Serdang juga ke Kabupaten Karo untuk berlibur.

Kunjungan Jokowi ke Medan pada dasarnya bukan semata-mata untuk berkumpul dengan anak dan menantunya, tapi sebagai sebuah strategi untuk menghindari pertanyaan publik soal ketidakhadirannya di acara open house Megawati Soekarnoputri.

Selama ini, setiap tahun saat lebaran, Jokowi selalu menghadiri acara open house itu, sebab Jokowi sadar kalau karir politiknya tidak lepas dari dukungan ketua umum PDIP.

Namun pada lebaran kali ini Jokowi tidak hadir karena hubungannya dengan PDIP dan Megawati sudah rusak akibat perbedaan pendapat saat Pemilu presiden yang lalu. PDIP memilih mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sedangkan Jokowi sudah pasti berpihak kepada pasangan Prabowo Subianto dan anaknya Gibran Rakabuming Raka.

Akibat perbedaan pendapat itu, Jokowi disebut-sebut sudah dipecat dari PDIP, meski keputusan formal belum ada. Tidak heran jika sejak munculnya perbedaan sikap itu, Jokowi tidak pernah lagi terlibat apapun dalam kegiatan PDIP.

Suasana itu juga tergambar saat PDIP merayakan ulang tahun ke-51 pada 10 Januari lalu. Kalau sebelumnya Jokowi pasti selalu hadir di acara ulang tahun itu, tapi pada tahun ini ia sengaja menyiapkan agenda ke luar negeri pada hari yang sama. Sehingga ketika publik bertanya soal ketidakhadirannya di acara HUT PDIP, Jokowi punya alasan bahwa ia harus melaksanakan tugas negara ke luar negeri.

Pun demikian saat lebaran idul fitri ini. Mencuat kabar kalau Jokowi sengaja meminta anak dan menantunya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution tidak datang ke Jakarta atau Solo, karena Jokowi yang akan mengunjungi mereka di Medan. Dengan demikian ada alasan Jokowi untuk tidak hadir di acara open house Megawati yang digelar pada hari yang sama.

Presiden Joko Widodo dan keluarga menikmati libur Lebaran di The Hill Hotel and Resort, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada Sabtu (13/4/2024). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Jokowi merayakan idul fitri di Medan pada hari kedua lebaran pada Kamis (11/4/2024) lalu hingga empat hari berikutnya. Kehadirannya di Medan bersamaan dengan mencuatnya protes elit Golkar Sumut kepada menantunya Bobby Nasution yang secara sepihak mengklaim telah mendapat restu dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto maju pada pemilihan Gubernur Sumut.

Padahal, menurut Sekretaris DPP Golkar Sumut, belum pernah sekalipun Ketua Umum Golkar menyebut nama kandidat yang diusung partai itu maju pada Pilgubsu.

“Kalaupun DPP Golkar meminta nama yang akan diajukan, pasti kami akan mengusulkan Ketua Musa Rajekshah, bukan Bobby. Kami menilai Bobby belum layak bersaing di level gubernur,” kata Sekretaris Golkar Sumut Dato’ Ilhamsyah.

Karuan, tekanan dari elit Golkar Sumut itu membuat posisi Bobby sempat tersudutkan. Sampai-sampai ia terpaksa meminta maaf kepada Musa Rajekshah alias Ijeck selaku ketua Golkar Sumut.

Tekanan moral yang dialami Bobby itu yang kabarnya mendapat respon langsung dari Presiden Jokowi. Jadi selain datang untuk berlibur lebaran ke Medan, Jokowi juga ingin memberi dukungan moral kepada menantunya agar tidak menyerah menghadapi persaingan pada Pilkada mendatang.

Bobby memang semestinya tidak perlu kuatir bersaing dengan Ijeck, sebab ia mendapat dukungan sangat kuat dari elemen kekuasaan di tingkat pusat. Bobby pun dikenal punya hubungan sangat dekat dengan ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto.

Presiden Jokowi sendiri bakal mengakhiri kekuasaannya pada 20 Oktober mendatang. Oleh karena itu ia sejak awal berupaya mempersiapkan anak dan menantunya dapat melanjutkan kekuasaan di lembaga eksekutif.

Jokowi saat berbelanja di pasar buah ketika berkunjung ke Berastagi, Kab Karo bersama cucunya.

Setelah Gibran sukses menang bersama Prabowo pada Pilpres yang lalu, kini giliran Bobby yang akan dipersiapkan Jokowi menjabat sebagai Gubernur Sumut. Sementara anak bungsunya Kaesang telah menjadi politisi nasional setelah sukses menduduki jabatan ketua Umumk PSI. Meski PSI tidak lolos parliamentary threshold di DPR RI, tapi PSI banyak memiliki kursi di DPRD seluruh Indonesia sehingga tidak heran jika jabatan Kaesang sebagai ketua partai sangat strategis.

Oleh karena itu kunjungan Jokowi ke Medan selama lima hari terakhir ini juga tidak bisa dipisahkan dengan dukungan moralnya kepada Bobby agar siap menghadapi tekanan apapun menjelang tahun politik ini.

Banyak yang meyakini Jokowi akan lebih sering berkunjung ke Medan dalam beberapa bulan ke depan. Tentu saja kunjungan itu bermakna politis, yakni agar publik mau membantu menantunya Bobby Nasution melaju pada Pilgubsu mendatang.

Satu-satunya upaya untuk itu adalah Bobby harus bisa mendapatkan dukungan dari Golkar, karena Golkar merupakan partai penguasa di DPRD Sumut yang bisa mengusung calon Gubsu tanpa dukungan partai itu.

Oleh karena itu mencuat kabar kalau di tingkat pusat, Jokowi akan terus berupaya menanamkan pengaruhnya di partai itu, dengan demikian posisi menantunya di Sumut lebih aman. Dengan pengaruh pusat, maka Bobby akan bisa menyingkirkan Ijeck untuk melaju sebagai calon Gubsu. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan