Kajianberita.com
Beranda Headline Viral Video Pendeta Gilbert Hina Cara Ibadah Islam, Akhirnya Temui JK Untuk Minta Maaf

Viral Video Pendeta Gilbert Hina Cara Ibadah Islam, Akhirnya Temui JK Untuk Minta Maaf

Pendeta Gilbert (memegang mic) bersama Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan permintaan maaf atas penghinaannya terhadap cara beribadah umat Islam

Video yang menunjukkan ceramah Pendeta Gilbert Lumoindang menghina cara beribadah orang Islam viral di media social. Dalam video itu, pendeta Gilbert terlibat menghina cara wudhu dan sholat imat Islam yang terkesan menyulitkan umatnya. Ia juga menghina besarnya zakat harta umat Islam yang hanya 2,5 persen.

Video penghinaan sempat ditampilkan pula oleh Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali di dalam akun instagramnya. Melalui akunnya itu, Imam Shamsi mengajak umat beragama untuk fokus pada ajaran masing-masing tanpa merendahkan keyakinan lain.

Imam Shamsi menekankan bahwa setiap praktik agama memiliki dasar yang jelas dalam kitab suci masing-masing.

“Wudhu dan 2.5% zakat bagi Islam itu jelas dasarnya. Kami tidak melaksanakan agama dengan membuat-buat,” tulis Shamsi.

Imam Shamsi juga menyatakan bahwa meskipun dia tidak sepenuhnya setuju dengan beberapa praktik keagamaan yang diikuti oleh teman-teman Kristianinya, dia tetap menghargai aspek positif yang mungkin mereka miliki.

“Saya walau tidak setuju dengan keyakinan dan praktik keagamaan teman-teman Kristiani, saya apresiasi hal-hal baik yang mungkin ada pada mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh, Imam Shamsi menekankan pentingnya menjaga sensitivitas dan saling menghormati dalam perbedaan, terutama dalam konteks agama yang sangat sensitif. Ini merupakan seruan untuk semua pihak agar lebih berhati-hati dalam berbicara atau bertindak yang bisa merusak keharmonisan antarumat beragama.

Pendeta Gilbert yang  tidak bisa menyembunyikan lagi kasus penghinaan yang dilakukannya itu akhirnya berinisiatif mendatangi  Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK  untuk mengklarifikasi pernyataannya terkait praktik zakat dan salat dalam Islam.

Ia pun meminta maaf kepada semua pihak atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Untuk itu sekali lagi saya meminta maaf atas segala kegaduhan. Beberapa catatan yang perlu saya garis bawahi yang pertama pasti tidak ada niat saya untuk mengolok-olok apalagi menghina, sama sekali tidak,” kata Pendeta Gilbert di kediaman JK, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2024).

Gilbert mengaku dibesarkan di lingkungan yang dekat dengan umat Muslim. Ia bercerita rumahnya hanya berjarak 200 meter dari masjid. Selain itu, saat masih bersekolah dirinya juga sempat belajar agama Islam.

“Lalu kemudian beberapa hal juga yang perlu diketahui yang kedua itu adalah ibadah interen yang tidak berlaku untuk umum. Tetapi karena jemaat kita ada dua; ada jemaat gereja, ada jemaat online. Jadi otomatis ada di YouTube kami. Tetapi itu jelas ada tulisan ibadah Minggu. Jadi karena itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk umum,” ujarnya.

Di tempat yang sama, JK mengapresiasi Pendeta Gilbert yang telah menjelaskan kronologi kejadian dan berani meminta maaf. JK menekankan bahwa Islam terbuka untuk membantu sesama umat.

“Jadi bukan hanya 2,5 persen, sedekahnya, infaqnya, wakafnya, itu besar. Jadi itu yang mampu tentunya. Tentu dengan pengertian itu maka dipahami, bahwa ada kesalahan akibat editan tentu dapat memahami. Tentu sebagai ketua Dewan Masjid saya mengerti dan karena saya mengerti dan sudah minta maaf, saya terima maaf itu,” tutur JK.

Semoga saja kasus penghinaan ini tidak terjadi lagi.  Jika mau berdebat soal agama, ada banyak ahli agama Islam yang siap melayani Pendeta Gilbert. (*)

Link video pendeta Gilbert Lumoindang:

https://www.instagram.com/reel/C5voK5Uutf7/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan