Kajianberita.com
Beranda Sumut Mencuat 9 Nama Balon Walikota Tebingtinggi, Para Tokoh Diajak Cegah Politik Transaksional

Mencuat 9 Nama Balon Walikota Tebingtinggi, Para Tokoh Diajak Cegah Politik Transaksional

Silaturrahmi tokoh masyarakat Tebing tinggi membahas Pilkada di daerah itu.

Menjelang pemilihan kepala daerah serentak secara  pada 27 November 2024 sejumlah nama calon Walikota Tebingtinggi mencuat di tengah masyarakat. Munculnya nama para tokoh itu didasarkan hasil penjaringan dan analisis pemuka masyarakat dan politisi local.

Nama-nama yang muncul antara lain,  Ir H Abdul Haris Lubis (Kadis Pendidikan Sumut), Basyarudin Nasution (Ketua DPD Golkar/ Ketua DPRD Tebingtinggi), Irman Irdian Saragih (Ketua DPC PDIP/ Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi), Oky Doni Siregar (Ketua Partai Nasdem/ mantan Wakil Walikota Tebingtinggi), Brigjen Pol (Purn) H Monang Situmorang, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap (Kas Kostrad), Muhammad Dimyathi (Pejabat Pengawas Utama Itjen Kemendagri/ mantan Pj Walikota), H Kamlan SH (Pj Sekda Tebingtinggi ) dan H Daniel Sultan (mantan Ketua KADIN/ Ketua KONI Tebingtinggi.

Pengamat politik Dr Eddy Syofian M AP membenarkan kemunculan nama para tokoh tersebut.  Menurut mantan Pj Walikota Tebingtinggi ini, nama-nama itu diperolehnya dari pertemuan silahturrahim Idul Fitri dengan para ulama, tokoh masyarakat dan pemuda beberapa hari lalu di kota Tebingtinggi.

“Siapapun yang bersaing nanti, kita berharap  Calon Walikota yang bersaing harus memiliki integritas dan mengenal seluk beluk dan warga dan kota Tebingtinggi ini,” kata Edy Sofyan.

Edy membenarkan di antara para calon potensial itu sudah ada yang melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk mendapat dukungan  maju pada Pilkada nanti.  Bahkan  sudah ada pula yang memasang baliho, spanduk dan membentuk jaringan relawan  di sejumlah kecamatan.

Melihat daftar figur potensial itu,  Edy menilai persaingan pada Pilkada Tebing Tinggi November mendatang akan ketat dan seru. Persaingan yang ketat itu bukan tidak mungkin berpeluang memunculkan transaksional politik.

Oleh karena itu, sejak dini Edy Sofyan mengajak para tokoh masyarakat Tebing Tinggi untuk mencegah terjadinya transaksional politik ini.

“Sejak awal masyarakat Tebing harus bekerjasama untuk mencegah adanya politik uang pada Pilkada nanti. Biarkan para kandidat bersaing berdasarkan gagasan mereka, bukan karena  factor uang,” kata Edy.

Pernyataan Edy ini didukung oleh Drs H Hadi Winarno, mantan  Sekda Kabupaten Serdang Bedagai yang juga putra asli Tebing tinggi. Hadi mengajak  para ulama dan tokoh masyarakat aktif memberikan edukasi kepada pemilih agar jangan sampai  memilih calon pemimpin karena politik uang.

“Cara membeli suara dengan uang akan merusak demokrasi dan tatanan kehidupan masyarakat,” ujar Hadi Winarno.

Menjelang Pilkada nanti, para tokoh masyarakat Tebing akan lebih mengintensifkan untuk berdiskusi dalam rangka mendukung terlaksananya Pilkada yang demokratis di daerah itu.

Selain Edy Sofyan dan Hadi Winarno, beberapa tokoh masyarakat Tebing tinggi yang hadir pada silaturrahmi peduli demokrasi Tebing tinggi itu adalah Ustad Agus Khor Nasution, Buya Abu Hasyim Siregar, Ustad Daulat Sibarani dan Ustadz Ilyas Lubis. (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan