Kajianberita.com
Beranda Sumut Polda Sumut Ungkap Orang Dalam Yang Terlibat Calo Masuk Taruna Akpol, Ini Orangnya

Polda Sumut Ungkap Orang Dalam Yang Terlibat Calo Masuk Taruna Akpol, Ini Orangnya

Iptu Supriadi anggota Polres Serdang Bedagai yang dituduh terlibat kasus pencaloan masuk Akpol

Aksi tipu-tipu untuk bisa masuk sebagai taruna akademi kepolisian (Akpol) perlahan-lahan mulia terungkap. Sebelumnya Polda Sumut sudah menangkap Nina Wati, seorang perempuan sipil yang dituduh telah menipu sejumlah warga  dengan menjanjikan bisa memasukkan anaknya sebagai siswa taruna Akpol. Belakangan terungkap kalau Nina Wati tidak bermain sendirian. Ada oknum Polda Sumut yang terlibat kasus penipuan itu.

Dia adalah  Iptu Supriadi,  anggota Polres Serdang Bedagai yang dituding bekerjasama dengan Nina Wati dalam kasus penipuan itu. Supriadi telah ditangkap Polda Sumut pada 5 April lalu, dan Kamis (18/4/2024) ini kasusnya diekspos ke public.

Iptu Supriadi telah resmi dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sumut menunggu proses persidangan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.   Dari foto yang diterima KajianBerita dari Dinas Penerangan Polda Sumut, Supriadi tampak mengenakan baju tahanan berwarna merah. Sambil memegang papan identitas tersangka, ia nampak berdiri. Raut wajahnya sama sekali tidak tampak garang.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Sonny W Siregar mengatakan, Supriadi ditangkap Jumat 5 April lalu di gerbang tol Lubuk Pakam, setelah sebelumnya dikabarkan melarikan diri pasca penetapan status tersangkanya.

“Benar. Diamankan pada Jumat 5 April lalu. Dibawa keluarganya ke gerbang Tol Lubuk Pakam,”kata AKBP Sonny, Kamis (18/4/2024).

Setelah ditangkap, mantan personel Polres Serdang Bedagai yang kini dimutasi ke Sat Brimob Polda Sumut langsung dipenjarakan.

“Kita melakukan penahanan di gedung tahanan dan barang bukti di Polda Sumut,” ujar Sonny.

Sebelumnya, Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda resmi menetapkan status tersangka terhadap Iptu Supriadi, personel Polres Serdang Bedagai yang kini dimutasi ke Sat Brimob Polda Sumut.

Supriadi dijadikan tersangka lantaran terlibat dugaan penipuan masuk Akpol bayar Rp 1,3 Miliar bareng tersangka Nina Wati, yang sudah ditangkap lebih dahulu. Ia dikenakan Pasal seperti Nina Wati, yakni Pasal 372 dan 378 tentang penggelapan dan penipuan. Ia terancam kurungan 4 tahun penjara.

Dalam kasus ini Supriadi diduga sebagai perantara yang memperkenalkan korban bernama Afnir kepada Nina Wati.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serupa dengan Nina Wati,”kata Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono, Senin (25/3/2024).

Penipuan masuk Akpol

Dugaan penipuan modus bisa meluluskan menjadi taruna akademi kepolisian (Akpol) bermula pada 25 Agustus 2023 lalu. Saat itu, korban bernama Afnir diperkenalkan oleh Iptu Supriadi, personel Polres Serdang Bedagai kepada tersangka Nina agar anaknya bisa lulus menjadi anggota Bintara Polri.

Setelah terkena bujuk rayu, Afnir tergoda membayar uang sebesar Rp 500 juta kepada tersangka secara bertahap. Dalam penyerahan uang juga disertai kwitansi sebagai bukti.

Sosok Nina Wati, ibu rumah tangga yang dituding menipu Rp1,3 miliar untuk seorang warga Sergai yang ingin masuk Taruna Akpol

Seiring berjalannya waktu, ternyata anak korban tidak lulus Bintara seperti yang dijanjikan.

Afnir sempat kecewa, tapi Nina Wati dan Supriadi justru menjanjikan kalau bisa mereka meloloskan anaknya masuk Akpol asal mampu memberi uang dalam jumlah yang lebih besar. Kala itu  korban diduga dimintai uang sebesar Rp 1,2 Miliar supaya anaknya lulus sehingga total uang yang dikirim korban sebanyak Rp 1,750 Miliar.

Setelah proses berjalan, ternyata hasilnya sama. Lagi-lagi anak korban dinyatakan tak lulus Akpol. Hal ini uang membuat Afnir habis kesabaran hingga akhirnya melapor Nina wsati dan Supriadi ke polisi pada 8 Februari 2024 lalu.

Kasus ini yang memaksa Polda Sumut membongkar prilaku Nina Wati dan Supriadi. Saat ini kedua tersangka  mendekap di ruang tahanan Polda Sumut. berkas Nina wati kabarnya sudah dilayangkan ke Kejaksanaan Sumut untuk menunggu proses sidang, sedangkan berkat Supriadi dalam proses pelengkapan.  (*)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan